Bukan Supermarket, Koperasi Desa Merah Putih Punya Dua Peran Strategis untuk Dukung Ekonomi Desa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bukan Supermarket, Koperasi Desa Merah Putih Punya Dua Peran Strategis untuk Dukung Ekonomi Desa
Pemerintah kembali menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak dibentuk sebagai supermarket atau toko ritel modern. Sebaliknya, koperasi tersebut dirancang memiliki dua fungsi utama yang berperan penting dalam memperkuat perekonomian desa, yakni sebagai infrastruktur pemerintah serta sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk meluruskan anggapan masyarakat yang masih keliru mengenai konsep Kopdes Merah Putih.
Sebagai infrastruktur pemerintah, Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat penyaluran berbagai program pemerintah di tingkat desa. Penyaluran bantuan sosial, barang bersubsidi, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat nantinya dilakukan melalui koperasi tersebut. Dengan mekanisme ini, pemerintah berharap distribusi bantuan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, serta mudah diawasi karena setiap desa memiliki koperasi yang berfungsi sebagai titik layanan masyarakat.
Fungsi kedua adalah sebagai offtaker atau pihak yang menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha desa. Melalui peran tersebut, koperasi dapat membeli hasil panen masyarakat ketika harga pasar berada di bawah harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu melindungi pendapatan petani dan menjaga stabilitas harga komoditas di tingkat produsen sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat.
Pemerintah menilai keberadaan Kopdes Merah Putih bukan untuk bersaing dengan pelaku usaha ritel modern, melainkan memperkuat ekosistem ekonomi desa. Koperasi akan menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai program pemerintah sekaligus mendukung rantai distribusi hasil produksi lokal. Dengan demikian, nilai ekonomi yang dihasilkan di desa diharapkan dapat berputar kembali di wilayah tersebut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Hingga pertengahan Juli 2026, pemerintah mencatat puluhan ribu Kopdes Merah Putih telah terbentuk di berbagai daerah. Sebagian koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik, sementara lainnya masih dalam tahap pembangunan dan verifikasi lahan. Setelah seluruh infrastruktur selesai, pemerintah akan melanjutkan penempatan sumber daya manusia serta penyempurnaan sistem operasional agar koperasi dapat berfungsi secara optimal.
Selain memperkuat distribusi bantuan dan hasil produksi masyarakat, keberadaan Kopdes Merah Putih juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi desa melalui pengembangan berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal. Pemerintah meyakini model koperasi ini akan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses pembiayaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata hingga ke pelosok daerah.
Ke depan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Kopdes Merah Putih agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengurus koperasi, serta masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan program dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang berbasis pada potensi lokal.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Saat ini belum ada komentar