Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Jejak Aliran Uang Bupati Pemalang Terungkap, Diduga Berasal dari Pemerasan hingga Digunakan untuk Mengurus Perkara di KPK

Jejak Aliran Uang Bupati Pemalang Terungkap, Diduga Berasal dari Pemerasan hingga Digunakan untuk Mengurus Perkara di KPK

  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jejak Aliran Uang Bupati Pemalang Terungkap, Diduga Berasal dari Pemerasan hingga Digunakan untuk Mengurus Perkara di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap rangkaian dugaan aliran dana dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widyantoro. Berdasarkan hasil penyidikan, uang yang diperoleh dari dugaan praktik pemerasan terhadap sejumlah pejabat dan pihak swasta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang diduga tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga digunakan untuk mengurus perkara yang sedang ditangani KPK. Perkembangan tersebut menjadi perhatian publik karena memperlihatkan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Penyidik KPK menjelaskan bahwa Anom Widyantoro diduga memerintahkan orang kepercayaannya, Mohamad Haris, untuk menghimpun sejumlah uang dari berbagai pejabat daerah maupun pihak swasta yang memiliki kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Dari hasil pengumpulan tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp1,98 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari praktik pemerasan yang dilakukan dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangan sebagai kepala daerah.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan bahwa sebagian dana hasil pemerasan kemudian diserahkan kepada seorang pihak swasta berinisial LBS yang diduga menjadi perantara untuk mengurus perkara di KPK. Nilai uang yang diserahkan mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Setelah proses penyerahan berlangsung, tim KPK segera melakukan tindakan pengamanan terhadap pihak terkait beserta barang bukti uang tunai yang ditemukan. Penemuan tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam pengembangan perkara yang saat ini masih terus berjalan.

Rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK berlangsung di tiga wilayah, yakni Pemalang, Purworejo, dan Jakarta. Dalam operasi tersebut, sebanyak 21 orang berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan gelar perkara dan pendalaman alat bukti, penyidik menetapkan sejumlah tersangka yang diduga memiliki peran berbeda dalam keseluruhan rangkaian tindak pidana korupsi tersebut.

KPK mengungkap bahwa perkara ini memiliki dua klaster penyidikan. Klaster pertama berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang terhadap bawahannya maupun pihak swasta. Sementara klaster kedua menyangkut dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai KPK terhadap Bupati Pemalang dengan dalih membantu penyelesaian perkara yang sedang ditangani. Kedua klaster tersebut kini ditangani secara terpisah untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Menurut KPK, seluruh proses penanganan perkara dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup serta melalui mekanisme hukum yang berlaku. Penyidik masih terus menelusuri aliran dana, memeriksa sejumlah saksi, dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan dalam perkara tersebut. Langkah ini dilakukan agar seluruh fakta dapat terungkap secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum kepada semua pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya penguatan sistem pengawasan di lingkungan pemerintahan daerah. Transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan anggaran serta pelayanan publik dinilai menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang. KPK menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak pidana korupsi dan menindak setiap pihak yang terbukti melanggar hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukannya.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puan Maharani: Perempuan Adalah Pilar Utama Kemajuan Bangsa

    Puan Maharani: Perempuan Adalah Pilar Utama Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • visibility 91
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan peran sentral kaum perempuan dalam menentukan perjalanan bangsa Indonesia. Dalam peringatan Hari Kartini 2026, ia menyoroti bahwa paradigma telah bergeser, di mana fokus kini bukan lagi membuktikan kemampuan, melainkan memperluas ruang gerak dan dukungan sistemik. “Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini […]

  • Menhut Tegaskan Siap Kooperatif Bantu KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuantan Singingi

    Menhut Tegaskan Siap Kooperatif Bantu KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuantan Singingi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

      Menhut Tegaskan Siap Kooperatif Bantu KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kuantan Singingi Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dalam mendukung proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan […]

  • Kapolri Listyo Sigit: Tepung Singkong Jadi Alternatif Padamkan Karhutla, Temuan Babinsa Lubuklinggau

    Kapolri Listyo Sigit: Tepung Singkong Jadi Alternatif Padamkan Karhutla, Temuan Babinsa Lubuklinggau

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Kapolri Listyo Sigit: Tepung Singkong Jadi Alternatif Padamkan Karhutla, Temuan Babinsa Lubuklinggau Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyoroti sebuah temuan dari Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang memanfaatkan tepung singkong sebagai salah satu alternatif dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inovasi tersebut mendapat perhatian karena menawarkan pendekatan yang berbeda dalam menghadapi kebakaran, […]

  • Bantah Kelangkaan, Pemprov dan Polda Sumsel Telusuri Penyebab Stok Beras Premium Menipis di Ritel Palembang

    Bantah Kelangkaan, Pemprov dan Polda Sumsel Telusuri Penyebab Stok Beras Premium Menipis di Ritel Palembang

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Bantah Kelangkaan, Pemprov dan Polda Sumsel Telusuri Penyebab Stok Beras Premium Menipis di Ritel Palembang Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan penelusuran terkait menipisnya stok beras premium di sejumlah jaringan ritel di Kota Palembang. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama setelah sejumlah konsumen menemukan ketersediaan beras premium di […]

  • Polda Kalbar Laksanakan Patroli Pembasahan di Lahan yang Rawan Kebakaran

    Polda Kalbar Laksanakan Patroli Pembasahan di Lahan yang Rawan Kebakaran

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Polda Kalbar Laksanakan Patroli Pembasahan di Lahan yang Rawan Kebakaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan patroli, pembasahan, serta pendinginan pada area yang sebelumnya terindikasi mengalami kebakaran. Tim SAR Direktorat Samapta […]

  • Pascabentrokan Maut di Jalan Tambak, 188 Personel Gabungan Masih Disiagakan Jaga Kondusivitas

    Pascabentrokan Maut di Jalan Tambak, 188 Personel Gabungan Masih Disiagakan Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pascabentrokan Maut di Jalan Tambak, 188 Personel Gabungan Masih Disiagakan Jaga Kondusivitas Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan instansi terkait masih menyiagakan sebanyak 188 personel gabungan di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pascainsiden bentrokan antarwarga yang menewaskan satu orang. Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan sekaligus memastikan […]

expand_less