Polisi Amankan 20 Pemuda yang Diduga Hendak Tawuran di Bassura Jakarta Timur
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Amankan 20 Pemuda yang Diduga Hendak Tawuran di Bassura Jakarta Timur
JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengamankan 20 pemuda yang diduga hendak terlibat aksi tawuran di kawasan Bassura, Jakarta Timur, pada Selasa (20/10/2026) dini hari. Penindakan tersebut dilakukan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta bersama personel polisi wanita (Polwan) setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Informasi awal diterima petugas sekitar pukul 01.23 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, tim patroli segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah pencegahan. Petugas kemudian membubarkan kelompok pemuda yang diduga akan melakukan tawuran guna mencegah kemungkinan terjadinya bentrokan yang dapat membahayakan warga maupun pengguna jalan.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut petugas turut mengamankan sejumlah barang yang ditemukan berkaitan dengan dugaan rencana tawuran. Barang-barang tersebut meliputi satu bilah celurit, satu bilah golok, cairan yang diduga merupakan air keras, 12 unit telepon genggam, serta tiga unit sepeda motor.
Seluruh barang yang diamankan selanjutnya dibawa untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, 20 pemuda yang berada dalam pengamanan petugas dibawa ke Markas Komando Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan dan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku.
Wahyu menyampaikan bahwa sekitar pukul 04.30 WIB, seluruh pemuda tersebut telah diserahkan kepada petugas piket untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna mendalami kejadian serta memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur kepolisian.
Pengamanan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya potensi aksi kekerasan yang melibatkan kelompok pemuda. Keberadaan benda-benda berbahaya di tengah dugaan rencana tawuran menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko cedera dan membahayakan keselamatan masyarakat apabila terjadi bentrokan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berorientasi pada penindakan. Menurutnya, langkah kepolisian juga bertujuan melindungi warga, termasuk kalangan remaja, agar tidak terlibat dalam tindakan kekerasan yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan masa depan mereka.
Budi juga menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya tawuran. Pengawasan terhadap aktivitas remaja serta kepedulian terhadap situasi lingkungan dinilai perlu diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
Peran masyarakat dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan tersebut. Laporan warga dapat membantu petugas mengenali potensi gangguan di suatu wilayah dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum situasi berkembang menjadi peristiwa yang membahayakan keselamatan publik.
Polda Metro Jaya mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan indikasi gangguan keamanan di lingkungan sekitar dan segera menyampaikannya kepada pihak berwenang.
Untuk memudahkan pelaporan, warga dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan lainnya. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat membantu petugas melakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Melalui patroli dan respons terhadap laporan masyarakat, kepolisian berupaya menjaga situasi keamanan di Jakarta Timur tetap kondusif. Sementara itu, 20 pemuda yang diamankan dalam peristiwa di kawasan Bassura tersebut menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh petugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar