Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Produksi Bawang Putih RI Baru 40.000 Ton, Polri Kejar Swasembada 2029

Produksi Bawang Putih RI Baru 40.000 Ton, Polri Kejar Swasembada 2029

  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Produksi Bawang Putih RI Baru 40.000 Ton, Polri Kejar Swasembada 2029

Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi dalam negeri. Saat ini, produksi bawang putih nasional berada di kisaran 34.000 hingga 40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 600.000 ton setiap tahunnya. Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan bawang putih dari luar negeri.

Kondisi tersebut mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ikut mengambil peran dalam mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih. Upaya tersebut dilakukan melalui program ketahanan pangan dan pengembangan budidaya bawang putih di sejumlah daerah dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian terkait, kelompok tani, serta berbagai pihak lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa peningkatan produksi bawang putih merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Polri mendorong agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap dengan memperluas lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dukungan kepada para petani.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Polri telah mengidentifikasi potensi lahan seluas 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 wilayah kepolisian daerah. Dari total potensi tersebut, sekitar 927,6 hektare telah ditanami bawang putih dengan proyeksi produksi mencapai 9.276 ton. Program ini juga melibatkan 117 kelompok tani dan lebih dari 2.200 petani.

Selain itu, penanaman bawang putih dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah dengan total lahan mencapai 279,5 hektare. Dari lahan tersebut, produksi diproyeksikan mencapai sekitar 2.795 ton yang diharapkan dapat dipanen pada kuartal IV 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperbesar produksi domestik sekaligus membangun sentra-sentra bawang putih baru di berbagai daerah.

Program pengembangan bawang putih juga dilaksanakan di Jawa Barat. Polri menyiapkan lahan awal seluas 44,58 hektare yang dikembangkan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor pertanian, perusahaan perkebunan, dan kelompok tani. Secara nasional, Polri menargetkan luas lahan penanaman dapat mencapai lebih dari 500 hektare pada akhir September 2026.

Tidak hanya memperluas lahan, pemerintah dan Polri juga memberikan perhatian terhadap sarana produksi pertanian. Bantuan berupa traktor, pompa air, serta pupuk disiapkan untuk membantu petani meningkatkan efektivitas pengolahan lahan dan menjaga produktivitas tanaman. Dukungan tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi kendala irigasi dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi hasil pertanian.

Upaya lain yang dilakukan adalah pengembangan bibit bawang putih agar dapat dibudidayakan di wilayah dengan ketinggian yang lebih rendah. Polri bersama kelompok tani melakukan pengembangan dan pengujian bibit yang diharapkan mampu tumbuh pada daerah dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Jika berhasil, langkah tersebut dapat membuka peluang perluasan sentra produksi ke wilayah yang sebelumnya kurang sesuai untuk budidaya bawang putih.

Penguatan sektor pascapanen juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Di Sembalun, Lombok Timur, Polri melakukan pembangunan Gudang Ketahanan Pangan dengan kapasitas penyimpanan hingga 300 ton bawang putih. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil panen sebelum diserap dan didistribusikan ke masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap produksi bawang putih nasional dapat terus meningkat dan ketergantungan terhadap impor semakin berkurang. Target akhirnya adalah mewujudkan swasembada bawang putih pada 2029 sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Percepatan swasembada juga membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dari berbagai sektor. Tidak cukup hanya dengan memperluas lahan, peningkatan produktivitas harus dibarengi dengan penyediaan bibit berkualitas, teknologi pertanian, pengelolaan air, dukungan sarana produksi, pendampingan petani, serta sistem distribusi dan penyimpanan yang lebih baik.

Jika seluruh komponen tersebut dapat berjalan secara konsisten, peningkatan produksi bawang putih dalam negeri diharapkan dapat berlangsung secara bertahap. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, tetapi juga memiliki fondasi pertanian yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa mendatang.

Nama Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

  • Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less