Antisipasi Demo di Jakarta, Polisi Bogor dan Depok Siagakan Ratusan Personel dan Perketat Pengawasan
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Antisipasi Demo di Jakarta, Polisi Bogor dan Depok Siagakan Ratusan Personel dan Perketat Pengawasan
BOGOR – Kepolisian di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Depok meningkatkan kesiapsiagaan menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui pengerahan ratusan personel gabungan serta peningkatan pengawasan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur pergerakan massa menuju ibu kota.
Aparat kepolisian melakukan langkah antisipatif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah pelajar yang berencana mengikuti demonstrasi tanpa pendampingan yang memadai. Pengawasan dilakukan di sejumlah jalur perbatasan, titik transportasi umum, serta lokasi strategis yang menghubungkan Bogor dan Depok dengan Jakarta.
Kepala Bagian Operasi Polres Bogor, Kompol Wily Yulistiyo, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan sekitar 500 personel gabungan untuk mendukung pengamanan. Personel tersebut berasal dari unsur kepolisian di tingkat polres dan polsek, termasuk dukungan satuan Brimob.
Menurut Wily, hingga Selasa pagi, pihaknya belum menerima informasi mengenai adanya kelompok dari Bogor yang dipastikan akan berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan adanya pelajar yang terpengaruh ajakan mengikuti aksi di ibu kota.
Petugas akan mengedepankan pendekatan persuasif apabila menemukan pelajar yang hendak berangkat mengikuti demonstrasi. Mereka akan diberikan imbauan agar mempertimbangkan kembali rencana tersebut dan pulang ke rumah. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran hukum, penanganannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Polres Metro Depok juga mengambil langkah serupa dengan menyiagakan 476 personel gabungan. Pengamanan tersebut diarahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus memastikan aktivitas warga sehari-hari tidak terganggu oleh kegiatan demonstrasi di Jakarta.
Kapolres Metro Depok, Kombes Christian Rony Purba, menegaskan bahwa kesiapan aparat tidak hanya berfokus pada pengawasan terhadap pergerakan massa, tetapi juga mencakup pengaturan lalu lintas dan penjagaan sejumlah lokasi penting. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Depok.
Dalam pelaksanaannya, kepolisian Depok menyiapkan pengawasan di sejumlah jalur utama, di antaranya Jalan Raya Bogor, kawasan Flyover Universitas Indonesia (UI), serta Jalan Raya Ciputat-Parung. Pemantauan juga dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan dengan Bogor dan titik transportasi publik, termasuk stasiun kereta serta layanan LRT yang berada dalam wilayah hukum Polres Metro Depok.
Di tingkat DKI Jakarta, Dinas Perhubungan turut mengantisipasi potensi peningkatan kepadatan kendaraan seiring adanya sejumlah kegiatan penyampaian pendapat. Berdasarkan informasi yang disampaikan Dishub DKI, terdapat enam kawasan yang menjadi titik aksi, yakni Monas, Tugu Tani, Gedung DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pengguna jalan diimbau untuk memperhatikan kondisi lalu lintas, menghindari kawasan yang menjadi lokasi kegiatan apabila tidak memiliki keperluan mendesak, serta menggunakan jalur alternatif sesuai situasi di lapangan.
Dishub DKI juga menyiapkan personel untuk membantu pengaturan arus kendaraan. Rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi aktual, sehingga pengguna jalan diminta mengikuti arahan petugas ketika melintasi kawasan yang terdampak kegiatan demonstrasi.
Pengamanan di wilayah Bogor, Depok, dan Jakarta tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi antardaerah dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama aksi berlangsung. Aparat diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara keamanan publik, kelancaran lalu lintas, dan penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum.
Masyarakat yang hendak bepergian pada Selasa ini disarankan memeriksa informasi lalu lintas terkini sebelum memulai perjalanan. Pengguna kendaraan juga diimbau mengatur waktu keberangkatan dan mengikuti petunjuk petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Kepolisian mengharapkan seluruh pihak dapat menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Dengan koordinasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, situasi keamanan selama berlangsungnya aksi diharapkan tetap terkendali dan aktivitas publik dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar