Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Water Cannon Turun ke Sawah, Polri Bantu Selamatkan 1.300 Hektare Lahan Pertanian di Sidrap

Water Cannon Turun ke Sawah, Polri Bantu Selamatkan 1.300 Hektare Lahan Pertanian di Sidrap

  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Water Cannon Turun ke Sawah, Polri Bantu Selamatkan 1.300 Hektare Lahan Pertanian di Sidrap

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turun langsung membantu para petani yang menghadapi ancaman kekeringan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Untuk mengatasi keterbatasan pasokan air, Polres Sidrap bersama Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendistribusikan air ke area persawahan warga.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kemarau panjang yang berlangsung selama sekitar satu setengah bulan. Kondisi itu membuat saluran irigasi mengering dan sejumlah sumur bor milik warga tidak lagi mampu menyediakan air yang cukup bagi lahan pertanian. Akibatnya, tanaman padi yang masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum memasuki masa panen berada dalam kondisi terancam gagal panen.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae. Kekeringan dilaporkan mengancam sekitar 1.300 hektare lahan persawahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian besar masyarakat setempat bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan.

Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda bersama personel Brimob turun langsung membantu proses pengairan persawahan. Bantuan distribusi air mulai dilakukan pada Minggu, 9 Agustus 2026, dan kemudian dilanjutkan pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu petani mempertahankan tanaman mereka hingga tiba masa panen.

Dalam setiap pendistribusian, dua unit kendaraan AWC mampu membawa sekitar 10 kubik atau setara dengan 10.000 liter air. Air tersebut kemudian dialirkan ke area persawahan yang membutuhkan pasokan tambahan. Meskipun jumlah tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan lahan, bantuan secara berkala diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Kapolres Sidrap menyampaikan bahwa keterlibatan Polri merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para petani yang sedang menghadapi dampak musim kemarau. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus menjaga agar tanaman pertanian tetap bertahan sampai masa panen.

Sementara itu, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan Kompol Dr. Ramli menjelaskan bahwa pengerahan kendaraan AWC merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap masyarakat. Personel tidak hanya menjalankan tugas dalam bidang keamanan, tetapi juga dapat berkontribusi membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan bersama.

Program bantuan pengairan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sidrap, Polres Sidrap, dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan. Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara terarah kepada wilayah yang paling membutuhkan.

Kendaraan AWC juga direncanakan tetap disiagakan selama beberapa minggu ke depan. Distribusi air akan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air tanaman padi hingga memasuki masa panen.

Bantuan ini menjadi contoh bagaimana persoalan kekeringan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Selain menjaga keberlangsungan tanaman padi, upaya tersebut juga diharapkan dapat membantu mempertahankan produktivitas pertanian serta mencegah kerugian yang lebih besar bagi para petani akibat kekurangan air.

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi menyebabkan kekeringan, keberlanjutan distribusi air menjadi hal penting bagi masyarakat pertanian. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan lahan yang terdampak dapat terus dipertahankan hingga musim panen tiba dan para petani dapat memperoleh hasil yang optimal dari tanaman yang telah mereka rawat.

Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar

Tags
  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less