TNI Rebut Delapan Senjata dalam Operasi Penindakan terhadap OPM di Papua
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TNI Rebut Delapan Senjata dalam Operasi Penindakan terhadap OPM di Papua
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan perkembangan terbaru operasi penindakan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Papua. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan), sebanyak delapan pucuk senjata berhasil direbut dari kelompok tersebut.
Informasi mengenai keberhasilan tersebut disampaikan Agus saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Minggu (27/9/2026). Ia mengatakan, dari delapan senjata yang berhasil diamankan, terdapat jenis SS1 V1 yang sebelumnya disebut telah direbut OPM dari satuan TNI.
Agus menyampaikan perkembangan itu ketika ditanya mengenai tindak lanjut operasi TNI terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam sejumlah kejadian yang menyebabkan jatuhnya korban sipil di Papua. Namun, Panglima TNI belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai identitas pihak yang menjadi sasaran operasi maupun lokasi pengamanan seluruh senjata tersebut.
Menurut Agus, laporan mengenai delapan senjata tersebut diterima dari Pangkogabwilhan sebagai bagian dari perkembangan operasi yang sedang berlangsung. Informasi itu kemudian menjadi salah satu gambaran mengenai hasil operasi penindakan aparat keamanan di wilayah Papua.
Sebelumnya, Komando Operasi TNI Habema juga melaporkan adanya kontak senjata antara personel TNI dan kelompok bersenjata yang diduga merupakan bagian dari OPM Kodap VIII/Intan Jaya. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Jumat (25/9/2026).
Dalam laporan tersebut, TNI menyebut empat anggota kelompok bersenjata tewas dalam kontak senjata. Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyebut kelompok tersebut diduga dipimpin Daniel Aibon Kogoya. Keterangan mengenai kejadian itu disampaikan oleh Koops TNI Habema dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Selain korban dalam kontak senjata, aparat juga melaporkan adanya sejumlah barang yang diamankan dari lokasi kejadian. Barang-barang tersebut selanjutnya menjadi bagian dari penanganan aparat terkait operasi yang berlangsung di wilayah tersebut.
Perkembangan operasi tersebut berlangsung di tengah upaya aparat menangani gangguan keamanan di sejumlah wilayah Papua. Kondisi keamanan di kawasan tersebut menjadi perhatian karena konflik bersenjata telah berdampak terhadap masyarakat dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Pemerintah dan aparat keamanan sebelumnya juga menyampaikan bahwa penanganan persoalan Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Pendekatan terhadap masyarakat, pembangunan, pelayanan publik, serta upaya menjaga keselamatan warga sipil juga menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam setiap operasi keamanan, perlindungan terhadap masyarakat sipil menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Situasi di wilayah konflik membutuhkan penanganan yang terukur agar upaya menjaga keamanan dapat berjalan bersamaan dengan perlindungan terhadap warga yang tidak terlibat dalam konflik.
Panglima TNI belum merinci lebih lanjut mengenai keseluruhan hasil operasi maupun langkah berikutnya setelah delapan senjata tersebut berhasil diamankan. Informasi lebih lengkap mengenai perkembangan operasi masih menunggu keterangan dari pihak berwenang di lapangan.
Dengan adanya laporan mengenai pengamanan delapan pucuk senjata, TNI menyatakan operasi penindakan terhadap kelompok OPM di Papua terus berjalan. Perkembangan di lapangan akan menjadi bagian dari evaluasi aparat dalam menentukan langkah selanjutnya untuk menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah yang masih menghadapi persoalan konflik bersenjata.
Masyarakat diharapkan memperoleh informasi mengenai situasi keamanan Papua melalui keterangan resmi dari pihak berwenang. Informasi yang akurat diperlukan agar perkembangan operasi tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar