Pramono Anung Apresiasi Massa Aksi dan TNI-Polri, Fasilitas Publik Jakarta Dipastikan Tetap Terjaga
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pramono Anung Apresiasi Massa Aksi dan TNI-Polri, Fasilitas Publik Jakarta Dipastikan Tetap Terjaga
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi serta jajaran TNI dan Polri yang melakukan pengamanan di sejumlah titik Ibu Kota pada Rabu (28/10/2026). Ia menilai pelaksanaan aksi berjalan tertib dan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dapat dijalankan dengan baik. Pramono juga mengapresiasi kepedulian peserta aksi dan aparat dalam menjaga fasilitas publik yang menjadi milik bersama.
Apresiasi tersebut disampaikan Pramono saat memberikan keterangan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). Ia bersyukur kegiatan penyampaian aspirasi pada hari sebelumnya dapat berlangsung dengan tertib. Menurutnya, kerja sama antara peserta demonstrasi, aparat keamanan, dan jajaran pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga situasi Ibu Kota tetap kondusif.
Pramono menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Mahasiswa dan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun pandangan terhadap berbagai persoalan publik. Namun, pelaksanaan hak tersebut juga perlu disertai tanggung jawab untuk menjaga ketertiban serta menghormati kepentingan masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono secara khusus menyampaikan terima kasih kepada personel TNI-Polri yang bertugas menjaga keamanan selama aksi berlangsung. Ia juga mengapresiasi para demonstran yang dinilai ikut menjaga fasilitas publik agar tidak mengalami kerusakan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban di Jakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi memerlukan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Pramono menjelaskan, setelah kegiatan demonstrasi berlangsung, petugas kebersihan atau pasukan oranye dikerahkan untuk membersihkan sejumlah lokasi yang menjadi titik berkumpulnya massa. Kegiatan pembersihan tersebut dikoordinasikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat. Upaya ini dilakukan agar sampah dan sisa kegiatan di ruang publik dapat segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Ia menyebut proses pembersihan berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB pada Kamis dini hari. Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WIB, fasilitas publik di lokasi-lokasi aksi dilaporkan telah selesai dibersihkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan kawasan yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan demonstrasi dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat secara normal.
Pramono menilai keberadaan fasilitas publik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga sehari-hari. Sarana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas, pelayanan masyarakat, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, pemeliharaan dan perlindungan fasilitas umum perlu menjadi perhatian bersama, termasuk ketika berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak orang di ruang terbuka.
Menurutnya, Jakarta merupakan milik bersama sehingga setiap warga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan dan sarana yang tersedia. Ia berharap sikap tertib selama demonstrasi dapat terus dipertahankan pada kegiatan penyampaian aspirasi berikutnya. Dengan demikian, masyarakat dapat menyuarakan pendapat tanpa menimbulkan gangguan terhadap fasilitas umum maupun aktivitas warga lainnya.
Peran aparat keamanan juga menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan aksi yang aman. Pengamanan diperlukan untuk menjaga ketertiban, mengantisipasi potensi gangguan, serta memastikan peserta aksi dan masyarakat di sekitar lokasi tetap terlindungi. Koordinasi antara kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah membantu mendukung pengelolaan situasi selama kegiatan berlangsung hingga massa membubarkan diri.
Di sisi lain, pembersihan setelah demonstrasi menunjukkan pentingnya penanganan ruang publik secara cepat agar fasilitas yang digunakan bersama tetap terawat. Pemerintah daerah melalui petugas kebersihan memiliki tanggung jawab untuk menangani sisa kegiatan, sedangkan masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak sarana yang tersedia.
Apresiasi yang disampaikan Pramono menjadi penegasan bahwa penyampaian aspirasi secara damai dan penjagaan fasilitas umum dapat berjalan beriringan. Kebebasan menyampaikan pendapat tetap perlu dihormati, sementara kepentingan masyarakat luas harus tetap diperhatikan. Kedua hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan demokrasi sekaligus memastikan ruang publik dapat digunakan secara aman dan nyaman.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kerja sama antara masyarakat, peserta aksi, aparat keamanan, dan petugas pelayanan publik dapat terus terjaga. Pramono mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan ketertiban serta merawat fasilitas yang tersedia di Ibu Kota. Dengan tanggung jawab bersama, kegiatan penyampaian aspirasi diharapkan dapat berlangsung secara demokratis tanpa mengorbankan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan masyarakat.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar