Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Masyarakat » Polda Banten Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi KMP Batumandi yang Terbalik di Perairan Merak

Polda Banten Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi KMP Batumandi yang Terbalik di Perairan Merak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Polda Banten Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi KMP Batumandi yang Terbalik di Perairan Merak

Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengerahkan personel untuk menangani insiden yang melibatkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Kapal tersebut mengalami kebakaran sebelum akhirnya dilaporkan terbalik dan tenggelam. Peristiwa ini menjadi perhatian aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait karena berlangsung di jalur penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Dalam proses penanganan awal, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur penyelamatan lainnya untuk mengevakuasi penumpang dan awak kapal. Petugas segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut. Upaya penyelamatan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal.

Insiden kebakaran KMP Batumandi dilaporkan terjadi pada Selasa, 20 Oktober 2026, ketika kapal tengah melakukan perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Berdasarkan informasi awal dari pihak operator, tanda-tanda kebakaran diketahui saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak. Api dilaporkan muncul di bagian buritan, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

Lokasi kejadian berada di sekitar perairan belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Begitu menerima informasi tersebut, petugas gabungan mengerahkan armada pertolongan untuk membantu pemindahan penumpang menuju tempat yang lebih aman. Sejumlah unsur kepolisian, petugas pelabuhan, tim penyelamat, serta kapal-kapal pendukung turut dilibatkan dalam penanganan keadaan darurat.

Berdasarkan data manifes yang disampaikan Polda Banten, KMP Batumandi mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan. Dari jumlah penumpang tersebut, sebanyak 393 orang tercatat berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki. Selain penumpang, kapal tersebut juga membawa awak kapal yang turut menjalani proses evakuasi.

Polda Banten kemudian memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Meski demikian, sejumlah penumpang dilaporkan membutuhkan penanganan medis setelah kejadian tersebut. Mereka dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika, untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan sesuai kebutuhan.

Keberhasilan proses evakuasi tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak yang berada di lokasi. Selain petugas resmi, masyarakat dan nelayan di sekitar Pelabuhan Merak juga dilaporkan ikut memberikan bantuan kepada penumpang. Dukungan tersebut membantu proses penyelamatan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan pertolongan lebih cepat, seperti anak-anak dan bayi.

Setelah seluruh penumpang dievakuasi, perhatian petugas beralih pada penanganan kapal dan pengamanan area perairan. Pada perkembangan berikutnya, KMP Batumandi dilaporkan terbalik hingga tenggelam di sekitar Pelabuhan Merak pada Rabu malam, 21 Oktober 2026. Kondisi tersebut mendorong pihak terkait untuk melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan lokasi kapal tidak membahayakan keselamatan pelayaran maupun mengganggu lalu lintas kapal yang melintasi jalur tersebut.

Polda Banten juga menyediakan posko pelayanan bagi masyarakat terdampak di lantai dua Dermaga VI Pelabuhan Merak. Posko tersebut digunakan untuk membantu penumpang yang kehilangan barang berharga maupun dokumen penting selama insiden berlangsung. Personel kepolisian disiagakan untuk memberikan pelayanan serta membantu proses pelaporan kehilangan agar masyarakat dapat mengurus dokumen yang diperlukan.

Sementara itu, penyebab kebakaran yang menimpa KMP Batumandi masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian bersama instansi berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab serta rangkaian kejadian secara menyeluruh. Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai faktor pemicu insiden tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan kesimpulan didasarkan pada fakta, keterangan saksi, serta bukti yang ditemukan di lapangan. Langkah tersebut juga penting untuk menentukan tindakan evaluasi dan pencegahan yang diperlukan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan dalam operasional angkutan penyeberangan. Pemeriksaan berkala terhadap kapal, kesiapan awak dalam menghadapi keadaan darurat, ketersediaan perlengkapan keselamatan, serta koordinasi antarpihak menjadi unsur penting untuk melindungi penumpang dan kru selama perjalanan.

Penanganan insiden KMP Batumandi diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam layanan transportasi laut. Selain memastikan keselamatan penumpang, evaluasi juga diperlukan untuk memperkuat prosedur tanggap darurat dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kejadian serupa pada masa mendatang. Dengan koordinasi yang baik dan penerapan standar keselamatan secara konsisten, risiko dalam operasional pelayaran diharapkan dapat diminimalkan.

Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha

author avatar
Wafiq Qodriyatussoleha
  • Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less