Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Gerak Cepat Kapolri Suyudi, Lantik Pejabat Baru dan Rotasi Sejumlah Kapolda

Gerak Cepat Kapolri Suyudi, Lantik Pejabat Baru dan Rotasi Sejumlah Kapolda

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gerak Cepat Kapolri Suyudi, Lantik Pejabat Baru dan Rotasi Sejumlah Kapolda

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bergerak cepat melakukan penataan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah resmi menjabat sebagai orang nomor satu di institusi Polri. Sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan kepala kepolisian daerah (Kapolda) mendapatkan penugasan baru sebagai bagian dari rotasi dan mutasi organisasi.

Langkah tersebut dilakukan tidak lama setelah Suyudi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Sehari setelah pelantikan, Polri menerbitkan keputusan mutasi dan rotasi terhadap puluhan perwira yang mendapatkan penugasan baru.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, mutasi tersebut mencakup 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Dari jumlah tersebut, sejumlah personel mendapatkan promosi maupun penugasan pada posisi strategis di lingkungan Mabes Polri dan kepolisian daerah.

Rotasi tersebut juga mencakup 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia. Perubahan posisi kepala kepolisian daerah menjadi salah satu bagian dari penataan organisasi yang dilakukan pada awal masa kepemimpinan Suyudi sebagai Kapolri.

Sejumlah pejabat yang memperoleh penugasan baru antara lain Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hengki sebagai Kapolda Jawa Barat, serta Irjen Pol Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau.

Selain itu, Irjen Pol Reza Arief Dewanto mendapat penugasan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku, dan Irjen Pol Suhendri sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Pergantian juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya.

Untuk wilayah Banten, jabatan Kapolda dipercayakan kepada Brigjen Pol Hendra Kurniawan. Sementara itu, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mendapat tugas sebagai Kapolda Jawa Tengah dan Brigjen Pol Pasma Royce ditugaskan sebagai Kapolda Bali.

Rotasi juga menyentuh sejumlah wilayah di Sumatera dan Sulawesi. Di antaranya Irjen Pol Rony Samtana sebagai Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol M. Awal Chairuddin sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Jawari sebagai Kapolda Sumatera Barat, serta Irjen Pol Rizal Irawan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.

Selain posisi Kapolda, sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri juga mengalami perubahan. Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi yang dilakukan bersamaan dengan mutasi dan promosi puluhan perwira.

Dalam rangkaian perubahan tersebut, sejumlah posisi penting seperti Irwasum, Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, Kalemdiklat, hingga beberapa posisi kepala divisi juga mengalami pergantian pejabat. Penataan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dan pelaksanaan tugas kepolisian.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Menurutnya, pergantian jabatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas.

Setelah keputusan mutasi diterbitkan, Kapolri Suyudi kemudian memimpin langsung prosesi pelantikan dan serah terima jabatan sejumlah pejabat baru. Sebanyak 27 perwira menjalani rangkaian pelantikan dan serah terima jabatan untuk mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes Polri dan kewilayahan.

Pelantikan tersebut menjadi salah satu langkah awal Suyudi dalam menata organisasi Polri setelah menerima mandat sebagai Kapolri. Perubahan komposisi pejabat di berbagai tingkatan diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan tugas sekaligus menyesuaikan organisasi dengan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Polri menyebut percepatan penataan organisasi berkaitan dengan upaya menghadirkan institusi kepolisian yang dapat merespons kebutuhan masyarakat. Pergantian pejabat juga menjadi bagian dari dinamika organisasi yang secara rutin dilakukan dalam tubuh Polri.

Dengan adanya rotasi tersebut, para pejabat yang menerima penugasan baru akan menghadapi tanggung jawab masing-masing sesuai wilayah dan bidang yang dipimpin. Pelaksanaan tugas di lapangan selanjutnya menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana kebijakan dan penataan organisasi tersebut diterapkan.

Langkah awal Suyudi sebagai Kapolri ini sekaligus menjadi perhatian publik karena dilakukan tidak lama setelah pergantian pucuk pimpinan Polri. Ke depan, pelaksanaan tugas para pejabat baru akan menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap jalannya organisasi dan pelayanan kepolisian di berbagai wilayah.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less