Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Arus Kali Ciliwung Saat Mencari Ikan, Warga Sempat Berupaya Menolong
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Tenggelam
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Arus Kali Ciliwung Saat Mencari Ikan, Warga Sempat Berupaya Menolong
Peristiwa tragis terjadi di kawasan Kali Ciliwung, Kampung Mampangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, ketika seorang bocah laki-laki berusia lima tahun meninggal dunia setelah terseret arus sungai saat mencari ikan bersama temannya. Insiden tersebut terjadi ketika korban bersama seorang rekannya mencoba menangkap ikan-ikan kecil di aliran sungai yang terlihat dangkal. Namun kondisi dasar sungai yang licin serta derasnya arus membuat korban kehilangan keseimbangan hingga akhirnya hanyut terbawa aliran air.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum kejadian kedua anak tersebut sempat menyeberangi bagian sungai yang terlihat aman. Namun saat berada di tengah aliran, korban diduga terpeleset dan jatuh ke bagian sungai yang lebih dalam. Teman korban berusaha memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil sehingga korban terbawa aliran Kali Ciliwung.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada aparat setempat. Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, petugas pemadam kebakaran, unsur TNI, relawan, serta masyarakat langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Proses pencarian berlangsung selama beberapa jam dengan menyisir titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Setelah dilakukan penyisiran secara intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi oleh petugas untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar yang ikut menyaksikan proses pencarian.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan bahaya bermain di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak. Meskipun permukaan air terlihat tenang atau dangkal, kondisi dasar sungai yang licin, arus yang tidak terlihat dari permukaan, serta perubahan kedalaman secara tiba-tiba dapat membahayakan keselamatan. Orang tua diimbau untuk selalu mengawasi aktivitas anak, khususnya ketika berada di sekitar aliran sungai, waduk, maupun saluran air lainnya.
Pihak berwenang juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan atau saat debit air sungai meningkat. Edukasi mengenai keselamatan di kawasan perairan dinilai penting agar anak-anak memahami risiko yang dapat terjadi ketika bermain atau beraktivitas di sekitar sungai tanpa pengawasan orang dewasa.
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Diharapkan dengan adanya pengawasan yang lebih baik dari keluarga, lingkungan sekitar, serta pemerintah daerah, kejadian serupa dapat dicegah sehingga tidak kembali merenggut korban jiwa di kemudian hari.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar