Kapolri Ajak Generasi Muda Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Ajak Generasi Muda Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda Indonesia memanfaatkan momentum bonus demografi dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, serta kedisiplinan dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan dalam Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolri menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurut Kapolri, bonus demografi merupakan peluang besar karena Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan kelompok usia nonproduktif. Kondisi tersebut harus dikelola dengan persiapan yang matang agar dapat menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia menuju negara maju.
Kapolri menyebut momentum bonus demografi tidak datang berulang kali. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama agar kesempatan tersebut dapat menghasilkan kemajuan bagi Indonesia.
Ia menilai generasi penerus tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan. Anak muda juga perlu memiliki karakter kuat, disiplin, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam konteks pembentukan karakter tersebut, Kapolri melihat Gerakan Pramuka memiliki peran strategis. Berbagai kegiatan Pramuka dinilai mampu melatih kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, gotong royong, kemampuan bersosialisasi, sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
Kapolri juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah mengikuti kegiatan Pramuka sejak tingkat Siaga ketika masih bersekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut membuatnya meyakini bahwa Pramuka dapat menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa bonus demografi juga dapat berubah menjadi tantangan apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Generasi muda perlu mendapatkan lingkungan yang mendukung agar tidak mudah terpengaruh berbagai hal negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.
Kapolri menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap sejumlah pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam kelompok atau geng yang merugikan, kejahatan, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut harus dicegah sejak dini melalui pendidikan dan pembinaan yang tepat.
Perkembangan teknologi juga diminta tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dijauhi. Sebaliknya, teknologi digital, media sosial, kecerdasan buatan, dan berbagai platform informasi dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kemampuan generasi muda.
Untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, pemerintah juga terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program. Kapolri menyebut sejumlah upaya seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program beasiswa LPDP sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia.
Polri turut berkontribusi dalam bidang pendidikan melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Polri dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan kepemimpinan.
Selain peningkatan kualitas individu, Kapolri menekankan bahwa masa depan Indonesia juga sangat bergantung pada kemampuan seluruh masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak sebatas menjadi hafalan.
Keberagaman suku, budaya, serta kekayaan sumber daya yang dimiliki Indonesia diyakini dapat menjadi modal besar untuk mencapai kemajuan apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan dan bekerja sama.
Kapolri juga mengajak anggota Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, serta melakukan penghijauan dengan menanam pohon.
Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita. Ia mendorong para peserta untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, serta mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 sendiri diikuti sebanyak 5.499 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar dan OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar