Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » BKSDA Pasang Perangkap untuk Menangani Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman Lubuklinggau

BKSDA Pasang Perangkap untuk Menangani Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman Lubuklinggau

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BKSDA Pasang Perangkap untuk Menangani Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman Lubuklinggau

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan bersama pemerintah setempat mengambil langkah untuk menangani kemunculan seekor beruang di sekitar permukiman warga Kelurahan Lubuk Binjai, Lubuklinggau. Petugas memasang perangkap khusus setelah laporan mengenai keberadaan satwa liar tersebut kembali diterima dari masyarakat.

Perangkap dipasang pada Sabtu, 5 September 2026, di lokasi yang dinilai menjadi area lintasan beruang. Pemasangan dilakukan setelah petugas BKSDA bersama pihak kelurahan melakukan pengecekan terhadap lokasi dan menerima informasi dari warga mengenai keberadaan satwa tersebut di sekitar kawasan permukiman.

Perangkap yang telah dipasang akan dipantau secara berkala. Sebagai umpan, petugas menggunakan buah nangka. Apabila umpan tersebut habis, warga diminta menggantinya dengan buah yang baru agar perangkap tetap dapat digunakan untuk memantau keberadaan beruang.

Rencananya, perangkap tersebut akan dipantau selama sekitar satu bulan. Apabila dalam periode tersebut tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan beruang, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa satwa tersebut telah meninggalkan kawasan permukiman dan kembali ke habitatnya.

Namun, sejak perangkap dipasang, belum ditemukan tanda-tanda bahwa beruang masuk ke dalam perangkap. Warga justru kembali melaporkan adanya penampakan seekor anak beruang di sekitar kawasan tersebut. Satwa yang terlihat tersebut berukuran kecil dan berdasarkan pengamatan sementara diduga merupakan beruang madu.

Kemunculan beruang tersebut masih membuat sebagian masyarakat merasa khawatir. Warga mengaku tetap waspada karena satwa liar itu masih terlihat di sekitar kawasan permukiman. Meski belum terdapat laporan kerusakan baru setelah kemunculan sebelumnya, masyarakat berharap beruang tersebut segera ditangani agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan warga.

BKSDA Sumatera Selatan telah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. Petugas memastikan satwa yang dilaporkan warga merupakan beruang madu. Kendati demikian, pihak BKSDA belum dapat memastikan secara pasti alasan satwa tersebut meninggalkan habitat alaminya dan mendekati kawasan yang dihuni masyarakat.

Sebelumnya, seekor beruang dilaporkan keluar dari kawasan hutan dan berkeliaran di sekitar permukiman warga Lubuk Binjai sejak 2 September 2026. Kemunculan satwa tersebut diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan, termasuk cuaca panas dan musim kemarau yang sedang berlangsung.

Selain faktor cuaca, kondisi kawasan hutan dan potensi kebakaran hutan dan lahan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Perubahan kondisi habitat dapat membuat satwa liar bergerak mencari sumber makanan maupun air yang lebih mudah ditemukan, termasuk hingga mendekati kawasan permukiman.

BKSDA bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk memastikan keberadaan beruang tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi.

Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tetap berhati-hati dan segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan beruang. Warga juga diimbau tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa tersebut agar situasi tetap aman dan proses penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Langkah pemasangan perangkap dan pemantauan secara berkala menjadi upaya BKSDA untuk mengetahui pergerakan satwa sekaligus mencari solusi yang aman bagi masyarakat dan beruang. Pemerintah setempat bersama petugas konservasi akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Lubuk Binjai.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

Tags
  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Jurnalis Jadi Korban Bentrokan di Polda Sumsel, Koalisi Pers Desak Pengusutan Tuntas dan Evaluasi Pejabat

    Dua Jurnalis Jadi Korban Bentrokan di Polda Sumsel, Koalisi Pers Desak Pengusutan Tuntas dan Evaluasi Pejabat

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dua Jurnalis Jadi Korban Bentrokan di Polda Sumsel, Koalisi Pers Desak Pengusutan Tuntas dan Evaluasi Pejabat PALEMBANG, SUMATERA SELATAN – Insiden bentrokan di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel) pada Selasa (13/10/2026) menjadi sorotan setelah dua jurnalis dilaporkan menjadi korban saat menjalankan tugas peliputan. Menyikapi peristiwa tersebut, Koalisi Pers Sumatera Selatan mendesak aparat […]

  • Empat Kasus Kebakaran dan Dugaan Pengolahan Minyak Ilegal Disorot, Gabungan LSM-Ormas Siapkan Aksi di Polsek Babat Toman

    Empat Kasus Kebakaran dan Dugaan Pengolahan Minyak Ilegal Disorot, Gabungan LSM-Ormas Siapkan Aksi di Polsek Babat Toman

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Empat Kasus Kebakaran dan Dugaan Pengolahan Minyak Ilegal Disorot, Gabungan LSM-Ormas Siapkan Aksi di Polsek Babat Toman MUSI BANYUASIN – Gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (ormas), aktivis, dan sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, berencana menggelar aksi unjuk rasa di Mapolsek Babat Toman. Rencana tersebut dilatarbelakangi tuntutan agar kepolisian […]

  • Ribuan Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengawal Aksi Demo di Jakarta

    Ribuan Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengawal Aksi Demo di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Ribuan Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengawal Aksi Demo di Jakarta Sebanyak 26.386 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis, 24 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.020 personel ditempatkan untuk mengawal kegiatan penyampaian aspirasi di kawasan Monas dan Silang Selatan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi […]

  • Sadisnya Saepul Mutilasi Pria Kenalan di Medsos

    Sadisnya Saepul Mutilasi Pria Kenalan di Medsos

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sadisnya Saepul Mutilasi Pria Kenalan di Medsos Kasus pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap seorang pria di Kota Depok menggemparkan masyarakat setelah aparat kepolisian berhasil mengungkap identitas pelaku dalam waktu singkat. Tersangka diketahui berinisial SA alias Saepul, sementara korban merupakan seorang pria berusia 51 tahun. Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya diketahui saling mengenal melalui media sosial sebelum […]

  • 3.161 Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengamankan Eksekusi Pengosongan Eks Hotel Sultan

    3.161 Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengamankan Eksekusi Pengosongan Eks Hotel Sultan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

    3.161 Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengamankan Eksekusi Pengosongan Eks Hotel Sultan Sebanyak 3.161 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan eksekusi pengosongan kawasan eks Hotel Sultan yang berada di Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Pengamanan tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait guna memastikan seluruh proses berjalan aman, […]

  • Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan di Sejumlah Titik untuk Cegah Pengendara Lawan Arus

    Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan di Sejumlah Titik untuk Cegah Pengendara Lawan Arus

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan di Sejumlah Titik untuk Cegah Pengendara Lawan Arus Polda Metro Jaya memperkuat pengawasan lalu lintas di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi pelanggaran, khususnya perilaku pengendara yang melawan arus. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendorong masyarakat agar semakin disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas. Pengawasan dilakukan […]

expand_less