Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menjadi perhatian publik. Selain memunculkan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan pelatihan, termasuk besarnya anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta. Seorang pensiunan jenderal mengungkapkan bahwa biaya pelatihan yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta untuk setiap peserta yang mengikuti program tersebut.

Besarnya nilai anggaran tersebut dinilai seharusnya sejalan dengan kualitas penyelenggaraan pelatihan, mulai dari fasilitas pendidikan, kesiapan tenaga medis, pemeriksaan kesehatan, hingga sistem pengawasan terhadap kondisi fisik para peserta. Dengan biaya yang tidak sedikit, berbagai kalangan berharap seluruh aspek keselamatan peserta benar-benar menjadi prioritas utama selama proses pelatihan berlangsung.

Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertujuan mencetak calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Para peserta diwajibkan mengikuti latihan dasar kemiliteran selama kurang lebih 45 hari di sejumlah satuan pendidikan militer sebelum nantinya ditempatkan untuk membantu pengelolaan koperasi di berbagai daerah.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut diwarnai kabar duka setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Pertahanan, penyebab meninggalnya para peserta berbeda-beda, mulai dari serangan jantung, heat stroke, komplikasi penyakit tuberkulosis, hingga gangguan pernapasan yang dialami selama mengikuti pelatihan. Pemerintah menyatakan seluruh kejadian tersebut sedang dievaluasi secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan legislatif maupun pengamat. Sejumlah anggota DPR meminta Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan latihan dasar kemiliteran hingga proses evaluasi selesai dilakukan. Mereka menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama, terlebih para peserta berasal dari kalangan masyarakat sipil yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, bukan calon prajurit militer.

Pensiunan jenderal yang turut memberikan perhatian terhadap kasus ini menilai besarnya biaya pelatihan harus diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal. Menurutnya, apabila benar anggaran mencapai Rp45 juta per peserta, maka penyelenggara wajib memastikan seluruh peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan yang ketat, pendampingan medis selama latihan, asupan gizi yang memadai, serta pola latihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing individu. Ia menekankan bahwa investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia harus dibarengi dengan sistem perlindungan yang maksimal.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memastikan akan melakukan investigasi terhadap setiap kasus kematian peserta. Evaluasi akan mencakup proses seleksi kesehatan sebelum pelatihan, metode latihan fisik, kesiapan fasilitas kesehatan di lokasi pendidikan, hingga prosedur penanganan apabila peserta mengalami kondisi darurat. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kasus meninggalnya lima calon manajer Kopdes menjadi pelajaran penting bahwa setiap program pelatihan berskala nasional harus mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan peserta. Masyarakat berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan perbaikan menyeluruh sehingga program pengembangan sumber daya manusia tetap berjalan sesuai tujuan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan para peserta yang terlibat.

Jurnalis : Raka

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 45
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Polres Boyolali Ungkap Kasus Pembunuhan di Ngemplak, Menantu Korban Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka

    Polres Boyolali Ungkap Kasus Pembunuhan di Ngemplak, Menantu Korban Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Polres Boyolali Ungkap Kasus Pembunuhan di Ngemplak, Menantu Korban Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka Kepolisian Resor (Polres) Boyolali berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat di wilayah Kecamatan Ngemplak. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan seorang menantu korban sebagai tersangka setelah melalui serangkaian penyelidikan dan pengumpulan alat bukti yang dilakukan secara intensif oleh tim penyidik. Kasus […]

  • Trump Bakal Buka Blokade Selat Hormuz, Dekati China? 30 Play Button

    Trump Bakal Buka Blokade Selat Hormuz, Dekati China?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Beritapolri
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Trump Bakal Buka Blokade Selat Hormuz, Dekati China? Langkah Baru AS Jadi Sorotan Dunia Washington – Wacana kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan membuka blokade di kawasan Selat Hormuz sekaligus mendekati China menjadi perhatian besar komunitas internasional. Langkah tersebut dinilai dapat mengubah peta geopolitik global, terutama dalam sektor energi, perdagangan, dan hubungan keamanan […]

  • Polisi Periksa Manajemen DWP Terkait Dugaan Penjualan Whip Pink, Penyelidikan Masih Berlangsung

    Polisi Periksa Manajemen DWP Terkait Dugaan Penjualan Whip Pink, Penyelidikan Masih Berlangsung

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Polisi Periksa Manajemen DWP Terkait Dugaan Penjualan Whip Pink, Penyelidikan Masih Berlangsung Aparat kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap pihak manajemen DWP terkait dugaan penjualan produk yang dikenal dengan nama Whip Pink. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan informasi, keterangan, serta berbagai bukti yang diperlukan guna mengetahui apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam […]

  • Truk Ekspedisi Terguling Saat Hendak Putar Balik di Jakarta Barat, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

    Truk Ekspedisi Terguling Saat Hendak Putar Balik di Jakarta Barat, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Truk Ekspedisi Terguling Saat Hendak Putar Balik di Jakarta Barat, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan ekspedisi terjadi di wilayah Jakarta Barat. Sebuah truk ekspedisi dilaporkan terguling ketika hendak melakukan putar balik di jalan raya. Insiden tersebut mengakibatkan arus kendaraan di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan karena badan […]

  • Kamis, 7 Mei 2026 Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Wiyagus Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

    Kamis, 7 Mei 2026 Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Wiyagus Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Wartawan Berita Polri
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa keberadaan fasilitas simulasi pemilihan digital tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat memamerkan teknologi E-Voting. Menurutnya, fasilitas tersebut harus berkembang menjadi pusat pengembangan pengetahuan sekaligus perumusan rekomendasi kebijakan terkait tata kelola pemilu digital di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam Peresmian Digital Election Simulation Lab (DESLab) […]

expand_less