Korsabhara Baharkam Polri Siagakan 305 Personel dan Satwa Khusus untuk Antisipasi Bencana Alam 2026
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Korsabhara Baharkam Polri Siagakan 305 Personel dan Satwa Khusus untuk Antisipasi Bencana Alam 2026
DEPOK – Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menyiapkan ratusan personel gabungan, kendaraan operasional, peralatan khusus, hingga satwa terlatih untuk menghadapi potensi bencana alam menjelang akhir 2026. Kesiapsiagaan tersebut difokuskan pada penanganan berbagai kemungkinan bencana, terutama banjir dan tanah longsor yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Langkah antisipasi tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Alam Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Markas Komando (Mako) Korsabhara Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh personel dan perlengkapan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Jossy Kusumo, S.H., M.Han. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap kesiapan anggota, kelayakan kendaraan operasional, serta berbagai peralatan yang akan digunakan untuk mendukung proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana.
Sebanyak 305 personel gabungan disiagakan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 260 personel Korsabhara Baharkam Polri, 15 personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), 15 personel Pemadam Kebakaran, serta 15 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Keterlibatan sejumlah instansi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi bencana alam. Penanganan keadaan darurat membutuhkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari kepolisian, petugas pencarian dan pertolongan, pemadam kebakaran, hingga pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab dalam penanggulangan bencana.
Kegiatan apel turut dihadiri Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso. Hadir pula Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Rahman Pujianto, Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan Cimanggis Tajuddin, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Depok dan BPBD DKI Jakarta.
Selain menyiapkan kekuatan personel, Korsabhara Baharkam Polri juga memastikan ketersediaan sarana pendukung yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi di lokasi bencana. Peralatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk pencarian korban tertimbun material, evakuasi masyarakat terdampak banjir, hingga pendistribusian bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
Salah satu perlengkapan yang menjadi perhatian adalah anjing pelacak K-9 yang memiliki kemampuan khusus dalam kegiatan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR). Satwa terlatih tersebut dipersiapkan untuk membantu petugas menemukan korban yang kemungkinan tertimbun reruntuhan maupun material longsor.
Kemampuan penciuman anjing K-9 dapat mendukung proses pencarian ketika korban sulit ditemukan secara langsung oleh petugas. Kehadiran satwa tersebut diharapkan membantu memperkuat upaya penyelamatan, khususnya pada lokasi yang membutuhkan pencarian secara intensif.
Tidak hanya anjing pelacak, Korsabhara juga menyiagakan satwa Kuda Turangga untuk mendukung kegiatan operasional di wilayah tertentu. Kuda tersebut dapat dimanfaatkan dalam patroli maupun pendistribusian logistik ketika petugas harus menjangkau medan berat atau kawasan yang terisolasi akibat bencana.
Penggunaan satwa dalam operasi penanggulangan bencana menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kemampuan personel di lapangan. Dalam kondisi ketika kendaraan sulit melewati jalur tertentu, keberadaan Kuda Turangga dapat membantu mobilitas petugas serta mendukung pengiriman kebutuhan masyarakat terdampak.
Untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan, Korsabhara menyiapkan kendaraan taktis Rantis Karhutla. Kendaraan tersebut menjadi salah satu sarana operasional yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan kebakaran di wilayah yang membutuhkan penanganan khusus.
Sementara itu, kendaraan Rantis SAR dan Rescue Carrier turut disiapkan untuk mendukung proses pencarian, pertolongan, serta evakuasi korban. Ketersediaan kendaraan operasional tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi personel dan peralatan ketika menghadapi situasi darurat.
Dalam mengantisipasi bencana banjir, Korsabhara juga menyiagakan perahu karet yang dapat digunakan untuk membantu evakuasi warga dari kawasan yang terendam. Sarana tersebut penting untuk menjangkau masyarakat yang terjebak di rumah maupun lokasi lain yang sulit diakses menggunakan kendaraan biasa.
Selain perlengkapan evakuasi, kepolisian menyiapkan kendaraan Rantis Randurlap dan perangkat Watergen untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan, terutama ketika fasilitas umum dan sumber air masyarakat mengalami gangguan akibat banjir maupun bencana lainnya.
Dalam arahannya, Irjen Pol Jossy Kusumo menekankan pentingnya meningkatkan patroli di wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana. Kegiatan pemantauan tersebut diperlukan agar aparat dapat mengetahui perkembangan kondisi lingkungan serta mengambil langkah antisipasi apabila ditemukan tanda-tanda yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Jossy juga meminta seluruh jajaran kepolisian untuk aktif memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat. Pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta informasi mengenai wilayah rawan bencana dinilai penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian lainnya.
Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan peralatan dan jumlah personel. Kesadaran masyarakat dalam mengenali potensi bahaya serta kemampuan mengambil tindakan awal ketika terjadi keadaan darurat juga menjadi faktor penting dalam upaya melindungi keselamatan bersama.
Selain itu, seluruh tindakan penanganan dan evakuasi korban harus dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terukur. Personel diminta tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan operasi serta mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Penerapan prosedur tersebut diperlukan agar proses penyelamatan dapat berlangsung secara terkoordinasi dan meminimalkan risiko tambahan, baik bagi masyarakat terdampak maupun petugas yang terlibat dalam operasi penanggulangan bencana.
Sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Jossy mengajak seluruh personel untuk membangun komunikasi dan kepedulian bersama warga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam. Menurutnya, kerja sama antara aparat dan masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
“Polisi bersama masyarakat, bersama kita hadapi bencana, bersama kita selamatkan sesama,” tegas Jossy.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Korsabhara Baharkam Polri berupaya memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat dimobilisasi ketika dibutuhkan. Kesiapan personel, satwa terlatih, kendaraan operasional, dan perlengkapan khusus menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap upaya penanggulangan bencana bersama instansi terkait.
Koordinasi lintas lembaga juga diharapkan dapat memperkuat efektivitas penanganan keadaan darurat, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, pencarian dan pertolongan, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Dengan demikian, setiap instansi dapat menjalankan tugas sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing.
Melalui kesiapan tersebut, Korsabhara Baharkam Polri menegaskan komitmennya untuk mendukung perlindungan masyarakat dari ancaman bencana alam pada 2026. Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan menjadi landasan dalam membangun kepedulian, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat kerja sama demi keselamatan bersama.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar