Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menjadi perhatian publik. Selain memunculkan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan pelatihan, termasuk besarnya anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta. Seorang pensiunan jenderal mengungkapkan bahwa biaya pelatihan yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta untuk setiap peserta yang mengikuti program tersebut.

Besarnya nilai anggaran tersebut dinilai seharusnya sejalan dengan kualitas penyelenggaraan pelatihan, mulai dari fasilitas pendidikan, kesiapan tenaga medis, pemeriksaan kesehatan, hingga sistem pengawasan terhadap kondisi fisik para peserta. Dengan biaya yang tidak sedikit, berbagai kalangan berharap seluruh aspek keselamatan peserta benar-benar menjadi prioritas utama selama proses pelatihan berlangsung.

Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertujuan mencetak calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Para peserta diwajibkan mengikuti latihan dasar kemiliteran selama kurang lebih 45 hari di sejumlah satuan pendidikan militer sebelum nantinya ditempatkan untuk membantu pengelolaan koperasi di berbagai daerah.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut diwarnai kabar duka setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Pertahanan, penyebab meninggalnya para peserta berbeda-beda, mulai dari serangan jantung, heat stroke, komplikasi penyakit tuberkulosis, hingga gangguan pernapasan yang dialami selama mengikuti pelatihan. Pemerintah menyatakan seluruh kejadian tersebut sedang dievaluasi secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan legislatif maupun pengamat. Sejumlah anggota DPR meminta Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan latihan dasar kemiliteran hingga proses evaluasi selesai dilakukan. Mereka menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama, terlebih para peserta berasal dari kalangan masyarakat sipil yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, bukan calon prajurit militer.

Pensiunan jenderal yang turut memberikan perhatian terhadap kasus ini menilai besarnya biaya pelatihan harus diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal. Menurutnya, apabila benar anggaran mencapai Rp45 juta per peserta, maka penyelenggara wajib memastikan seluruh peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan yang ketat, pendampingan medis selama latihan, asupan gizi yang memadai, serta pola latihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing individu. Ia menekankan bahwa investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia harus dibarengi dengan sistem perlindungan yang maksimal.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memastikan akan melakukan investigasi terhadap setiap kasus kematian peserta. Evaluasi akan mencakup proses seleksi kesehatan sebelum pelatihan, metode latihan fisik, kesiapan fasilitas kesehatan di lokasi pendidikan, hingga prosedur penanganan apabila peserta mengalami kondisi darurat. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kasus meninggalnya lima calon manajer Kopdes menjadi pelajaran penting bahwa setiap program pelatihan berskala nasional harus mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan peserta. Masyarakat berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan perbaikan menyeluruh sehingga program pengembangan sumber daya manusia tetap berjalan sesuai tujuan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan para peserta yang terlibat.

Jurnalis : Raka

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunakan Kain Menyerupai Pocong untuk Menakut-nakuti Warga, Dua Pemuda di Kuansing Diamankan Polisi

    Gunakan Kain Menyerupai Pocong untuk Menakut-nakuti Warga, Dua Pemuda di Kuansing Diamankan Polisi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Gunakan Kain Menyerupai Pocong untuk Menakut-nakuti Warga, Dua Pemuda di Kuansing Diamankan Polisi Aksi dua pemuda di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang menggunakan kain menyerupai pocong untuk menakut-nakuti warga berakhir di tangan aparat kepolisian. Perbuatan yang semula dianggap sebagai candaan tersebut ternyata menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan memicu berbagai laporan dari warga yang […]

  • DPN KNARA Gelar Dua Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Sebanyak 1.273 Personel Kepolisian Disiagakan

    DPN KNARA Gelar Dua Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Sebanyak 1.273 Personel Kepolisian Disiagakan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DPN KNARA Gelar Dua Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Sebanyak 1.273 Personel Kepolisian Disiagakan Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.273 personel gabungan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Nasional Komite Nasional Rakyat (DPN KNARA) di wilayah Jakarta pada hari ini. Ribuan aparat tersebut disiagakan guna memastikan seluruh rangkaian penyampaian […]

  • Pererat Sinergi, Polsek Mandor Hadir di Tengah Warga Lewat Patroli Humanis

    Pererat Sinergi, Polsek Mandor Hadir di Tengah Warga Lewat Patroli Humanis

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 37
    • 0Komentar

    LANDAK – Personel Kepolisian Sektor Mandor, jajaran Polres Landak Polda Kalimantan Barat, kembali menegaskan kehadirannya sebagai pelindung dan sahabat masyarakat. Pada Kamis (30/4/2026), siang yang cerah disambut dengan kehangatan interaksi saat para anggota melaksanakan kegiatan patroli dialogis di wilayah binaan, tepatnya di halaman Kantor Desa. Berbeda dengan pola patroli yang sekadar berkeliling, kali ini aparat […]

  • Polres Demak Rotasi Sejumlah Jabatan Strategis, Kapolres Tekankan Adaptasi dan Sinergitas

    Polres Demak Rotasi Sejumlah Jabatan Strategis, Kapolres Tekankan Adaptasi dan Sinergitas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Demak – Polres Demak melakukan rotasi sejumlah pejabat utama melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Pendopo Parama Satwika Polres Demak, Kamis (7/5/2026) siang. Pergantian jabatan itu meliputi posisi Kabag SDM, Kasat Intelkam, Kasat Resnarkoba, hingga Kapolsek Guntur. Upacara dipimpin langsung Kapolres Demak AKBP Samel dan diikuti para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta […]

  • Kamis, 7 Mei 2026Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54 Tahun 2004

    Kamis, 7 Mei 2026Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54 Tahun 2004

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Wartawan Berita Polri
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai langkah memperkuat peran, fungsi, dan kelembagaan MRP dalam pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Hal tersebut disampaikan Ribka saat memberikan sambutan pada Kick Off Meeting […]

  • Sinergi Polri dan Pemerintah Daerah Melalui Program BELIDA Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

    Sinergi Polri dan Pemerintah Daerah Melalui Program BELIDA Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergi Polri dan Pemerintah Daerah Melalui Program BELIDA Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Kolaborasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan pemerintah daerah terus diperkuat melalui berbagai program yang berorientasi pada pembangunan masyarakat. Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah Program BELIDA, yang dirancang untuk mendorong ketahanan sosial sekaligus memperkuat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, […]

expand_less