Polresta Tangerang Perketat Pengamanan Stasiun dan Gerbang Tol, Antisipasi Pelajar Ikut Aksi di Jakarta
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polresta Tangerang Perketat Pengamanan Stasiun dan Gerbang Tol, Antisipasi Pelajar Ikut Aksi di Jakarta
TANGERANG – Polresta Tangerang, Polda Banten, meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk stasiun kereta api dan gerbang tol, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa, khususnya pelajar yang berpotensi mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pengamanan difokuskan pada lokasi-lokasi yang menjadi jalur mobilitas masyarakat menuju Jakarta. Selain menempatkan personel di sejumlah titik, kepolisian juga meningkatkan patroli guna memantau situasi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya kegiatan penyampaian pendapat di ibu kota.
Menurut Indra Waspada, langkah pengamanan tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan serta berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kondusivitas wilayah tetap harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum secara sah.
Penguatan pengamanan tersebut tidak hanya mengandalkan pemeriksaan maupun pengaturan mobilitas di jalur keberangkatan. Kepala Bagian Operasional Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian menjelaskan bahwa jajarannya juga mengedepankan patroli dan penjagaan di titik-titik vital yang berpotensi menjadi jalur keberangkatan pelajar menuju Jakarta.
Sofian menegaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat antisipatif. Personel kepolisian ditempatkan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban. Dengan demikian, pola pengamanan tidak semata-mata berorientasi pada penyekatan, tetapi juga mencakup upaya pemantauan dan pendekatan kepada masyarakat.
Di samping pengamanan di ruang publik, Polresta Tangerang turut mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi di lingkungan pendidikan. Seluruh Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dikerahkan untuk mendatangi sekolah-sekolah di wilayah hukum Polresta Tangerang guna menyampaikan imbauan kepada para siswa agar tidak mengikuti aksi unjuk rasa dan tetap menjalankan kegiatan belajar.
Dalam pelaksanaannya, kepolisian berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, serta Dinas Pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelajar sekaligus memastikan informasi mengenai rencana keberangkatan menuju Jakarta dapat ditangani melalui komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan aparat terkait.
Pihak kepolisian juga mengimbau sekolah agar mengarahkan siswa pada kegiatan yang bermanfaat, termasuk aktivitas ekstrakurikuler. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong pelajar tetap terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan diri, terutama ketika terdapat rencana aksi massa yang berpotensi memengaruhi aktivitas mereka.
Selain melakukan pengamanan fisik, Polresta Tangerang menyiagakan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk memantau aktivitas di media sosial yang berkaitan dengan seruan aksi dan kemungkinan adanya provokasi. Pemantauan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi informasi yang berpotensi memicu mobilisasi pelajar maupun mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Rencana demonstrasi di Jakarta pada 20 Oktober 2026 sebelumnya disampaikan oleh mahasiswa Universitas Indonesia bersama sejumlah aliansi mahasiswa dari perguruan tinggi lain dan koalisi masyarakat sipil. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Yatalathof Imawan, menyebut aksi tersebut direncanakan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan rencana yang disampaikan, aksi akan berlangsung di dua lokasi di Jakarta Pusat, yakni kawasan Tugu Tani di Jalan Raya Kebon Sirih dan Tugu Proklamasi, Menteng. Rencana tersebut menjadi salah satu pertimbangan aparat dalam mengantisipasi pergerakan masyarakat dari wilayah penyangga menuju ibu kota, termasuk kemungkinan keterlibatan pelajar.
Melalui rangkaian pengamanan dan pendekatan edukatif tersebut, Polresta Tangerang berupaya menjaga situasi wilayah tetap kondusif tanpa mengabaikan hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Kepolisian juga mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi aktivitas pelajar serta membangun komunikasi yang baik, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara terkoordinasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar