Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » KSPI Ungkap Faktor Dua Pabrik Komponen Otomotif Hengkang dari Indonesia, Ribuan Pekerja Terancam PHK

KSPI Ungkap Faktor Dua Pabrik Komponen Otomotif Hengkang dari Indonesia, Ribuan Pekerja Terancam PHK

  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KSPI Ungkap Faktor Dua Pabrik Komponen Otomotif Hengkang dari Indonesia, Ribuan Pekerja Terancam PHK

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkap sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab hengkangnya dua perusahaan komponen otomotif dari Indonesia. Keputusan tersebut dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap dunia ketenagakerjaan karena sekitar 7.000 pekerja disebut berpotensi kehilangan pekerjaan akibat penutupan atau relokasi aktivitas produksi perusahaan tersebut.

Menurut KSPI, kondisi industri manufaktur nasional saat ini menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks. Selain tekanan ekonomi global, persaingan dengan negara-negara lain di kawasan Asia juga semakin ketat. Perusahaan manufaktur dituntut untuk menjaga efisiensi biaya produksi agar tetap mampu bersaing di pasar internasional. Ketika biaya operasional dianggap tidak lagi kompetitif, sebagian perusahaan memilih melakukan relokasi pabrik ke negara yang menawarkan biaya produksi lebih rendah atau insentif investasi yang lebih menarik.

KSPI menilai bahwa kebijakan industri yang lebih kompetitif menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan investasi di sektor manufaktur. Organisasi buruh tersebut menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, termasuk penyederhanaan regulasi, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan rantai pasok industri dalam negeri.

Di sisi lain, perkembangan teknologi otomotif juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan strategi bisnis perusahaan. Transformasi menuju kendaraan listrik dan penggunaan teknologi produksi yang lebih modern membuat sejumlah perusahaan melakukan penyesuaian terhadap lokasi maupun kapasitas produksinya. Perubahan tersebut sering kali berdampak pada kebutuhan tenaga kerja dan struktur operasional perusahaan.

Potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja menjadi perhatian utama KSPI. Organisasi buruh meminta pemerintah untuk segera melakukan langkah antisipatif guna melindungi hak-hak pekerja yang terdampak. Selain memastikan pembayaran pesangon dan hak normatif lainnya, pemerintah juga didorong untuk menyiapkan program pelatihan dan penempatan kerja bagi pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

KSPI mengingatkan bahwa sektor otomotif merupakan salah satu industri strategis yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Industri tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga mendukung keberlangsungan berbagai sektor usaha lainnya, mulai dari pemasok bahan baku, logistik, hingga usaha kecil dan menengah yang menjadi bagian dari rantai industri otomotif.

Pengamat ekonomi menilai bahwa fenomena relokasi industri tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor. Keputusan perusahaan biasanya dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan, seperti kondisi pasar global, biaya energi, produktivitas tenaga kerja, nilai tukar mata uang, hingga kebijakan investasi di negara tujuan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi pelaku industri manufaktur.

Pemerintah diharapkan dapat memperkuat kebijakan yang mendukung daya saing industri nasional sekaligus menjaga stabilitas lapangan kerja. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah bertambahnya angka pengangguran serta menjaga kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia.

Sementara itu, ribuan pekerja yang terancam terdampak PHK kini menunggu kepastian mengenai masa depan pekerjaan mereka. Berbagai pihak berharap adanya solusi yang mampu mengakomodasi kepentingan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan investasi di sektor industri otomotif nasional.

Jurnalis : Hanadia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Tangkap Pencuri Motor Bersenjata di Tambora, Diduga Beraksi di Sejumlah Lokasi

    Polisi Tangkap Pencuri Motor Bersenjata di Tambora, Diduga Beraksi di Sejumlah Lokasi

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Polisi Tangkap Pencuri Motor Bersenjata di Tambora, Diduga Beraksi di Sejumlah Lokasi Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pria yang diduga merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Pelaku diketahui berasal dari Lampung dan saat ditangkap kedapatan membawa sebuah senjata api jenis revolver yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kejahatannya. […]

  • Ketua Umum LPLHK H. Triayana, S.E. Pimpin Langsung Sidak ke Pabrik Tahu di Tengah Pemukiman Warga

    Ketua Umum LPLHK H. Triayana, S.E. Pimpin Langsung Sidak ke Pabrik Tahu di Tengah Pemukiman Warga

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

      Ketua Umum LPLHK H. Triayana, S.E. Pimpin Langsung Sidak ke Pabrik Tahu di Tengah Pemukiman Warga BEKASI – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Peduli Lingkungan Hidup dan Kesehatan (LPLHK) melakukan pemeriksaan mendadak (Sidak) ke lokasi pabrik produksi tahu PT Sumber Berkah yang beralamat di Jalan Baru/Melati Raya, Gang Delima RT 06 RW 02, Kelurahan Duren […]

  • Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

    Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    “`html id=”bv9k3d” Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku Upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri bioetanol berbasis tetes tebu (molases) dinilai perlu dibarengi dengan penguatan pasokan bahan baku agar target peningkatan penggunaan energi terbarukan dapat tercapai secara berkelanjutan. Seiring meningkatnya kebutuhan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan molases menjadi […]

  • Bareskrim Tetapkan Empat WNI sebagai Tersangka Baru Kasus Judi Online Hayam Wuruk

    Bareskrim Tetapkan Empat WNI sebagai Tersangka Baru Kasus Judi Online Hayam Wuruk

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Bareskrim Tetapkan Empat WNI sebagai Tersangka Baru Kasus Judi Online Hayam Wuruk Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri kembali mengembangkan penyidikan kasus jaringan judi online (judol) internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dari hasil pengembangan tersebut, penyidik menetapkan empat warga negara Indonesia (WNI) sebagai tersangka baru yang diduga memiliki peran penting […]

  • Kemenhub Bakal Panggil Operator KM Mutiara Sentosa II

    Kemenhub Bakal Panggil Operator KM Mutiara Sentosa II

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kemenhub Bakal Panggil Operator KM Mutiara Sentosa II Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan memanggil operator KM Mutiara Sentosa II sebagai tindak lanjut atas insiden kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Madura. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi pelaksanaan standar operasional keselamatan pelayaran yang diterapkan oleh operator kapal. […]

  • Pilu Pemuda Asal Jawa Barat Jadi Korban Love Scammer di Kamboja, Mengaku Tak Digaji hingga Alami Kekerasan

    Pilu Pemuda Asal Jawa Barat Jadi Korban Love Scammer di Kamboja, Mengaku Tak Digaji hingga Alami Kekerasan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pilu Pemuda Asal Jawa Barat Jadi Korban Love Scammer di Kamboja, Mengaku Tak Digaji hingga Alami Kekerasan Seorang pemuda asal Jawa Barat membagikan kisah pilunya setelah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok tawaran pekerjaan di Kamboja. Alih-alih memperoleh pekerjaan dengan penghasilan besar seperti yang dijanjikan, ia justru dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan daring […]

expand_less