Kemenkes Ungkap Sekitar 400 Puskesmas Masih Belum Memiliki Dokter, Pemerataan Tenaga Medis Terus Dipercepat
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dokter Maria Endang Sumiwi tentang dokter di puskesmas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kemenkes Ungkap Sekitar 400 Puskesmas Masih Belum Memiliki Dokter, Pemerataan Tenaga Medis Terus Dipercepat
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 400 puskesmas di berbagai wilayah Indonesia yang belum memiliki dokter tetap. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang selama ini masih mengalami keterbatasan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Pemerintah pun terus berupaya mempercepat pemerataan tenaga medis agar seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang setara tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya.
Keberadaan dokter di puskesmas merupakan faktor penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Selain menangani pemeriksaan dan pengobatan pasien, dokter juga memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif, seperti edukasi kesehatan, pencegahan penyakit menular, pengawasan gizi masyarakat, hingga penanganan kasus kegawatdaruratan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Menurut Kementerian Kesehatan, tidak meratanya distribusi tenaga medis masih menjadi penyebab utama banyaknya puskesmas yang belum memiliki dokter. Sebagian besar tenaga kesehatan lebih memilih bertugas di wilayah perkotaan yang memiliki fasilitas lebih memadai dibandingkan daerah terpencil. Akibatnya, sejumlah puskesmas di kawasan terluar Indonesia masih mengalami kekosongan tenaga dokter sehingga pelayanan kesehatan belum dapat berjalan secara optimal.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah terus menjalankan berbagai program pemerataan tenaga kesehatan, termasuk melalui penempatan dokter berbasis kebutuhan daerah, program penugasan khusus, pemberian insentif bagi tenaga medis yang bersedia bertugas di wilayah sulit, serta memperluas pemanfaatan layanan kesehatan digital atau telemedisin. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan.
Selain pemerataan tenaga dokter, Kemenkes juga terus mendorong peningkatan kualitas fasilitas puskesmas melalui pengadaan alat kesehatan, renovasi gedung, serta penguatan sistem rujukan nasional. Dengan dukungan sarana yang memadai dan tenaga medis yang mencukupi, puskesmas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan primer kepada masyarakat.
Pemerintah menilai penguatan layanan kesehatan dasar merupakan bagian penting dari transformasi sistem kesehatan nasional. Oleh karena itu, berbagai kebijakan terus diarahkan untuk memastikan seluruh puskesmas memiliki tenaga kesehatan yang lengkap, mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, hingga tenaga kesehatan masyarakat. Pemerataan tersebut diharapkan mampu menurunkan kesenjangan pelayanan kesehatan antarwilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Kementerian Kesehatan juga mengajak pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam mendukung pemerataan tenaga medis melalui penyediaan fasilitas penunjang, tempat tinggal, serta berbagai bentuk dukungan lainnya bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar