Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Solok Sumbar
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Polisi gerak cepat bantu warga terdampak banjir bandang di Solok (Dok.Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Solok Sumbar
Solok – Polri bersama unsur gabungan bergerak menangani dampak banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga, pencarian masyarakat yang masih dilaporkan hilang, evakuasi, serta pembersihan material yang menutup akses dan fasilitas umum.
Bencana terjadi pada Senin (21/9/2026) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit aliran sungai. Material dari kawasan hulu kemudian terbawa aliran air dan menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, termasuk area kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta ruas Jalan Raya Solok-Padang.
Merespons kejadian tersebut, personel kepolisian segera dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan melakukan pencarian dan evakuasi warga sekaligus membantu membersihkan lumpur, batu, kayu, dan material lainnya yang menghambat akses masyarakat.
Satbrimob Polda Sumbar turut mengerahkan personel untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, serta pembersihan kawasan terdampak. Penanganan dilakukan bersama Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar, BPBD, TNI, tim SAR, dan unsur masyarakat.
Berdasarkan pendataan sementara yang disampaikan kepolisian pada Kamis (24/9/2026), terdapat empat warga yang mengalami luka. Sementara itu, dua warga masih dalam pencarian. Proses pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Selain melakukan pencarian dan evakuasi, petugas juga berupaya membuka kembali akses yang tertutup material banjir dan longsor. Peralatan pendukung serta alat berat dikerahkan untuk membantu mempercepat pembersihan kawasan yang terdampak.
Sejumlah fasilitas pemerintahan dan bangunan masyarakat turut terdampak material banjir. Pendataan terhadap kerusakan dan jumlah rumah yang terdampak masih dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.
Untuk memberikan tempat aman bagi masyarakat, Mapolres Solok disiapkan sebagai salah satu lokasi pengungsian. Polri juga menyediakan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, serta dukungan psikologis bagi warga yang terdampak bencana.
Penanganan tidak hanya berfokus pada penyelamatan dan pemulihan akses. Tim kepolisian bersama unsur terkait juga melakukan pendataan kebutuhan warga serta membantu membersihkan lingkungan permukiman agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.
Polri menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, tim SAR, dan masyarakat. Seluruh unsur terus menyesuaikan langkah di lapangan dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan warga terdampak.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti arahan petugas dan memperhatikan perkembangan informasi resmi mengenai kondisi cuaca maupun potensi bencana susulan. Keselamatan warga menjadi pertimbangan utama selama proses pencarian, evakuasi, dan pembersihan berlangsung.
Hingga Kamis (24/9/2026), proses penanganan masih berlangsung. Petugas gabungan terus melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan, membersihkan material, memulihkan akses, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar