Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menjadi perhatian publik. Selain memunculkan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan pelatihan, termasuk besarnya anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta. Seorang pensiunan jenderal mengungkapkan bahwa biaya pelatihan yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta untuk setiap peserta yang mengikuti program tersebut.

Besarnya nilai anggaran tersebut dinilai seharusnya sejalan dengan kualitas penyelenggaraan pelatihan, mulai dari fasilitas pendidikan, kesiapan tenaga medis, pemeriksaan kesehatan, hingga sistem pengawasan terhadap kondisi fisik para peserta. Dengan biaya yang tidak sedikit, berbagai kalangan berharap seluruh aspek keselamatan peserta benar-benar menjadi prioritas utama selama proses pelatihan berlangsung.

Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertujuan mencetak calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Para peserta diwajibkan mengikuti latihan dasar kemiliteran selama kurang lebih 45 hari di sejumlah satuan pendidikan militer sebelum nantinya ditempatkan untuk membantu pengelolaan koperasi di berbagai daerah.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut diwarnai kabar duka setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Pertahanan, penyebab meninggalnya para peserta berbeda-beda, mulai dari serangan jantung, heat stroke, komplikasi penyakit tuberkulosis, hingga gangguan pernapasan yang dialami selama mengikuti pelatihan. Pemerintah menyatakan seluruh kejadian tersebut sedang dievaluasi secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan legislatif maupun pengamat. Sejumlah anggota DPR meminta Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan latihan dasar kemiliteran hingga proses evaluasi selesai dilakukan. Mereka menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama, terlebih para peserta berasal dari kalangan masyarakat sipil yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, bukan calon prajurit militer.

Pensiunan jenderal yang turut memberikan perhatian terhadap kasus ini menilai besarnya biaya pelatihan harus diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal. Menurutnya, apabila benar anggaran mencapai Rp45 juta per peserta, maka penyelenggara wajib memastikan seluruh peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan yang ketat, pendampingan medis selama latihan, asupan gizi yang memadai, serta pola latihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing individu. Ia menekankan bahwa investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia harus dibarengi dengan sistem perlindungan yang maksimal.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memastikan akan melakukan investigasi terhadap setiap kasus kematian peserta. Evaluasi akan mencakup proses seleksi kesehatan sebelum pelatihan, metode latihan fisik, kesiapan fasilitas kesehatan di lokasi pendidikan, hingga prosedur penanganan apabila peserta mengalami kondisi darurat. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kasus meninggalnya lima calon manajer Kopdes menjadi pelajaran penting bahwa setiap program pelatihan berskala nasional harus mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan peserta. Masyarakat berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan perbaikan menyeluruh sehingga program pengembangan sumber daya manusia tetap berjalan sesuai tujuan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan para peserta yang terlibat.

Jurnalis : Raka

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudaryono Beri Ultimatum Penertiban Dapur MBG Bermasalah, Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyimpangan

    Sudaryono Beri Ultimatum Penertiban Dapur MBG Bermasalah, Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyimpangan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    “` Sudaryono Beri Ultimatum Penertiban Dapur MBG Bermasalah, Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyimpangan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terhadap dapur-dapur yang terindikasi bermasalah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan, tepat […]

  • Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Kota Malang, Oknum Pengajar Ditangkap Polisi

    Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Kota Malang, Oknum Pengajar Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Kota Malang, Oknum Pengajar Ditangkap Polisi Aparat kepolisian menangkap seorang oknum pengajar di sebuah pondok pesantren di Kota Malang yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari korban dan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengumpulkan alat bukti. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan lingkungan […]

  • Damkar Sukabumi Gunakan Teknik Unik Selamatkan Sapi 500 Kilogram yang Terjebak di Sumur Tua

    Damkar Sukabumi Gunakan Teknik Unik Selamatkan Sapi 500 Kilogram yang Terjebak di Sumur Tua

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Damkar Sukabumi Gunakan Teknik Unik Selamatkan Sapi 500 Kilogram yang Terjebak di Sumur Tua Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan kreativitas dalam menjalankan tugas penyelamatan. Kali ini, personel Pos IX Sagaranten berhasil mengevakuasi seekor sapi pejantan berbobot sekitar 500 kilogram yang terperosok ke dalam sumur tua sedalam enam meter di […]

  • Pemprov DKI Jakarta Bantah Tuduhan Mematikan CCTV Saat Aksi Demonstrasi Mahasiswa

    Pemprov DKI Jakarta Bantah Tuduhan Mematikan CCTV Saat Aksi Demonstrasi Mahasiswa

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pemprov DKI Jakarta Bantah Tuduhan Mematikan CCTV Saat Aksi Demonstrasi Mahasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantah tudingan yang menyebut kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik sengaja dimatikan saat berlangsungnya aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Bantahan tersebut disampaikan setelah muncul berbagai spekulasi dan informasi yang beredar di media sosial terkait tidak […]

  • Polda Kalteng Amankan 9 Tersangka” Kasus Dugaan Penimbun BBM.

    Polda Kalteng Amankan 9 Tersangka” Kasus Dugaan Penimbun BBM.

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Berita Polri.com. PalangkaRaya. Sembilan orang tersangka dengan 6 laporan polisi terkait dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) diamankan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng). Seluruh kasus tersebut kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan untuk memastikan adanya unsur tindak pidana yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara. Kapolda Kalteng, Irjen. Pol. Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa para […]

  • Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Menjadi 6.125 Orang, Ribuan Warga Masih Dilaporkan Hilang

    Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Menjadi 6.125 Orang, Ribuan Warga Masih Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Korban Tewas Gempa Venezuela Naik Menjadi 6.125 Orang, Ribuan Warga Masih Dilaporkan Hilang Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kembar berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni 2026 kembali meningkat. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan otoritas setempat, korban meninggal dunia kini mencapai 6.125 orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus […]

expand_less