Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infotaintment » Penyu Hendak Bertelur Ditemukan Mati Terbelah di Berau, Seluruh Telur Diduga Diambil Pelaku

Penyu Hendak Bertelur Ditemukan Mati Terbelah di Berau, Seluruh Telur Diduga Diambil Pelaku

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penyu Hendak Bertelur Ditemukan Mati Terbelah di Berau, Seluruh Telur Diduga Diambil Pelaku

Peristiwa yang memprihatinkan terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, setelah seekor penyu betina yang diduga hendak bertelur ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Satwa laut yang dilindungi tersebut ditemukan mati dengan bagian bawah tubuh terbelah, sementara seluruh telur yang masih berada di dalam tubuhnya diduga telah diambil oleh pelaku. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perburuan terhadap satwa yang status populasinya terus mengalami penurunan.

Bangkai penyu pertama kali ditemukan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) saat melakukan patroli rutin di kawasan pendaratan penyu di pesisir Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih. Saat ditemukan, kondisi penyu sangat memprihatinkan dengan luka sayatan panjang di bagian bawah tubuh hingga organ dalamnya terlihat keluar. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menduga luka tersebut sengaja dibuat untuk mengambil seluruh telur yang masih berada di dalam tubuh induk penyu sebelum sempat dikeluarkan secara alami.

Kepala UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) KDPS Berau menjelaskan bahwa tidak ditemukan satu pun telur yang tersisa ketika bangkai penyu diperiksa. Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa pelaku sengaja membunuh penyu demi mengambil telur yang memiliki nilai jual di pasar gelap. Dugaan sementara, aksi tersebut dilakukan pada malam atau dini hari ketika penyu naik ke pantai untuk mencari lokasi bertelur dan kondisi pantai relatif sepi dari aktivitas masyarakat.

Peristiwa tersebut menjadi kehilangan besar bagi upaya konservasi satwa laut di Kalimantan Timur. Seekor penyu betina dewasa membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai usia reproduksi. Kehilangan satu induk produktif tidak hanya mengurangi populasi saat ini, tetapi juga menghilangkan ratusan calon tukik yang seharusnya lahir dan menjadi bagian dari regenerasi populasi penyu di masa mendatang. Para pegiat konservasi menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap satwa liar yang harus ditindak secara tegas.

Pemerintah daerah bersama petugas konservasi kini meningkatkan patroli di kawasan pantai yang menjadi lokasi pendaratan penyu, terutama selama musim bertelur. Pengawasan diperketat untuk mencegah perburuan telur maupun pembunuhan terhadap induk penyu. Selain patroli rutin, edukasi kepada masyarakat sekitar juga terus dilakukan agar semakin banyak warga yang ikut menjaga habitat penyu dan melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan konservasi.

Penyu merupakan satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia. Segala bentuk perburuan, perdagangan, maupun pengambilan bagian tubuh dan telurnya tanpa izin merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. Oleh karena itu, aparat bersama instansi terkait diharapkan dapat segera mengungkap pelaku agar memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di kawasan konservasi lainnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelestarian satwa liar tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas konservasi, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Dengan menjaga habitat alami, menghentikan perburuan liar, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian ekosistem pesisir, populasi penyu di Indonesia diharapkan dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. :contentReference[oaicite:5]{index=5}

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Pastikan Layani Aksi Unjuk Rasa Hari Ini, Ruang Demokrasi Tetap Dijaga

    Polri Pastikan Layani Aksi Unjuk Rasa Hari Ini, Ruang Demokrasi Tetap Dijaga

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Polri Pastikan Layani Aksi Unjuk Rasa Hari Ini, Ruang Demokrasi Tetap Dijaga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan siap memberikan pelayanan dan pengawalan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa pada Kamis, 24 September 2026. Polri menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang tetap harus dihormati dan […]

  • Sebanyak 155 Batalyon dan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan Telah Terbentuk hingga Mei 2026

    Sebanyak 155 Batalyon dan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan Telah Terbentuk hingga Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sebanyak 155 Batalyon dan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan Telah Terbentuk hingga Mei 2026 Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus memperkuat struktur pertahanan nasional dengan membentuk Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) di berbagai daerah. Hingga Mei 2026, sebanyak 155 batalyon […]

  • Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P2SP 9 April 2026 30 Play Button

    Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P2SP 9 April 2026

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, kompetitif, dan berdaya saing tinggi melalui penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sidang Debottlenecking yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sidang tersebut menjadi forum strategis pemerintah dalam membahas serta menyelesaikan berbagai […]

  • Truk Pengangkut Kayu Diduga Hasil Illegal Logging Dicegat di Pelalawan, Dua Pelaku Diamankan Polisi

    Truk Pengangkut Kayu Diduga Hasil Illegal Logging Dicegat di Pelalawan, Dua Pelaku Diamankan Polisi

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Truk Pengangkut Kayu Diduga Hasil Illegal Logging Dicegat di Pelalawan, Dua Pelaku Diamankan Polisi Aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil menggagalkan upaya pengangkutan kayu yang diduga berasal dari praktik pembalakan liar atau illegal logging di Kabupaten Pelalawan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua unit truk bermuatan kayu olahan tanpa dokumen […]

  • Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026, Dukung Ketahanan Energi Nasional

    Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026, Dukung Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026, Dukung Ketahanan Energi Nasional PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan kinerja positif sepanjang enam bulan pertama tahun 2026 dengan produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Capaian tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 459 […]

  • Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Pembawa 26 Kilogram Ekstasi dari KLIA ke Indonesia

    Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Pembawa 26 Kilogram Ekstasi dari KLIA ke Indonesia

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Pembawa 26 Kilogram Ekstasi dari KLIA ke Indonesia Otoritas Malaysia mulai melakukan penyelidikan menyeluruh terkait lolosnya seorang kopilot maskapai asal Malaysia yang diduga menyelundupkan 26 kilogram narkotika jenis ekstasi dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Indonesia. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan awak pesawat yang seharusnya menjalani prosedur keamanan […]

expand_less