Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“`html id=”bv9k3d”

Pengembangan Bioetanol Berbasis Tetes Tebu Dinilai Memerlukan Penguatan Pasokan Bahan Baku

Upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri bioetanol berbasis tetes tebu (molases) dinilai perlu dibarengi dengan penguatan pasokan bahan baku agar target peningkatan penggunaan energi terbarukan dapat tercapai secara berkelanjutan. Seiring meningkatnya kebutuhan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan molases menjadi salah satu faktor utama yang akan menentukan keberhasilan implementasi program tersebut.

Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan impor BBM. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan upaya mencapai ketahanan energi. Namun, pengembangan industri ini membutuhkan jaminan pasokan bahan baku yang stabil agar produksi dapat berjalan secara optimal dari waktu ke waktu.

Selama ini, sebagian besar bioetanol di Indonesia diproduksi menggunakan tetes tebu yang merupakan hasil sampingan dari industri gula. Permasalahan muncul karena produksi tebu nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, produktivitas kebun yang belum maksimal, hingga kebutuhan gula nasional yang masih cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan molases untuk industri bioetanol juga masih terbatas sehingga diperlukan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok bahan baku.

Para pelaku industri menilai peningkatan produksi tebu harus berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas pabrik bioetanol. Apabila kapasitas pengolahan terus bertambah tanpa diimbangi peningkatan produksi bahan baku, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan pasokan yang dapat menghambat operasional industri. Oleh sebab itu, perlu adanya sinergi antara sektor perkebunan, industri gula, dan industri energi agar pengembangan bioetanol berlangsung secara berkesinambungan.

Selain memperkuat produksi tebu, pemerintah juga didorong untuk meningkatkan investasi di sektor perkebunan melalui perluasan areal tanam, penggunaan bibit unggul, modernisasi teknologi budidaya, serta peningkatan produktivitas petani. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus menghasilkan lebih banyak tetes tebu sebagai bahan baku industri bioetanol.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber bahan baku alternatif apabila produksi tetes tebu belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Beberapa komoditas seperti singkong, jagung, sorgum, hingga limbah biomassa mulai dikaji sebagai bahan baku pelengkap agar pengembangan bioetanol tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pasokan sekaligus memperkuat ekosistem energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Pengembangan bioetanol juga dinilai memiliki manfaat ekonomi yang luas karena dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan industri berbasis energi hijau. Selain itu, penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM berpotensi menurunkan emisi karbon sehingga mendukung komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target pembangunan berkelanjutan.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan produksi bahan baku, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani, pengembangan bioetanol berbasis tetes tebu diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat daya saing industri energi terbarukan Indonesia di masa depan.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

“`

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR Nilai Program Latsarmil Tetap Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi Menyeluruh

    Tiga Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR Nilai Program Latsarmil Tetap Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi Menyeluruh

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Tiga Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR Nilai Program Latsarmil Tetap Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi Menyeluruh Meninggalnya tiga peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif. Meski menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut, sejumlah anggota DPR RI […]

  • Prof. Rycko Amelza Sebut Indonesia Catat Sejarah Baru, Impor Jagung Berakhir Setelah Lebih dari Lima Dekade

    Prof. Rycko Amelza Sebut Indonesia Catat Sejarah Baru, Impor Jagung Berakhir Setelah Lebih dari Lima Dekade

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Prof. Rycko Amelza Sebut Indonesia Catat Sejarah Baru, Impor Jagung Berakhir Setelah Lebih dari Lima Dekade Guru Besar sekaligus pakar kepolisian Prof. Rycko Amelza Dahniel menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan sejarah baru di sektor pangan setelah menghentikan impor jagung pada tahun 2026. Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah melakukan impor jagung secara […]

  • Kebakaran Rumah di Sungsang IV, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi dan Lakukan Pendataan Kerugian

    Kebakaran Rumah di Sungsang IV, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi dan Lakukan Pendataan Kerugian

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Kebakaran Rumah di Sungsang IV, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi dan Lakukan Pendataan Kerugian Kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut mendapat penanganan cepat dari pihak kepolisian yang langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman. Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel kepolisian segera […]

  • Maling Motor Langsung Apes Usai Beraksi, Kecelakaan Saat Kabur dan Berakhir Ditangkap Polisi

    Maling Motor Langsung Apes Usai Beraksi, Kecelakaan Saat Kabur dan Berakhir Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Maling Motor Langsung Apes Usai Beraksi, Kecelakaan Saat Kabur dan Berakhir Ditangkap Polisi Aksi pencurian sepeda motor di Kabupaten Pesawaran, Lampung, berakhir dengan nasib nahas bagi pelakunya. Seorang pria yang berhasil membawa kabur sepeda motor milik seorang mahasiswa justru mengalami kecelakaan ketika berusaha melarikan diri. Akibat insiden tersebut, pelaku terpaksa meninggalkan kendaraan hasil curiannya di […]

  • Polda Lampung Perkuat Patroli QR Presisi, Respons Cepat Tekan Kejahatan Jalanan

    Polda Lampung Perkuat Patroli QR Presisi, Respons Cepat Tekan Kejahatan Jalanan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • visibility 41
    • 0Komentar

      LAMPUNG – Polda Lampung memperkuat patroli malam melalui Tim Quick Respon (QR) Presisi guna mengantisipasi maraknya tindak kejahatan jalanan atau street crime. Tim tersebut disiagakan pada jam dan lokasi yang dianggap rawan gangguan kamtibmas. Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto mengatakan Tim QR Presisi dibentuk sebagai upaya menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus […]

  • Polres Jakarta Timur Gelar Apel Sabuk kamtibmas, Satukan potensi Masyarakat jaga keamanan

    Polres Jakarta Timur Gelar Apel Sabuk kamtibmas, Satukan potensi Masyarakat jaga keamanan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jakarta – Polres Metro Jakarta Timur menggelar Apel “Sabuk Kamtibmas” pada Rabu (29/4/2026) di halaman Mako Polsek Cakung. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan sinergitas lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Cakung dan Jakarta Timur secara umum. Apel tersebut dihadiri sebanyak 206 personel yang terdiri dari unsur Polsek Cakung, Siswa […]

expand_less