BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 2,4 yang Guncang Cianjur Pagi Hari
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 2,4 yang Guncang Cianjur Pagi Hari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,4 yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu pagi dipicu oleh aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah tersebut. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang terjadi akibat pergerakan batuan pada kerak bumi di kawasan Cianjur dan sekitarnya. Gempa dengan kekuatan relatif kecil itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan hanya dirasakan lemah oleh sebagian masyarakat di sekitar pusat gempa.
BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada di darat dengan kedalaman yang tergolong dangkal. Karakteristik gempa dangkal umumnya menimbulkan getaran yang lebih terasa di sekitar episentrum meskipun memiliki magnitudo yang kecil. Kondisi tersebut juga sering terjadi di wilayah Cianjur yang memiliki sejumlah struktur sesar aktif dan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi dibandingkan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat.
Wilayah Cianjur sendiri masih menjadi daerah yang memiliki aktivitas seismik yang cukup aktif sejak gempa besar yang terjadi pada November 2022. BMKG sebelumnya telah mengidentifikasi keberadaan Sesar Cugenang sebagai salah satu sumber gempa di kawasan tersebut. Aktivitas sesar lokal dan pergerakan kerak bumi di sekitar Cianjur menyebabkan wilayah ini masih berpotensi mengalami gempa-gempa kecil yang terjadi secara berkala.
Meski kekuatan gempa yang terjadi pagi hari ini tergolong kecil, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG maupun instansi terkait untuk menghindari penyebaran kabar yang menyesatkan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi. Pemeriksaan kondisi bangunan tempat tinggal, penyiapan jalur evakuasi, serta pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan saat terjadi gempa dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila sewaktu-waktu terjadi guncangan yang lebih besar.
Hingga laporan terakhir, belum terdapat informasi mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa Magnitudo 2,4 tersebut. BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Cianjur dan sekitarnya guna memastikan perkembangan lebih lanjut serta memberikan informasi terbaru kepada masyarakat apabila terjadi aktivitas gempa susulan.
Para ahli geologi menilai bahwa gempa-gempa berkekuatan kecil seperti ini merupakan bagian dari dinamika alam yang umum terjadi di wilayah Indonesia yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar