Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: Lima Orang Meninggal Dunia, 227 Penumpang Berhasil Diselamatkan
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Update Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: Lima Orang Meninggal Dunia, 227 Penumpang Berhasil Diselamatkan
Proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Berdasarkan pembaruan data resmi dari Kantor SAR Surabaya, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang, sementara sebanyak 227 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, Syahbandar, KPLP, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Musibah kebakaran terjadi ketika KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar sedang berlayar di perairan utara Pulau Sapudi. Api dilaporkan muncul pada Minggu pagi dan dengan cepat membesar sehingga memaksa para penumpang mengenakan jaket pelampung serta berkumpul di area dek kapal sambil menunggu proses penyelamatan. Asap tebal yang membumbung dari badan kapal terlihat dari kejauhan dan menjadi tanda darurat bagi kapal-kapal lain yang melintas di sekitar lokasi.}
Dalam proses evakuasi, sedikitnya sembilan kapal dikerahkan untuk membantu penyelamatan korban. Kapal-kapal tersebut secara bergantian mengevakuasi penumpang yang berhasil menyelamatkan diri maupun korban yang masih berada di atas kapal. Sebagian besar korban selamat kemudian dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas.
Data sementara menunjukkan total 232 orang telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, 227 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima lainnya ditemukan meninggal dunia. Petugas masih terus melakukan pencocokan data dengan manifes penumpang guna memastikan seluruh penumpang dan awak kapal telah ditemukan. Oleh karena itu, jumlah korban masih dapat berubah seiring perkembangan proses pencarian di lapangan.
Basarnas menjelaskan bahwa proses pencarian menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kondisi perairan yang cukup luas, arus laut, serta kebutuhan untuk memastikan setiap sudut kapal telah diperiksa secara menyeluruh. Tim penyelamat juga terus berkoordinasi dengan seluruh kapal yang terlibat dalam operasi agar proses evakuasi berjalan cepat dan seluruh korban dapat segera ditemukan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama instansi terkait dijadwalkan melakukan investigasi guna mengetahui sumber api dan memastikan apakah terdapat faktor teknis maupun kelalaian yang menjadi penyebab insiden tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran di Indonesia.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan pelayaran yang menyita perhatian publik karena melibatkan ratusan penumpang. Pemerintah memastikan seluruh korban selamat mendapatkan penanganan medis dan pendampingan yang diperlukan, sementara keluarga korban terus memperoleh informasi melalui posko terpadu yang telah dibentuk di pelabuhan. Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh penumpang dipastikan ditemukan sesuai data manifes resmi.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar