Puluhan Wisatawan Nekat Naiki Gunung Anak Krakatau Meski Berstatus Siaga, Pengawasan Akan Diperketat
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Puluhan Wisatawan di Gunung Anak Krakatau
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Puluhan Wisatawan Nekat Naiki Gunung Anak Krakatau Meski Berstatus Siaga, Pengawasan Akan Diperketat
Puluhan wisatawan kedapatan memasuki bahkan menaiki lereng Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, meskipun gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Aksi tersebut memicu kekhawatiran petugas karena kawasan di sekitar gunung masih dinyatakan berbahaya akibat aktivitas vulkanik yang belum sepenuhnya stabil. Keberadaan rombongan wisatawan diketahui saat tim pemantau tengah melakukan perawatan peralatan pemantauan aktivitas gunung api di lokasi.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, membenarkan adanya aktivitas wisatawan di kawasan yang masuk zona bahaya tersebut. Menurutnya, petugas melihat langsung rombongan wisatawan berada di lereng gunung saat menjalankan tugas pemeliharaan alat pemantauan. Ia menegaskan bahwa masyarakat maupun wisatawan seharusnya mematuhi rekomendasi pemerintah karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berpotensi membahayakan keselamatan.
Berdasarkan dugaan sementara, rombongan wisatawan menggunakan kapal sewaan yang berangkat dari kawasan Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya mendekati Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, petugas masih melakukan penelusuran mengenai bagaimana rombongan tersebut dapat memasuki kawasan yang seharusnya tidak boleh diakses oleh masyarakat umum selama status gunung masih berada pada Level III (Siaga).
Menyusul kejadian tersebut, Pos Pantau Gunung Anak Krakatau telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memperketat pengawasan di sekitar kawasan gunung. Sosialisasi kepada operator kapal wisata dan masyarakat pesisir juga akan terus ditingkatkan agar tidak ada lagi wisatawan yang nekat memasuki zona berbahaya.
Meskipun dalam beberapa hari terakhir aktivitas erupsi menunjukkan kecenderungan menurun, pihak PVMBG menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau belum berubah dan masih berada pada Level III (Siaga). Erupsi terakhir tercatat pada 25 Juli 2026, sementara aktivitas tremor vulkanik masih cukup tinggi sehingga potensi erupsi maupun lontaran material vulkanik tetap harus diwaspadai.
Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius minimal tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi resmi PVMBG. Larangan tersebut diberlakukan demi melindungi keselamatan masyarakat dari potensi lontaran batu pijar, abu vulkanik, maupun gas berbahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului tanda yang mudah dikenali.
Para pengamat kebencanaan menilai bahwa meningkatnya minat wisata petualangan tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan. Kawasan gunung api aktif memiliki tingkat risiko tinggi yang dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga setiap wisatawan wajib mematuhi seluruh imbauan dari otoritas berwenang. Kesadaran terhadap mitigasi bencana menjadi faktor penting untuk mencegah jatuhnya korban akibat aktivitas wisata di wilayah rawan bencana. :contentReference[oaicite:6]{index=6}
Pemerintah berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar tidak tergoda melakukan aktivitas wisata di kawasan yang sedang berstatus siaga. Dengan kepatuhan terhadap aturan dan peningkatan pengawasan di lapangan, keselamatan wisatawan dapat lebih terjamin sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana yang terus dilakukan oleh pemerintah dan para petugas pemantau gunung api.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar