Petugas Gabungan Razia Lapas Jambi, 30 Warga Binaan Jalani Tes Urine
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Petugas Gabungan Razia Lapas Jambi, 30 Warga Binaan Jalani Tes Urine
Tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memeriksa kondisi blok hunian warga binaan sekaligus mengantisipasi keberadaan barang-barang yang dilarang di dalam lingkungan lapas.
Razia berlangsung pada Senin malam, 21 September 2026. Sebelum melakukan pemeriksaan, personel gabungan mengikuti apel dan persiapan di area parkir Lapas Jambi. Setelah itu, petugas bergerak menuju blok medium security untuk melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar hunian warga binaan.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek berbagai bagian kamar yang dinilai berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Selain melakukan penggeledahan, petugas juga mengambil sampel secara acak dari sejumlah warga binaan di masing-masing blok untuk menjalani tes urine. Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama petugas Klinik Lapas Jambi dan BNN sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 30 warga binaan dipilih secara acak untuk mengikuti pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruhnya dinyatakan negatif. Hasil ini menjadi salah satu indikator bahwa pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan lapas.
KBO Samapta Polres Muaro Jambi, Iptu Gusmardi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi gangguan dapat diketahui sejak dini. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sebelum suatu potensi gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian. Barang-barang tersebut antara lain kaca, korek api atau mancis, alat pencukur kumis, botol parfum, serta sejumlah barang lainnya.
Kabid Pelayanan dan Pembinaan Ditjenpas Jambi, Khairul Bahri Siregar, mengatakan pemeriksaan berlangsung dengan aman dan kondusif. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara petugas pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan lingkungan lapas.
Dalam razia tersebut, personel Brimob yang dilibatkan berjumlah 20 orang, kemudian 20 personel dari Polres Muaro Jambi, 10 personel TNI, serta 10 personel BNN. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan di dalam lapas.
Selain mencegah penyalahgunaan narkoba, razia juga diarahkan untuk mengantisipasi masuknya berbagai barang terlarang lainnya, termasuk telepon seluler. Dari pemeriksaan yang dilakukan, petugas menyatakan tidak menemukan telepon seluler di dalam blok yang diperiksa.
Pihak Lapas Jambi menyatakan kegiatan penggeledahan dan pemeriksaan akan terus dilakukan secara berkala maupun secara insidentil. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan agar tetap aman, tertib, serta meminimalkan kemungkinan masuknya barang-barang yang dilarang.
Pelaksanaan razia secara rutin juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap aktivitas warga binaan sekaligus memberikan respons cepat apabila ditemukan indikasi pelanggaran tata tertib. Koordinasi antara Lapas, Polri, TNI, dan BNN akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing.
Dengan adanya pemeriksaan dan pengawasan secara berkelanjutan, pihak Lapas Jambi berharap kondisi keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan pemasyarakatan dapat terus terjaga. Hasil pemeriksaan urine terhadap 30 warga binaan yang seluruhnya negatif serta tidak ditemukannya telepon seluler menjadi bagian dari hasil kegiatan razia tersebut.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar