Baru Bisa Sekolah di Usia 12 Tahun, Dea Ingin Masuk Akpol lewat Sekolah Rakyat
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Baru Bisa Sekolah di Usia 12 Tahun, Dea Ingin Masuk Akpol lewat Sekolah Rakyat
Kisah perjuangan Dea untuk mendapatkan pendidikan menjadi gambaran bahwa keterbatasan tidak selalu menghalangi seseorang untuk memiliki cita-cita besar. Dea baru merasakan bangku sekolah ketika usianya telah menginjak 12 tahun. Meski memulai pendidikan lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya, Dea tetap menunjukkan semangat untuk belajar dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Kesempatan untuk bersekolah kemudian menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi Dea. Melalui program Sekolah Rakyat, ia mendapatkan peluang untuk memperoleh pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Lingkungan sekolah menjadi ruang baru bagi Dea untuk belajar, mengenal berbagai pengetahuan, serta membangun kepercayaan diri dalam mengejar masa depan yang selama ini diimpikannya.
Di balik keterlambatan mendapatkan pendidikan, Dea menyimpan sebuah cita-cita yang cukup tinggi. Ia ingin melanjutkan pendidikan hingga dapat masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Keinginan tersebut menjadi salah satu motivasi bagi Dea untuk menjalani kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
Bagi Dea, kesempatan bersekolah bukan hanya tentang mendapatkan pelajaran di dalam kelas. Pendidikan juga menjadi jalan untuk membuka peluang yang sebelumnya sulit ia dapatkan. Dengan memperoleh pendidikan yang layak, Dea memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan untuk mewujudkan cita-citanya.
Perjalanan Dea juga menunjukkan pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan ruang belajar bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sehingga mereka tetap mempunyai kesempatan untuk berkembang dan merencanakan masa depan.
Memulai sekolah pada usia 12 tahun tentu bukan perkara mudah. Dea harus mengejar berbagai materi pembelajaran sekaligus beradaptasi dengan lingkungan pendidikan. Namun, semangat untuk belajar menjadi modal penting dalam menjalani proses tersebut. Ia berusaha memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan kepadanya untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sebanyak mungkin.
Cita-cita menjadi anggota kepolisian juga menjadi penyemangat bagi Dea untuk terus berkembang. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pendidikan, kedisiplinan, ketekunan, serta persiapan yang panjang. Dea menyadari bahwa perjalanan menuju Akpol tidak mudah, tetapi ia ingin membuktikan bahwa kesempatan mendapatkan pendidikan dapat menjadi langkah awal untuk mengubah masa depannya.
Kisah Dea sekaligus memperlihatkan bahwa usia bukan satu-satunya ukuran dalam menentukan masa depan seseorang. Setiap anak membutuhkan kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi. Ketika kesempatan tersebut hadir, semangat, kerja keras, dan dukungan lingkungan dapat menjadi kekuatan untuk mengejar impian.
Dengan kesempatan belajar melalui Sekolah Rakyat, Dea kini memiliki harapan yang lebih besar terhadap masa depannya. Keinginannya untuk masuk Akpol menjadi tujuan yang ingin ia perjuangkan melalui pendidikan. Perjalanan tersebut masih panjang, tetapi langkah pertamanya telah dimulai ketika Dea akhirnya mendapatkan kesempatan untuk duduk di bangku sekolah.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar