Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

Meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menjadi perhatian publik. Selain memunculkan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan pelatihan, termasuk besarnya anggaran yang dialokasikan untuk setiap peserta. Seorang pensiunan jenderal mengungkapkan bahwa biaya pelatihan yang dikeluarkan pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta untuk setiap peserta yang mengikuti program tersebut.

Besarnya nilai anggaran tersebut dinilai seharusnya sejalan dengan kualitas penyelenggaraan pelatihan, mulai dari fasilitas pendidikan, kesiapan tenaga medis, pemeriksaan kesehatan, hingga sistem pengawasan terhadap kondisi fisik para peserta. Dengan biaya yang tidak sedikit, berbagai kalangan berharap seluruh aspek keselamatan peserta benar-benar menjadi prioritas utama selama proses pelatihan berlangsung.

Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertujuan mencetak calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Para peserta diwajibkan mengikuti latihan dasar kemiliteran selama kurang lebih 45 hari di sejumlah satuan pendidikan militer sebelum nantinya ditempatkan untuk membantu pengelolaan koperasi di berbagai daerah.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut diwarnai kabar duka setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Pertahanan, penyebab meninggalnya para peserta berbeda-beda, mulai dari serangan jantung, heat stroke, komplikasi penyakit tuberkulosis, hingga gangguan pernapasan yang dialami selama mengikuti pelatihan. Pemerintah menyatakan seluruh kejadian tersebut sedang dievaluasi secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan legislatif maupun pengamat. Sejumlah anggota DPR meminta Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan latihan dasar kemiliteran hingga proses evaluasi selesai dilakukan. Mereka menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama, terlebih para peserta berasal dari kalangan masyarakat sipil yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, bukan calon prajurit militer.

Pensiunan jenderal yang turut memberikan perhatian terhadap kasus ini menilai besarnya biaya pelatihan harus diimbangi dengan standar pelayanan yang optimal. Menurutnya, apabila benar anggaran mencapai Rp45 juta per peserta, maka penyelenggara wajib memastikan seluruh peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan yang ketat, pendampingan medis selama latihan, asupan gizi yang memadai, serta pola latihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing individu. Ia menekankan bahwa investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia harus dibarengi dengan sistem perlindungan yang maksimal.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memastikan akan melakukan investigasi terhadap setiap kasus kematian peserta. Evaluasi akan mencakup proses seleksi kesehatan sebelum pelatihan, metode latihan fisik, kesiapan fasilitas kesehatan di lokasi pendidikan, hingga prosedur penanganan apabila peserta mengalami kondisi darurat. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Kasus meninggalnya lima calon manajer Kopdes menjadi pelajaran penting bahwa setiap program pelatihan berskala nasional harus mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan peserta. Masyarakat berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan perbaikan menyeluruh sehingga program pengembangan sumber daya manusia tetap berjalan sesuai tujuan tanpa mengabaikan keamanan dan kesehatan para peserta yang terlibat.

Jurnalis : Raka

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Panggil Selebgram Terkait Konvoi Motor di Bundaran HI yang Sebabkan Kemacetan

    Polisi Panggil Selebgram Terkait Konvoi Motor di Bundaran HI yang Sebabkan Kemacetan

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Polisi Panggil Selebgram Terkait Konvoi Motor di Bundaran HI yang Sebabkan Kemacetan Kepolisian akan memanggil sejumlah pihak, termasuk seorang selebgram yang diduga terlibat dalam kegiatan konvoi motor di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Pemanggilan tersebut dilakukan setelah aksi ratusan pengendara motor yang berlangsung pada malam hari itu menyebabkan kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas […]

  • Dugaan Awal Pemicu Prajurit TNI Tewas Dikeroyok dan Ditikam di Tangerang

    Dugaan Awal Pemicu Prajurit TNI Tewas Dikeroyok dan Ditikam di Tangerang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Dugaan Awal Pemicu Prajurit TNI Tewas Dikeroyok dan Ditikam di Tangerang Kasus tewasnya seorang prajurit TNI di Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi perhatian publik setelah aparat gabungan TNI dan Polri mengungkap dugaan awal penyebab terjadinya aksi pengeroyokan yang berujung pada kematian korban. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden tersebut diduga dipicu oleh perselisihan atau kesalahpahaman yang terjadi […]

  • Tabrak Lari Tewaskan Remaja di Batam, Polisi Bekuk Tersangka Setelah Tiga Tahun

    Tabrak Lari Tewaskan Remaja di Batam, Polisi Bekuk Tersangka Setelah Tiga Tahun

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Tabrak Lari Tewaskan Remaja di Batam, Polisi Bekuk Tersangka Setelah Tiga Tahun Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang remaja di Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali menemukan titik terang setelah polisi berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga terlibat dalam peristiwa tabrak lari tersebut. Penangkapan dilakukan sekitar tiga tahun setelah kecelakaan terjadi pada 2023. Peristiwa kecelakaan […]

  • Aksi Peduli Polisi di Jalur Lintas, Sopir Truck Diminta Kurangi Kecepatan dan Utamakan Nyawa

    Aksi Peduli Polisi di Jalur Lintas, Sopir Truck Diminta Kurangi Kecepatan dan Utamakan Nyawa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SINTANG. Keselamatan Nomor Satu! Polisi Patroli dan Ingatkan Sopir Truck Istirahat Jika Mengantuk Polsek Sungai Tebelian~ Polres Sintang ~ Demi menjaga keselamatan para pengguna jalan, personel Polsek Sungai Tebelian melaksanakan patroli siang dengan menyambangi langsung para sopir truck yang melintas, Minggu (17/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, polisi memberikan edukasi dan himbauan agar para pengemudi selalu mengutamakan […]

  • Kapolri Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bersama Majukan Indonesia

    Kapolri Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bersama Majukan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Kapolri Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bersama Majukan Indonesia Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, anak muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia sehingga perlu mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjadi generasi penerus yang membawa bangsa semakin maju. Pesan […]

  • Penjaga Sekolah Peras 10 Anak SD, Uangnya Dipakai Judi Online

    Penjaga Sekolah Peras 10 Anak SD, Uangnya Dipakai Judi Online

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Penjaga Sekolah Peras 10 Anak SD, Uangnya Dipakai Judi Online Kasus dugaan pemerasan terhadap siswa sekolah dasar kembali menjadi perhatian publik setelah seorang penjaga sekolah diduga melakukan tindakan tersebut terhadap sedikitnya 10 siswa. Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, itu mengundang keprihatinan karena para korban masih berusia anak-anak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang […]

expand_less