Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Peristiwa kebakaran melanda sebuah toko buku di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kobaran api yang muncul pada malam hari dengan cepat membesar karena banyaknya barang yang mudah terbakar, seperti buku, alat tulis, kertas, serta perlengkapan sekolah yang tersimpan di dalam bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun hampir seluruh isi toko mengalami kerusakan akibat dilalap si jago merah.

Menurut informasi yang dihimpun, warga sekitar pertama kali melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang keluar dari bagian dalam bangunan. Mereka kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, sejumlah armada pemadam bersama personel gabungan tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang karena di dalam toko terdapat ribuan buku dan berbagai perlengkapan berbahan kertas yang mudah terbakar. Petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api serta melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Berkat kerja sama antara petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, dan masyarakat sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke bangunan lain.

Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar stok buku, alat tulis, perlengkapan kantor, rak penyimpanan, hingga sejumlah peralatan elektronik yang berada di dalam toko hangus terbakar. Pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian material hingga ratusan juta rupiah. Meski demikian, nilai kerugian secara pasti masih menunggu hasil pendataan dan perhitungan dari pihak terkait.

Petugas kepolisian bersama tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa instalasi kelistrikan, kondisi bangunan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi.

Kebakaran ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek keselamatan bangunan, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan sistem pencegahan kebakaran. Pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik, penggunaan perangkat elektronik yang sesuai standar, serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran, seperti munculnya asap atau percikan api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Respons dini menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan mengurangi potensi kerugian yang lebih luas.

Hingga saat ini, aparat masih melanjutkan proses penyelidikan guna memastikan penyebab utama kebakaran. Sementara itu, pemilik toko mulai melakukan pendataan terhadap barang-barang yang rusak sebagai bagian dari proses evaluasi kerugian dan upaya pemulihan usaha pascakejadian.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less