Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Mentan Temukan 13 dari 15 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas

Mentan Temukan 13 dari 15 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mentan Temukan 13 dari 15 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Standar, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali mengungkap hasil pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi di Indonesia. Berdasarkan pemeriksaan terhadap 15 merek beras fortifikasi yang beredar di pasaran, sebanyak 13 merek diduga tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena beras fortifikasi merupakan produk yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti keluarga berpenghasilan rendah, balita, serta masyarakat yang berisiko mengalami stunting.

Amran menjelaskan bahwa pengujian dilakukan menggunakan sejumlah laboratorium independen guna memastikan hasil pemeriksaan bersifat objektif. Dari hasil uji yang telah keluar, mayoritas sampel menunjukkan kandungan gizi yang tidak sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hingga saat ini baru sebagian hasil laboratorium yang diterima, namun pemerintah akan terus melanjutkan pemeriksaan terhadap seluruh sampel sebelum mengambil langkah penegakan hukum secara menyeluruh.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya berbagai zat gizi mikro, seperti vitamin B1, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan seng melalui penambahan kernel fortifikan. Produk tersebut wajib memenuhi ketentuan SNI 9314:2024 tentang kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 tentang beras fortifikasi. Standar tersebut diterapkan agar masyarakat memperoleh manfaat gizi sesuai tujuan utama program fortifikasi pangan nasional.

Selain persoalan mutu, Kementerian Pertanian juga menemukan adanya harga jual beras fortifikasi yang dinilai tidak wajar. Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah produk dijual dengan harga antara Rp17.580 hingga Rp42.500 per kilogram, dengan rata-rata sekitar Rp22.665 per kilogram. Padahal, tambahan biaya proses fortifikasi diperkirakan hanya sekitar Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram. Menurut pemerintah, kondisi tersebut mengindikasikan adanya selisih harga yang tidak dapat dijelaskan hanya dari biaya produksi sehingga perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Mentan menilai praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena beras fortifikasi sejatinya dirancang sebagai pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat. Berdasarkan analisis Kementerian Pertanian, apabila kondisi tersebut terus berlangsung, potensi kerugian konsumen diperkirakan dapat mencapai Rp71,9 triliun per tahun. Pemerintah menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa estimasi berdasarkan hasil analisis awal dan akan terus diverifikasi dalam proses pemeriksaan berikutnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian berencana memberikan sanksi administratif terhadap produsen yang terbukti melanggar ketentuan, termasuk pencabutan izin edar produk apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar mutu. Selain itu, temuan yang mengarah pada dugaan tindak pidana akan diteruskan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemerintah juga menyatakan akan mengumumkan identitas produsen yang terbukti melanggar setelah seluruh proses verifikasi selesai dilakukan.

Pemerintah berharap pengawasan yang lebih ketat terhadap produk beras fortifikasi dapat meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus menjaga tujuan utama program fortifikasi pangan nasional. Dengan memastikan seluruh produk yang beredar memenuhi standar mutu, masyarakat diharapkan memperoleh pangan bergizi yang aman, berkualitas, dan terjangkau, sementara pelaku usaha didorong untuk menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • H. Triayana, S.E. Bersama Jajaran Pengurus DPP LPLHK Lakukan Kunjungan Kerja ke PT VinFast Automobile Indonesia Plant

    H. Triayana, S.E. Bersama Jajaran Pengurus DPP LPLHK Lakukan Kunjungan Kerja ke PT VinFast Automobile Indonesia Plant

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 16
    • 0Komentar

    H. Triayana, S.E. Bersama Jajaran Pengurus DPP LPLHK Lakukan Kunjungan Kerja ke PT VinFast Automobile Indonesia Plant Karawang – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Peduli Lingkungan Hidup dan Kesehatan (LPLHK) melakukan kunjungan kerja ke PT VinFast Automobile Indonesia Plant, Senin (29/6/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP LPLHK, H. Triayana, S.E., didampingi jajaran […]

  • Perkuat Pembangunan Nasional, Baharkam Polri Optimalkan Peran Bhabinkamtibmas Sebagai Garda Terdepan di Tengah Masyarakat

    Perkuat Pembangunan Nasional, Baharkam Polri Optimalkan Peran Bhabinkamtibmas Sebagai Garda Terdepan di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Perkuat Pembangunan Nasional, Baharkam Polri Optimalkan Peran Bhabinkamtibmas Sebagai Garda Terdepan di Tengah Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri terus memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian dalam mendukung pembangunan nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas personel, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, serta optimalisasi fungsi pembinaan masyarakat guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang […]

  • OTT di Jakarta Barat dan Bali, KPK Ringkus Pejabat Imigrasi: PPWI Desak Pengusutan Gurita Pungli dan Keterlibatan Patnal

    OTT di Jakarta Barat dan Bali, KPK Ringkus Pejabat Imigrasi: PPWI Desak Pengusutan Gurita Pungli dan Keterlibatan Patnal

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • visibility 65
    • 0Komentar

      Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan gebrakan dalam pemberantasan rasuah di tanah air. Melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2026, penyidik komisi antirasuah melaporkan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan meringkus sejumlah oknum pejabat imigrasi yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat dan Bali. Penangkapan ini diduga […]

  • Sayembara Begal dan Krisis Negara Hukum

    Sayembara Begal dan Krisis Negara Hukum

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Sayembara Begal dan Krisis Negara Hukum Fenomena munculnya sayembara bagi masyarakat untuk menangkap pelaku begal kembali memicu perhatian publik. Praktik tersebut dinilai bukan sekadar bentuk kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan, melainkan juga menjadi sinyal adanya krisis kepercayaan terhadap sistem penegakan hukum. Ketika masyarakat mulai mengambil inisiatif sendiri dalam memburu pelaku kejahatan, muncul pertanyaan mengenai sejauh […]

  • Guru Dikeroyok usai Tegur Siswa Merokok, Alami Luka dan Istri Masih Trauma saat Ada Orang Datang

    Guru Dikeroyok usai Tegur Siswa Merokok, Alami Luka dan Istri Masih Trauma saat Ada Orang Datang

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Guru Dikeroyok usai Tegur Siswa Merokok, Alami Luka dan Istri Masih Trauma saat Ada Orang Datang Seorang guru pendidikan jasmani di sebuah sekolah dasar di Balikpapan, Kalimantan Timur, diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur sejumlah siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat karena terjadi ketika korban berupaya menjalankan […]

  • CORE Indonesia Nilai Pergantian Gubernur BI Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Pasar

    CORE Indonesia Nilai Pergantian Gubernur BI Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    CORE Indonesia Nilai Pergantian Gubernur BI Harus Menjadi Momentum Memperkuat Kepercayaan Pasar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) harus dijadikan momentum untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter nasional. Menurutnya, proses transisi yang berlangsung secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan […]

expand_less