Enam Kereta Api Sempat Berhenti Darurat Saat Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pangandaran
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kereta Serayu yang berhenti darurat di Stasiun Cipendeuy. (ANTARA/HO Daop 2 Bandung)Foto: (ANTARA/HO Daop 2 Bandung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Enam Kereta Api Sempat Berhenti Darurat Saat Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pangandaran
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara enam perjalanan kereta api setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah barat daya Pangandaran, Jawa Barat. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari standar operasional keselamatan untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian tetap dalam kondisi aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
Sesaat setelah guncangan dirasakan, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung langsung menginstruksikan seluruh perjalanan kereta yang berada di lintas terdampak untuk melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Beberapa rangkaian kereta berhenti di stasiun terdekat, sementara lainnya berhenti di tengah petak jalan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku hingga pemeriksaan jalur selesai dilakukan.
Pemeriksaan dilakukan oleh petugas prasarana KAI dengan menyisir seluruh jalur rel, jembatan, wesel, serta berbagai fasilitas penunjang operasional lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa yang dapat membahayakan perjalanan kereta api maupun keselamatan penumpang. KAI menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan ketepatan waktu perjalanan.
Enam perjalanan kereta yang sempat dihentikan sementara meliputi sejumlah kereta penumpang maupun kereta barang yang sedang melintas di wilayah Daop 2 Bandung. Setelah seluruh proses inspeksi selesai dilakukan dan dipastikan tidak ditemukan kerusakan pada jalur rel maupun infrastruktur pendukung, perjalanan kereta api kembali dioperasikan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disesuaikan.
Pihak KAI menjelaskan bahwa penghentian sementara perjalanan kereta merupakan prosedur wajib setiap kali terjadi gempa bumi dengan intensitas tertentu yang berpotensi memengaruhi kondisi jalur kereta. Pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah antisipasi untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kemungkinan adanya pergeseran rel, kerusakan bantalan, maupun gangguan pada struktur jembatan dan terowongan.
Gempa yang berpusat di wilayah barat daya Pangandaran tersebut juga dirasakan di sejumlah daerah lain di Jawa Barat, seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, hingga Ciamis. Meski getarannya cukup terasa, hasil pemantauan sementara tidak menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada infrastruktur perkeretaapian di wilayah Daop 2 Bandung sehingga layanan dapat kembali berjalan normal setelah proses pemeriksaan selesai.
KAI mengimbau masyarakat dan para pengguna jasa kereta api agar tetap tenang apabila sewaktu-waktu terjadi penghentian perjalanan akibat bencana alam. Kebijakan tersebut sepenuhnya dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang, awak kereta, maupun keamanan operasional. Perusahaan juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan BMKG serta instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah cepat apabila terjadi potensi gangguan lanjutan.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar