Viral Dua JPO di Jalan Rasuna Said Berdekatan Namun Tidak Tersambung, Pemprov DKI Jelaskan Penyebabnya
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Penampakan dua JPO deketan tapi tak nyambung di Rasuna Said Jaksel
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Viral Dua JPO di Jalan Rasuna Said Berdekatan Namun Tidak Tersambung, Pemprov DKI Jelaskan Penyebabnya
Keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, kedua JPO tersebut berada dalam jarak yang sangat berdekatan, namun tidak memiliki akses penghubung sehingga pejalan kaki harus turun terlebih dahulu sebelum kembali menaiki jembatan lainnya. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai perencanaan pembangunan infrastruktur pejalan kaki di kawasan tersebut.
Menanggapi viralnya kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga memberikan penjelasan bahwa kedua JPO tersebut dibangun pada periode dan kebutuhan yang berbeda. Perbedaan waktu pembangunan serta konsep perencanaan membuat keduanya tidak dirancang sebagai satu kesatuan infrastruktur yang saling terhubung. Karena itu, secara konstruksi maupun desain, kedua jembatan memiliki fungsi masing-masing sesuai kebutuhan saat dibangun.
Pemprov DKI menjelaskan bahwa pembangunan sebuah JPO tidak hanya mempertimbangkan aspek konektivitas, tetapi juga harus memperhatikan kondisi lahan, utilitas bawah tanah, jaringan transportasi, bangunan di sekitar lokasi, hingga faktor keselamatan pengguna jalan. Berbagai aspek teknis tersebut menjadi pertimbangan utama sebelum dilakukan pembangunan maupun pengembangan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki.
Selain itu, pemerintah menyebut bahwa penyambungan dua JPO bukanlah pekerjaan sederhana. Proses tersebut memerlukan kajian teknis secara menyeluruh, termasuk analisis struktur bangunan, perbedaan elevasi, kondisi ruang milik jalan, serta kemungkinan dampaknya terhadap fasilitas umum maupun gedung-gedung yang berada di sekitar kawasan Rasuna Said. Seluruh tahapan tersebut harus memenuhi standar keselamatan sebelum dapat direalisasikan.
Kawasan Jalan H.R. Rasuna Said sendiri merupakan salah satu koridor utama di Jakarta yang memiliki tingkat mobilitas sangat tinggi. Jalur ini dilintasi berbagai moda transportasi umum, perkantoran, pusat bisnis, hingga kawasan komersial. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas penyeberangan menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Pemprov DKI menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai fasilitas pejalan kaki di Jakarta agar semakin terintegrasi dengan sistem transportasi publik. Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur pedestrian melalui revitalisasi trotoar, pembangunan JPO yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan konektivitas dengan halte TransJakarta maupun stasiun LRT dan MRT.
Pengamat tata kota menilai bahwa perencanaan infrastruktur pejalan kaki ke depan perlu mengedepankan konsep integrasi antarfasilitas sehingga masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan lebih mudah dan efisien. Konektivitas yang baik diyakini mampu mendorong lebih banyak warga menggunakan transportasi umum sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia demi menjaga keselamatan saat melintasi jalan dengan volume kendaraan yang tinggi. Masukan dan kritik dari masyarakat terhadap fasilitas publik juga akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan infrastruktur yang lebih baik pada masa mendatang.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar