Polisi Tangkap Mahasiswa Terduga Penganiaya WNA Belanda di Manokwari, Kasus Masih Didalami
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Writing
Polisi Tangkap Mahasiswa Terduga Penganiaya WNA Belanda di Manokwari, Kasus Masih Didalami
MANOKWARI – Kepolisian menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang warga negara Belanda di Jalan Asrama Tingkat, kawasan Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/10/2026) tersebut menjadi perhatian setelah korban dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Dalam perkembangan penanganan perkara, kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian dan memastikan pihak yang bertanggung jawab.
Kasus tersebut ditangani oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110. Kapolresta Manokwari Kombes Pol. Ongky Isgunawan menyatakan bahwa personel kepolisian segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi, mengumpulkan informasi awal, serta mengevakuasi korban agar memperoleh penanganan medis.
Polisi juga mengerahkan tim khusus dan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim untuk menelusuri keberadaan orang yang diduga terlibat. Selain melakukan pencarian, penyidik meminta keterangan saksi guna menyusun kronologi peristiwa dan mengumpulkan bukti yang diperlukan dalam proses hukum.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIT di Jalan Asrama Tingkat, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat. Informasi awal mengenai kejadian diterima melalui layanan darurat 110 Polri. Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan memastikan korban mendapatkan pertolongan.
Korban diketahui merupakan wisatawan berkewarganegaraan Belanda berinisial YD. Dalam laporan mengenai kejadian tersebut, korban disebut terlibat perselisihan dengan seorang warga setempat yang kemudian diduga melakukan penyerangan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan korban berhadapan dengan seorang pria yang membawa kayu. Namun, penyebab awal perselisihan dan rangkaian kejadian secara lengkap masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.
Kapolresta Manokwari Kombes Pol. Ongky Isgunawan menyatakan bahwa kepolisian berupaya menangani perkara secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur. Selain melakukan penanganan awal terhadap korban, petugas mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.
Dalam proses penyelidikan, keterangan saksi dan bukti yang tersedia menjadi bagian penting untuk memastikan bagaimana perselisihan tersebut bermula dan tindakan apa saja yang terjadi. Polisi juga perlu mendalami hubungan antara pihak-pihak yang terlibat serta faktor yang memicu insiden. Sampai informasi yang dapat diverifikasi dari pemberitaan dan keterangan resmi tersebut, rincian mengenai motif kejadian belum dijelaskan secara lengkap oleh kepolisian.
Penanganan perkara ini turut menjadi perhatian karena korban merupakan warga negara asing yang sedang berada di wilayah Manokwari. Polresta Manokwari menegaskan bahwa perlindungan dan pelayanan kepolisian diberikan kepada seluruh masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara. Langkah cepat menuju lokasi dan evakuasi korban dilakukan untuk memastikan situasi terkendali serta korban memperoleh bantuan yang diperlukan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri terhadap orang yang diduga terlibat. Warga yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut diminta menyampaikannya kepada aparat agar dapat membantu proses pengungkapan perkara. Layanan Call Center Polri 110 juga dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan atau meminta bantuan kepolisian.
Perkembangan mengenai penangkapan mahasiswa yang disebut dalam judul sumber belum dapat dipastikan dari keterangan resmi yang berhasil diverifikasi dalam penelusuran ini. Informasi yang tersedia sebelumnya menyebutkan bahwa polisi mengerahkan tim khusus dan Unit Reaksi Cepat untuk memburu terduga pelaku. Oleh karena itu, status penangkapan, identitas terduga pelaku, dan perkembangan penyidikan perlu mengacu pada pembaruan resmi kepolisian agar tidak menimbulkan informasi yang keliru.
Polresta Manokwari menyatakan akan melanjutkan penanganan kasus berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh. Kepastian mengenai kronologi, motif, serta pertanggungjawaban hukum pihak yang diduga terlibat harus menunggu hasil proses penyelidikan dan penyidikan. Seluruh pihak tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tidak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar