Dukung Ketahanan Pangan, Polres Kuningan Gerakkan Penanaman Bawang Putih
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Kuningan Gerakkan Penanaman Bawang Putih
KUNINGAN — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Salah satu langkah yang kini didorong adalah pengembangan komoditas bawang putih melalui gerakan penanaman secara bertahap. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Polres Kuningan turut mengambil peran dalam mendukung pengembangan bawang putih tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui sektor keamanan, tetapi juga dengan mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan mengembangkan komoditas yang memiliki nilai strategis.
Pengembangan bawang putih di Kuningan dirancang secara bertahap. Berdasarkan informasi yang dihimpun, calon petani dan calon lokasi atau CPCL yang diusulkan mencapai sekitar 17 hektare. Namun, seluruh lahan tersebut tidak langsung ditanami secara bersamaan. Tahap awal dilakukan melalui demplot seluas 0,2 hektare di kawasan riset Rumah Tani Nusantara, Desa Karangsari, Kecamatan Darma.
Lahan percontohan tersebut menjadi tahap awal untuk mengetahui kesesuaian kondisi lahan dan iklim terhadap tanaman bawang putih. Selain itu, pengujian juga diarahkan untuk mengetahui teknologi budidaya yang paling sesuai, kebutuhan sarana produksi, tingkat produktivitas, hingga kemungkinan keuntungan yang dapat diperoleh petani.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena pengembangan komoditas pertanian tidak cukup hanya dilakukan dengan memperluas lahan. Faktor kesesuaian agroklimat, teknik budidaya, biaya produksi, ketersediaan sarana pertanian, serta pemasaran hasil panen perlu diperhitungkan sejak awal agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama turut terlibat dalam penguatan program tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan. Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. P. Rismanto juga meninjau calon kawasan pengembangan bawang putih di Desa Karangsari. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan lahan sekaligus memastikan rencana pengembangan dapat dilakukan berdasarkan kondisi lapangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa pengembangan bawang putih tidak diarahkan sekadar mengejar luasan tanam. Tahap awal justru difokuskan pada pengujian dan evaluasi sehingga pemerintah memiliki data yang cukup sebelum melakukan perluasan kawasan.
Menurutnya, apabila hasil pengujian menunjukkan bahwa bawang putih dapat tumbuh dengan baik, memiliki produktivitas yang sesuai, serta memberikan prospek ekonomi bagi petani, maka pengembangannya dapat dilanjutkan ke wilayah yang lebih luas. Dengan demikian, perluasan kawasan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan pengalaman di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan target luasan.
Program tersebut juga dirancang untuk membangun ekosistem pertanian secara lebih menyeluruh. Pengembangan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat dilanjutkan dengan penguatan perbenihan, pendampingan petani, penyediaan sarana produksi, pengelolaan pascapanen, hingga pemasaran hasil pertanian.
Bagi Kabupaten Kuningan, bawang putih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan. Pengembangan komoditas ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan potensi lahan sekaligus memberikan alternatif usaha bagi masyarakat di sektor pertanian.
Keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara aparat, pemerintah daerah, petani, dan berbagai pihak lainnya. Pendampingan di lapangan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahan serta ikut menjaga ketersediaan pangan.
Ketahanan pangan sendiri menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah. Ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, beragam, dan berkelanjutan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kuningan juga telah menempatkan kemandirian pangan sebagai bagian dari arah pembangunan daerah.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, keterbatasan tenaga kerja, dan kebutuhan peningkatan produktivitas, modernisasi serta inovasi menjadi semakin penting. Pemerintah daerah sebelumnya juga mendorong penerapan teknologi dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing pertanian Kuningan.
Melalui gerakan penanaman bawang putih tersebut, Kuningan diharapkan mampu membangun model pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Apabila pengembangan awal berhasil, program tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperluas kawasan produksi secara bertahap.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara konsisten. Dengan perencanaan yang matang, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi berdasarkan hasil lapangan, pengembangan bawang putih di Kuningan diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar