Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Gerindra Tanggapi Pernyataan Komnas HAM, Menilai Program MBG Tidak Tepat Disebut sebagai Pelanggaran HAM

Gerindra Tanggapi Pernyataan Komnas HAM, Menilai Program MBG Tidak Tepat Disebut sebagai Pelanggaran HAM

  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gerindra Tanggapi Pernyataan Komnas HAM, Menilai Program MBG Tidak Tepat Disebut sebagai Pelanggaran HAM

Partai Gerindra memberikan tanggapan atas pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyebut adanya indikasi pelanggaran hak asasi manusia dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut sejumlah kader Gerindra, pelabelan tersebut dinilai kurang tepat karena program yang digagas pemerintah tersebut justru bertujuan untuk memenuhi hak dasar masyarakat, khususnya dalam bidang pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak ekonomi dan sosial masyarakat. Ia menilai bahwa akses terhadap pangan yang layak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin oleh negara. Oleh karena itu, menurutnya, tidak tepat apabila program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran HAM.

Gerindra menegaskan bahwa setiap program pemerintah tentu masih memiliki ruang untuk evaluasi dan perbaikan. Namun, berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam pelaksanaannya tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Menurut mereka, persoalan tata kelola dan implementasi seharusnya dipisahkan dari substansi tujuan utama program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Komnas HAM menyampaikan hasil kajian yang menunjukkan adanya sejumlah catatan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Lembaga tersebut menilai terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian, termasuk terkait tata kelola, pengawasan, kualitas layanan, serta efektivitas distribusi program agar penerima manfaat benar-benar memperoleh haknya secara optimal. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Komnas HAM merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak Gerindra menyatakan bahwa rekomendasi evaluasi merupakan hal yang wajar dalam sistem pemerintahan dan demokrasi. Evaluasi dianggap penting agar berbagai program strategis nasional dapat terus disempurnakan. Namun, mereka berpendapat bahwa penggunaan istilah pelanggaran HAM harus dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan pertimbangan yang komprehensif agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Menurut pandangan Gerindra, Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, mengurangi angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut juga dinilai sebagai salah satu bentuk investasi negara dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa mendatang.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai bahwa kritik dan masukan terhadap pelaksanaan program pemerintah merupakan bagian dari mekanisme pengawasan yang sehat. Dengan adanya evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, diharapkan berbagai program yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang maksimal.

Perdebatan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pengawas, serta berbagai elemen masyarakat dalam memastikan setiap kebijakan publik berjalan sesuai tujuan dan tetap menjunjung prinsip perlindungan hak-hak dasar warga negara.

Jurnalis : Hanadia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Diduga Disekap dan Dianiaya Selama Tiga Tahun, Korban Alami Luka Berat dan Kehilangan Penglihatan

    Perempuan Diduga Disekap dan Dianiaya Selama Tiga Tahun, Korban Alami Luka Berat dan Kehilangan Penglihatan

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Perempuan Diduga Disekap dan Dianiaya Selama Tiga Tahun, Korban Alami Luka Berat dan Kehilangan Penglihatan Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di wilayah Bandung, Jawa Barat, mengundang perhatian luas masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Perempuan tersebut diduga mengalami kekerasan fisik secara berulang selama kurang lebih tiga tahun hingga menyebabkan luka serius […]

  • Letjen Agus Widodo Resmi Menempati Posisi Wakil Kepala BIN

    Letjen Agus Widodo Resmi Menempati Posisi Wakil Kepala BIN

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA – Peta kekuatan di lingkungan strategis pemerintahan kembali mengalami perubahan signifikan. Letnan Jenderal TNI Agus Widodo dikukuhkan akan menempati posisi strategis sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN). Penunjukan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi dan pengembangan karier personel terbaik dalam mendukung ketahanan nasional. Kepastian ini dibenarkan secara resmi oleh Kepala Biro Informasi […]

  • 357 Huntap Terbangun, Penyintas Makin Dekat Tinggalkan Huntara

    357 Huntap Terbangun, Penyintas Makin Dekat Tinggalkan Huntara

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Wartawan Berita Polri
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Senin (11/5/2026) Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan Kemajuan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pembangunan huntap dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas bangunan agar aman dan layak dihuni dalam jangka panjang.   Berdasarkan […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Selamatkan Rp115 Miliar, Kejati Kalbar Usut Korupsi Tambang Bauksit

    Selamatkan Rp115 Miliar, Kejati Kalbar Usut Korupsi Tambang Bauksit

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp115 miliar dari kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan bauksit periode 2017-2023. Uang tersebut merupakan penitipan jaminan kesungguhan pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) yang belum direalisasikan oleh badan usaha terkait. Dalam konferensi pers di Pontianak, Kamis (16/4/2026), Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Siju, SH., […]

  • Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi

    Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Posyandu Jadi Pondasi Awal Mewujudkan Generasi Emas 2045 di Kesambi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Di wilayah Kesambi, kegiatan Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia […]

expand_less