Kemensos dan Polri Perkuat Sinergi Penanganan Bencana hingga Sekolah Rakyat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kemensos dan Polri Perkuat Sinergi Penanganan Bencana hingga Sekolah Rakyat
\JAKARTA\ — Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan TNI dalam mendukung berbagai program sosial, mulai dari penanganan bencana alam, rehabilitasi sosial, hingga pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.\
Penguatan sinergi tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Irjen Pol Muhammad Sabilul Alif, bersama 16 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026.\
Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Senin (26/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Agus menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar berbagai program pelayanan sosial dapat dilaksanakan secara lebih cepat, terarah, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.\
\Penanganan bencana menjadi prioritas koordinasi\\
Agus menjelaskan, penanganan bencana alam merupakan salah satu bidang yang membutuhkan kerja sama intensif antara Kemensos dan TNI-Polri. Dalam situasi darurat, kecepatan penyaluran bantuan menjadi faktor penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama bantuan logistik dan makanan.\
Menurut Agus, keterlambatan distribusi bantuan dapat memperberat kondisi warga yang sedang menghadapi situasi sulit. Karena itu, koordinasi sejak tahap penanganan darurat perlu diperkuat agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat di lokasi bencana.\
Ia juga menyoroti tantangan distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau. Dalam kondisi tersebut, dukungan personel, peralatan, serta kemampuan operasional TNI-Polri dinilai dapat membantu petugas Kemensos menjangkau lokasi dan mengirimkan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.\
Agus menegaskan bahwa kolaborasi yang cepat sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Kemensos memiliki bantuan logistik yang perlu didistribusikan, sedangkan dukungan sumber daya manusia dan sarana operasional dari TNI-Polri dapat membantu proses penyaluran di wilayah yang aksesnya terbatas.\
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pengiriman bantuan, tetapi juga meningkatkan koordinasi petugas di lapangan. Dengan demikian, kebutuhan mendesak masyarakat dapat diidentifikasi dan ditangani sesuai kondisi serta tingkat urgensi di masing-masing lokasi.\
\Rehabilitasi sosial bagi korban berbagai tindak pidana\\
Selain penanganan bencana, kerja sama Kemensos dengan TNI-Polri juga dibutuhkan dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial. Bidang ini mencakup pendampingan terhadap korban tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
Agus menyampaikan bahwa beragam program Kemensos memiliki keterkaitan dengan tugas kepolisian dan TNI. Oleh karena itu, komunikasi antarlembaga diperlukan agar penanganan terhadap kelompok rentan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan atau hukum, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pemulihan, pendampingan, dan dukungan sosial.\
Koordinasi yang baik diharapkan membantu memastikan korban memperoleh layanan sesuai kebutuhannya. Pendekatan rehabilitasi sosial menjadi bagian penting untuk mendukung pemulihan kondisi korban sekaligus membantu mereka kembali menjalani kehidupan di lingkungan masyarakat.\
\Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat\\
Dalam audiensi tersebut, Agus turut menyoroti pentingnya peran bersama dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga membutuhkan pendampingan untuk membantu siswa mengembangkan karakter, kemandirian, dan potensi diri.\
Menurut Agus, koordinasi Kemensos dengan Polri diperlukan agar persoalan yang dihadapi siswa dapat ditangani secara tepat. Dalam situasi tertentu, anak-anak membutuhkan pendekatan rehabilitasi dan pendampingan, sehingga penyelesaian masalah perlu mempertimbangkan kondisi serta kepentingan terbaik bagi anak.\
Ia berharap koordinasi antarlembaga dapat membuat penanganan persoalan di lapangan menjadi lebih efektif. Hambatan yang sebelumnya memperlambat pelayanan diharapkan dapat diatasi melalui komunikasi yang lebih baik dan pembagian peran yang jelas.\
Agus juga menilai keterlibatan TNI-Polri berpotensi mendukung pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif. Pendampingan tersebut diharapkan melengkapi proses pendidikan yang berlangsung di lingkungan sekolah.\
Sebagai contoh, Agus menyampaikan perubahan kebiasaan sebagian siswa sejak mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan bangun pagi mulai terbiasa bangun lebih awal untuk menjalani rutinitas harian, termasuk kegiatan ibadah.\
Ia menyebut kebiasaan bangun sekitar pukul 04.00 menjadi salah satu contoh perubahan disiplin yang diamati pada siswa. Menurutnya, pembiasaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter dan kemandirian anak melalui lingkungan pendidikan yang terstruktur.\
Agus menambahkan, perubahan perilaku dan kebiasaan siswa mulai terlihat sejak Sekolah Rakyat beroperasi pada 2025. Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu siswa berkembang, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.\
Penguatan sinergi Kemensos, Polri, dan TNI diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program sosial secara lebih terpadu. Mulai dari distribusi bantuan ketika bencana, rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan, hingga pendampingan siswa Sekolah Rakyat, koordinasi yang efektif menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.\
Jurnalis : Wulandari\\
- Penulis: Wulandari


Saat ini belum ada komentar