Polda Metro Jaya Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama 100 Mahasiswa di Bundaran HI, Perkuat Persatuan Bangsa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Metro Jaya Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama 100 Mahasiswa di Bundaran HI, Perkuat Persatuan Bangsa
JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia Tahun 2026 bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus memperkuat semangat persatuan, menghormati perbedaan, dan mendorong generasi muda berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Acara yang diikuti sekitar 100 mahasiswa itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi ini, para peserta diajak menjadikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sekadar peringatan seremonial setiap tahun.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut memberikan apresiasi terhadap semangat para pemuda yang hadir. Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang semakin luas.
Raffi menekankan pentingnya peran pemuda dalam menghadapi penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan sikap bijak agar media sosial tidak menjadi sarana yang memecah belah masyarakat. Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan pandangan maupun latar belakang.
Pesan tersebut menjadi relevan karena media sosial kini menjadi salah satu ruang utama bagi anak muda untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menyampaikan pendapat. Informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar dengan cepat apabila pengguna tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, kemampuan memilah informasi dan menghormati perbedaan pendapat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan digital yang sehat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa deklarasi tersebut tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata. Ia berharap pertemuan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta membangun hubungan yang positif. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Indonesia.
Budi juga menekankan bahwa semangat kebangsaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, masyarakat, maupun ruang digital. Dengan demikian, deklarasi yang disampaikan para peserta diharapkan menjadi komitmen bersama untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat kontribusi pemuda bagi bangsa.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang diucapkan mahasiswa benar-benar tertanam dalam sikap dan perilaku mereka. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam deklarasi perlu diwujudkan secara konsisten, termasuk dalam cara berinteraksi, menyelesaikan perbedaan, serta membangun hubungan dengan kelompok masyarakat lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa. Isi deklarasi menitikberatkan pada komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati keberagaman, serta mengutamakan dialog terbuka dalam menjaga persatuan bangsa.
Keterlibatan mahasiswa dalam deklarasi tersebut juga menjadi ruang untuk menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam kegiatan akademik, tetapi juga dapat berkontribusi melalui gagasan, partisipasi sosial, dan penyampaian aspirasi yang bertanggung jawab. Dialog terbuka menjadi salah satu cara untuk menyampaikan perbedaan pandangan tanpa mengabaikan rasa saling menghormati.
Di sisi lain, kehadiran unsur TNI-Polri dan berbagai kelompok masyarakat memperlihatkan keterlibatan sejumlah pihak dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda tersebut. Hubungan yang dibangun melalui komunikasi dan kegiatan bersama diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana yang kondusif. Namun, komitmen persatuan tetap memerlukan pelaksanaan berkelanjutan melalui sikap saling menghargai dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga solidaritas, menyaring informasi, dan menghindari provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Melalui edukasi dan komunikasi yang terbuka, nilai-nilai kebangsaan diharapkan dapat terus hidup di kalangan generasi muda.
Polda Metro Jaya berharap deklarasi tersebut dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan serta berperan aktif dalam kegiatan positif. Komitmen yang disampaikan dalam acara itu diharapkan tidak berhenti pada pembacaan ikrar, tetapi diterapkan melalui tindakan nyata yang mendukung persatuan dan kemajuan bangsa.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar