Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kilogram Etomidate Asal Malaysia, Bongkar Laboratorium Rahasia di Jakarta

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kilogram Etomidate Asal Malaysia, Bongkar Laboratorium Rahasia di Jakarta

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kilogram Etomidate Asal Malaysia, Bongkar Laboratorium Rahasia di Jakarta

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis baru, Etomidate, seberat 5 kilogram yang dibawa dari Malaysia ke Indonesia. Pengungkapan tersebut juga membuka jaringan lintas negara yang diduga menjalankan aktivitas produksi vape yang mengandung Etomidate di sebuah apartemen di Jakarta Utara.

Pengungkapan kasus tersebut bermula ketika petugas Bea Cukai mengamankan lima warga negara Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat, 25 September 2026. Kelima orang tersebut diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan peredaran Etomidate dari Malaysia menuju Indonesia.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sebanyak 10 bungkus serbuk yang diduga mengandung Etomidate. Barang tersebut disembunyikan pada bagian dalam alas sepatu yang dikenakan para kurir. Setiap orang membawa dua bungkus dengan berat sekitar 500 gram per bungkus sehingga total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 5 kilogram.

Hasil pemeriksaan laboratorium Bea Cukai kemudian menunjukkan bahwa serbuk tersebut positif mengandung Etomidate. Barang bukti selanjutnya kembali diperiksa di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri pada 27 September 2026 dan hasil pemeriksaan juga menunjukkan kandungan Etomidate.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Irjen Pol. Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut melibatkan jaringan internasional. Sebanyak tujuh orang diamankan dalam perkara ini, terdiri dari lima warga negara Malaysia, satu warga negara Indonesia, dan satu warga negara Tiongkok.

Lima warga negara Malaysia yang diamankan diduga menjalankan peran sebagai kurir. Sementara itu, seorang warga negara Tiongkok bernama Wu Song diduga memiliki keterkaitan dengan tempat yang digunakan sebagai laboratorium rahasia. Adapun seorang warga negara Indonesia berinisial Satria Surya Sumantri diduga berperan sebagai pengemudi.

Pengembangan penyidikan kemudian membawa aparat menuju sebuah apartemen di kawasan Jakarta Utara. Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan berbagai peralatan dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan produksi vape yang mengandung Etomidate.

Polisi menyebut terdapat bahan baku cair dalam jumlah besar di lokasi tersebut. Berdasarkan penghitungan sementara penyidik, ditemukan sekitar 85.000 mililiter bahan cair. Aparat kemudian melakukan perhitungan potensi produk yang dapat dihasilkan dari bahan tersebut sebagai bagian dari pengungkapan skala jaringan.

Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga mendalami pola komunikasi dan pembagian tugas di antara para pihak yang diduga terlibat. Informasi awal menunjukkan adanya seseorang yang dikenal dengan panggilan “Madam” yang diduga memberikan instruksi kepada sejumlah kurir untuk membawa Etomidate dari Malaysia ke Indonesia.

Komunikasi tersebut disebut dilakukan melalui aplikasi pesan. Setelah tiba di Indonesia, para kurir diarahkan untuk mengumpulkan barang yang dibawa sebelum kemudian diserahkan kepada pihak lain yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.

Dari hasil pengembangan, aparat kemudian mengamankan Wu Song. Polisi menemukan kunci sebuah unit apartemen di kawasan Mediterania Marina Residence, Jakarta Utara, yang kemudian menjadi lokasi penggeledahan. Di tempat tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang dan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi.

Wu Song disebut berada di Indonesia sejak 19 September 2026. Berdasarkan pemeriksaan, ia diduga mendapat arahan untuk melakukan pencatatan terhadap sejumlah barang yang tersimpan di apartemen tersebut. Barang-barang itu antara lain bahan cair, komponen vape, serta berbagai kemasan.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap jaringan tersebut untuk mengetahui seluruh pihak yang terlibat, termasuk pihak yang diduga memberikan perintah, sumber barang, jalur pengiriman, serta tujuan peredarannya. Penyidik juga terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Bareskrim Polri dan Bea Cukai dalam mencegah masuknya narkotika jenis baru ke Indonesia. Perkembangan jenis zat yang beredar melalui berbagai bentuk produk juga menjadi perhatian aparat penegak hukum karena dapat menimbulkan risiko terhadap masyarakat.

Dengan adanya pengungkapan tersebut, aparat menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dalam melakukan pengawasan terhadap jalur masuk barang dari luar negeri. Penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika juga dilakukan melalui pengembangan informasi untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan internasional tersebut.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para tersangka dan barang bukti yang telah diamankan guna mengungkap keseluruhan jaringan serta memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. :

Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less