Polda Kepri Gandeng Interpol Perkuat Operasi CHASE untuk Cegah Penyelundupan Bahan Kimia Berbahaya
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Writing
Polda Kepri Gandeng Interpol Perkuat Operasi CHASE untuk Cegah Penyelundupan Bahan Kimia Berbahaya
BATAM – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memperkuat kerja sama dengan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) untuk mencegah dan memberantas penyelundupan bahan kimia yang berpotensi mengancam keamanan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui operasi Chemical Anti-Smuggling Enforcement (CHASE), yang berfokus pada penyelidikan serta penindakan terhadap aktivitas penyelundupan bahan kimia, khususnya yang berpotensi berkaitan dengan kejahatan lintas negara.
Komitmen kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri bersama perwakilan Interpol di Markas Polda Kepri, Batam, pada Senin (26/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi antarlembaga, pertukaran informasi, serta penyelarasan langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap peredaran bahan kimia secara ilegal.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menegaskan bahwa jajarannya mendukung pelaksanaan Operasi CHASE melalui kolaborasi dengan Interpol dan berbagai instansi terkait. Dukungan tersebut mencakup langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum untuk mengantisipasi penyelundupan bahan kimia yang dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat.
Menurut Suhendri, upaya pencegahan perlu dilaksanakan secara terkoordinasi agar potensi penyelundupan dapat diidentifikasi sedini mungkin. Selain melakukan langkah pencegahan, penegakan hukum juga menjadi bagian penting dalam menindak aktivitas yang terbukti melanggar ketentuan. Kerja sama dengan lembaga internasional diharapkan dapat memperkuat kemampuan aparat dalam menghadapi kejahatan yang melibatkan jaringan lintas wilayah maupun lintas negara.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo turut menyoroti pentingnya pertukaran informasi antara Polda Kepri, Interpol, dan instansi terkait. Menurutnya, penanganan penyelundupan bahan kimia tidak dapat dilakukan secara terpisah karena bahan-bahan tersebut berpotensi disalahgunakan untuk mendukung tindak pidana lain, termasuk kejahatan narkotika.
Anom menekankan bahwa sinergi lintas lembaga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengungkapan kasus sekaligus mencegah berkembangnya jaringan kejahatan yang memanfaatkan bahan kimia secara ilegal. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung penegakan hukum terhadap kejahatan lintas negara dan menjaga situasi keamanan di wilayah Kepulauan Riau tetap kondusif.
Perwakilan Interpol CHEMEX, Carlos Lienert, menjelaskan bahwa Operasi CHASE diarahkan pada penyelidikan dan pemberantasan penyelundupan bahan kimia, termasuk material yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak maupun zat berbahaya lainnya. Penyalahgunaan bahan tersebut berpotensi menimbulkan ancaman serius apabila dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kriminal.
Selain berpotensi berkaitan dengan pembuatan bahan peledak, penyelundupan dan penyalahgunaan bahan kimia juga dapat berhubungan dengan tindak pidana terorisme, narkotika, pertambangan ilegal, serta praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Karena itu, pengawasan terhadap pergerakan bahan kimia menjadi salah satu aspek penting dalam upaya mencegah pemanfaatan material tersebut untuk kegiatan yang melanggar hukum.
Dalam pelaksanaan Operasi CHASE, penyelidikan dapat mencakup individu, kargo, dan kendaraan yang diduga memiliki keterkaitan dengan penyelundupan bahan kimia. Langkah tersebut memerlukan dukungan informasi yang akurat serta koordinasi antarlembaga agar proses identifikasi dan penanganan dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Carlos Lienert juga menekankan pentingnya pertukaran data dan informasi pada tingkat internasional, nasional, maupun regional. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung efektivitas operasi. Batam ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rangka memperkuat upaya pencegahan penyelundupan bahan kimia.
Kerja sama Polda Kepri dan Interpol melalui Operasi CHASE diharapkan dapat memperkuat upaya mendeteksi, menyelidiki, dan memberantas penyelundupan bahan kimia yang berpotensi mendukung berbagai bentuk kejahatan. Pertukaran informasi dan koordinasi lintas negara menjadi bagian penting dalam menghadapi tindak pidana yang penanganannya membutuhkan keterlibatan lebih dari satu institusi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei mengajak masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman serta kondusif. Partisipasi warga dinilai penting dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan dan menciptakan lingkungan yang tertib.
Nona juga mengingatkan masyarakat bahwa Layanan Kepolisian 110 dapat dimanfaatkan untuk meminta bantuan maupun menyampaikan pengaduan kepada Polri. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis, sehingga masyarakat memiliki saluran untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan perhatian kepolisian.
Melalui penguatan kerja sama dengan Interpol dan instansi terkait, Polda Kepri berupaya meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ancaman penyelundupan bahan kimia di wilayah Kepulauan Riau. Pelaksanaan Operasi CHASE menjadi bagian dari langkah koordinatif untuk mendukung penegakan hukum terhadap kejahatan lintas negara sekaligus menjaga keamanan masyarakat.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar