Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Tak Sejalan dengan Penurunan Kemiskinan, Luhut Sebut Kenaikan Harga Jadi Salah Satu Faktor
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Tak Sejalan dengan Penurunan Kemiskinan, Luhut Sebut Kenaikan Harga Jadi Salah Satu Faktor
Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena yang menurutnya cukup janggal dalam perekonomian nasional. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penduduk miskin justru mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat Prabowo mempertanyakan efektivitas pertumbuhan ekonomi yang selama ini terjadi dan apakah hasil pertumbuhan tersebut benar-benar telah dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Menurut Prabowo, secara teori pertumbuhan ekonomi yang rata-rata mencapai sekitar lima persen per tahun selama tujuh tahun terakhir seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan akumulasi pertumbuhan yang cukup besar, semestinya kondisi ekonomi nasional semakin kuat dan jumlah penduduk miskin berkurang. Namun, data yang diterimanya justru menunjukkan adanya peningkatan angka kemiskinan serta penyusutan kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya tercermin dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Dewan Ekonomi Nasional telah melakukan berbagai perhitungan terkait persoalan tersebut dan menemukan bahwa tekanan harga memiliki pengaruh terhadap kondisi daya beli masyarakat.
Luhut menjelaskan bahwa inflasi dan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dapat menyebabkan masyarakat berpenghasilan rendah semakin terbebani. Walaupun aktivitas ekonomi secara makro menunjukkan pertumbuhan positif, kenaikan biaya hidup dapat mengurangi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, sebagian kelompok masyarakat rentan mengalami penurunan tingkat kesejahteraan dan berpotensi masuk ke dalam kategori miskin.
Meski demikian, Luhut tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional masih memiliki peluang untuk terus meningkat apabila berbagai program pemerintah berjalan dengan efektif dan efisiensi anggaran terus diperkuat. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam sistem pemerintahan diyakini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempersempit ruang terjadinya praktik korupsi.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki waktu yang terbatas untuk memanfaatkan bonus demografi. Dalam kurun sekitar satu dekade ke depan, jumlah penduduk usia produktif diperkirakan mulai mengalami penurunan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bekerja lebih efektif agar target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai sesuai harapan.
Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan pemerataan kesejahteraan. Apabila pertumbuhan hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu dan tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara luas, maka kesenjangan ekonomi dapat semakin melebar. Karena itu, kualitas pertumbuhan menjadi faktor penting selain besarnya angka pertumbuhan itu sendiri.
Pemerintah saat ini terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penguatan sektor pangan, pembangunan industri, pemberdayaan usaha mikro dan kecil, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan Prabowo dan tanggapan dari Luhut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut kemampuan negara dalam memastikan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pemerintah diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan ekonomi agar pertumbuhan yang terjadi benar-benar mampu menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar