Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan

Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukanlah untuk menunjukkan kebanggaan semata atau mencari kehormatan pribadi. Menurutnya, setiap prajurit harus memahami bahwa tugas utama seorang tentara adalah mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk penegasan mengenai nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap anggota TNI.

Sjafrie menekankan bahwa profesi militer merupakan amanah besar yang menuntut dedikasi, loyalitas, disiplin, dan tanggung jawab tinggi. Seorang prajurit dituntut memiliki mental yang kuat, integritas yang tinggi, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas negara. Oleh sebab itu, motivasi menjadi tentara tidak boleh didasarkan pada keinginan memperoleh kebanggaan pribadi ataupun status sosial, melainkan didorong oleh semangat pengabdian kepada rakyat Indonesia.

Dalam arahannya, Menhan juga mengingatkan bahwa setiap prajurit merupakan representasi negara yang harus menjaga kehormatan institusi TNI di mana pun bertugas. Sikap profesional, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi landasan utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan negara. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain kemampuan tempur, prajurit TNI juga dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, menguasai perkembangan teknologi pertahanan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan global. Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar kekuatan pertahanan nasional semakin tangguh dan profesional dalam menjalankan berbagai misi negara.

Sjafrie menambahkan bahwa keberhasilan seorang prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan di medan tugas, tetapi juga dari integritas, loyalitas terhadap konstitusi, serta kedekatan dengan rakyat. TNI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional, membantu penanggulangan bencana, mendukung pembangunan, hingga menjalankan berbagai operasi kemanusiaan yang membutuhkan kesiapan personel setiap saat.

Ia berharap seluruh prajurit maupun calon prajurit dapat menanamkan semangat pengabdian sejak awal menjalani pendidikan militer. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan profesionalisme, TNI diharapkan mampu terus menjadi institusi yang kuat, modern, serta mendapat kepercayaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjadi tentara merupakan pilihan hidup yang sarat dengan tanggung jawab dan pengorbanan. Jiwa patriotisme, kecintaan terhadap tanah air, serta komitmen untuk melayani kepentingan bangsa harus selalu menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai prajurit TNI.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

Tags
  • Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less