Prabowo Pelajari Keberhasilan India Bangun 40 Juta Rumah untuk Percepat Program Perumahan Nasional
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prabowo Pelajari Keberhasilan India Bangun 40 Juta Rumah untuk Percepat Program Perumahan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyatakan ketertarikannya mempelajari keberhasilan India dalam membangun sekitar 40 juta rumah dalam kurun waktu 12 tahun. Pengalaman negara tersebut dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat melalui berbagai program pembangunan perumahan yang tengah dijalankan pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri seremoni Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Menurut Prabowo, capaian pembangunan perumahan yang telah dilakukan pemerintah patut diapresiasi. Namun, kebutuhan rumah layak bagi masyarakat Indonesia masih sangat besar sehingga diperlukan berbagai inovasi dan terobosan agar pembangunan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah tidak menutup diri untuk mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di negara lain.
Presiden menjelaskan bahwa India mampu membangun sekitar tiga juta rumah setiap tahun selama lebih dari satu dekade. Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah Indonesia untuk dipelajari lebih lanjut, termasuk strategi, sistem pembiayaan, teknologi konstruksi, serta tata kelola yang diterapkan sehingga pembangunan rumah dapat dilakukan secara masif tanpa mengabaikan kualitas bangunan. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki keberanian untuk terus belajar dari pengalaman negara lain. Menurutnya, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi sendiri, tetapi juga oleh kesiapan untuk mengadopsi praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di berbagai belahan dunia. Sikap terbuka terhadap pembelajaran dinilai menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan nasional.
Selain mempelajari pengalaman India, pemerintah juga mengirim tim ke sejumlah negara lain guna mengamati berbagai kebijakan dan teknologi yang dinilai berhasil. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah berharap berbagai pengalaman internasional dapat menjadi inspirasi dalam menyempurnakan program perumahan nasional.
Presiden juga menekankan bahwa percepatan pembangunan perumahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, pengembang, BUMN, serta sektor swasta agar target penyediaan rumah bagi masyarakat dapat tercapai. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam mengatasi backlog perumahan yang masih cukup besar di Indonesia.
Melalui berbagai inovasi dan kerja sama lintas sektor, pemerintah optimistis target pembangunan perumahan nasional dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan memanfaatkan pengalaman negara lain yang telah terbukti berhasil, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak hunian layak, memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar