Daftar Jabatan Baru di Kejaksaan RI: Asep Nana jadi Wakil Jaksa Agung
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Daftar Jabatan Baru di Kejaksaan RI: Asep Nana jadi Wakil Jaksa Agung
Pemerintah resmi melakukan penyegaran di jajaran pimpinan tinggi Kejaksaan Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 87/TPA Tahun 2026. Dalam rotasi tersebut, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia menggantikan pejabat sebelumnya. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat organisasi Kejaksaan agar mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta memperkuat tata kelola kelembagaan di lingkungan Korps Adhyaksa.
Selain penunjukan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung, Presiden juga menetapkan sejumlah pejabat baru pada posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Agung. Kuntadi ditunjuk sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Leonard Eben Ezer Simanjuntak dipercaya menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Harli Siregar mengisi posisi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, sedangkan Patris Yusrian Jaya dipercaya memimpin Badan Pemulihan Aset. Seluruh perubahan tersebut diharapkan mampu memperkuat kinerja institusi dalam menghadapi berbagai tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.
Penetapan para pejabat baru dilakukan setelah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk proses evaluasi dan pertimbangan Tim Penilai Akhir (TPA). Dengan diterbitkannya Keputusan Presiden, para pejabat yang ditunjuk secara resmi langsung menjalankan tugas dan kewenangan pada jabatan masing-masing tanpa memerlukan pelantikan terpisah oleh Presiden. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mempercepat proses regenerasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Kejaksaan Agung.
Asep Nana Mulyana dikenal sebagai salah satu jaksa senior yang memiliki pengalaman panjang di bidang penegakan hukum maupun pendidikan. Sebelum dipercaya sebagai Wakil Jaksa Agung, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kejaksaan serta aktif dalam pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan akademik dan pelatihan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membantu Jaksa Agung menjalankan fungsi pembinaan dan koordinasi terhadap seluruh bidang di Kejaksaan Republik Indonesia.
Rotasi pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Selain memberikan kesempatan kepada pejabat baru untuk membawa inovasi dan peningkatan kinerja, pergantian jabatan juga bertujuan memperkuat koordinasi antarbidang sehingga pelaksanaan tugas penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan akuntabel. Pemerintah berharap jajaran baru mampu menjaga integritas lembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.
Berbagai kalangan menyambut positif penyegaran struktur organisasi tersebut. Mereka berharap para pejabat yang baru dilantik dapat memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi, meningkatkan kualitas penuntutan perkara pidana umum, mengoptimalkan pemulihan aset negara, serta memperkuat pendidikan dan pelatihan bagi insan Adhyaksa. Dengan kepemimpinan baru di sejumlah posisi strategis, Kejaksaan Agung diharapkan mampu menghadirkan sistem penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Perubahan susunan pimpinan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat reformasi birokrasi di sektor penegakan hukum. Sinergi antarbidang, peningkatan profesionalisme aparat, serta penguatan pengawasan internal diharapkan mampu mendorong terciptanya institusi Kejaksaan yang semakin dipercaya publik serta mampu menjawab berbagai tantangan hukum di masa mendatang.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Saat ini belum ada komentar