Kapolri Jamin Biaya Pengobatan Ojol Korban Insiden BYD di Blok M hingga Sembuh\
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Jamin Biaya Pengobatan Ojol Korban Insiden BYD di Blok M hingga Sembuh\
JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memastikan Polri menjamin seluruh penanganan medis pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Jaminan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban yang mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.\
Kepastian itu disampaikan Suyudi melalui akun Instagram resminya pada Selasa (27/10/2026). Ia menegaskan bahwa Polri akan membantu memenuhi kebutuhan penanganan medis korban hingga dinyatakan pulih. Langkah tersebut dilakukan agar korban memperoleh perawatan yang diperlukan selama proses pemulihan berlangsung.\
Untuk memastikan kondisi korban, Kapolri mengutus Kepala Rumah Sakit Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Karumkit Pusdokkes) Polri Brigjen Pol Nariyana bersama jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Rombongan yang dipimpin Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat.\
Kapolri menegaskan komitmen institusinya dalam membantu korban melalui pernyataan yang disampaikan kepada publik. Jaminan penanganan medis tersebut diberikan hingga korban sembuh, sehingga proses perawatan dapat berjalan sesuai kebutuhan medis dan kondisi kesehatannya.
Korban diketahui bernama Hasan Syukur, berusia 56 tahun, yang juga dikenal dengan nama Agus. Ia merupakan pengemudi ojek online yang mengalami kecelakaan saat berada di Jalan Panglima Polim, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026) sore.\
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika mobil listrik BYD yang dikemudikan seorang pria berinisial S melaju dari arah selatan menuju utara. Kendaraan tersebut menabrak mobil Honda Brio yang berada di depannya, kemudian oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Hasan serta kendaraan lain di sekitar lokasi.\
Mobil tersebut kemudian naik ke trotoar dan menabrak sejumlah kendaraan yang sedang terparkir. Secara keseluruhan, insiden itu melibatkan beberapa kendaraan dan menyebabkan kerusakan. Hasan menjadi salah satu korban yang mengalami luka serius akibat kejadian tersebut
Akibat kecelakaan itu, Hasan mengalami patah tulang pada kaki kiri dan luka lecet. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan keluarga yang diberitakan sebelumnya, korban juga mengalami cedera pada bagian tubuh lainnya, termasuk gangguan pada paru-paru.
Hasan telah menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026). Setelah tindakan medis tersebut, kondisinya masih dipantau oleh tim medis. Keluarga sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi korban relatif stabil, tetapi ia masih membutuhkan perawatan intensif dan bantuan pernapasan.
Sementara itu, pengemudi mobil BYD berinisial S, berusia 46 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Berdasarkan pemeriksaan awal yang disampaikan penyidik, pengemudi mengaku melamun dan mengantuk ketika berkendara hingga kehilangan kendali atas kendaraannya. Polisi juga melakukan pemeriksaan untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Polisi turut melakukan tes urine terhadap pengemudi dan hasilnya dinyatakan negatif dari alkohol maupun narkotika. Meski demikian, penyidik tetap mendalami rangkaian kejadian, termasuk faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan menabrak beberapa kendaraan sebelum akhirnya melindas korban.
Jaminan pengobatan yang disampaikan Kapolri menjadi perhatian bagi keluarga korban yang tengah mendampingi proses pemulihan Hasan. Selain memastikan penanganan medis, kasus tersebut tetap diproses oleh kepolisian untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta menentukan pertanggungjawaban hukum sesuai hasil penyidikan.\
Polri berharap korban dapat menjalani pemulihan dengan baik. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar selalu menjaga konsentrasi, memastikan kondisi tubuh tetap fit sebelum berkendara, dan mengendalikan kendaraan secara hati-hati demi mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Jurnalis : Wulandari
- Penulis: Wulandari


Saat ini belum ada komentar