Polres Bogor Gandeng Tokoh Agama Jaga Keamanan Wilayah, Tampung Kritik dan Masukan Masyarakat
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polres Bogor Gandeng Tokoh Agama Jaga Keamanan Wilayah, Tampung Kritik dan Masukan Masyarakat
BOGOR – Kepolisian Resor (Polres) Bogor terus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekaligus meminta saran, kritik, dan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Kegiatan tersebut dilakukan jajaran Polres Bogor sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Melalui pertemuan dengan para tokoh agama, kepolisian berharap dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka serta memperoleh pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat, khususnya terkait keamanan dan ketertiban wilayah.
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan bahwa hubungan antara kepolisian dan tokoh agama merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, tokoh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi sekaligus membantu membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan.
“Jadi kami ini adalah polisi sahabat ulama. Ya seperti Pak Kapolri sampaikan, kami ini terbangun dari sisi harus kuat beragama terkait dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat karena sekarang ini adalah polisi bersama masyarakat,” kata Arfan, Rabu (4/11/2026).
Arfan menjelaskan, kegiatan silaturahmi tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan program Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yakni Jumat Keliling dan Subuh Keliling. Melalui program tersebut, jajaran kepolisian didorong untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga membangun hubungan sosial dan memberikan pelayanan secara langsung.
Menurutnya, kehadiran polisi di lingkungan masyarakat perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga. Program tersebut juga mencakup perhatian terhadap persoalan pendidikan, pengangguran, serta sejumlah permasalahan sosial lainnya yang membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak.
“Dengan program Bapak Kapolri Jumat Keliling, Subuh Keliling, bagaimana kami juga hadir kepada masyarakat juga dengan program peduli pendidikan, peduli dengan pengangguran, banyak hal,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bogor juga secara khusus meminta para tokoh agama agar tidak ragu menyampaikan kritik terhadap kinerja kepolisian. Masukan tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi bagi jajaran Polres Bogor dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Arfan menyampaikan bahwa kepolisian membutuhkan dukungan sekaligus pengawasan dari masyarakat agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih baik. Ia berharap para tokoh agama dapat memberikan pandangan secara terbuka apabila menemukan pelayanan yang belum maksimal ataupun persoalan yang perlu mendapatkan perhatian aparat kepolisian.
“Jadi ini adalah bagaimana kami sebagai Kapolres, bisa dibilang titip diri kami, Pak, Polres Bogor. Kritik kami, Pak, untuk menjadi lebih baik memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Arfan.
Selain menjalin komunikasi dan menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan berupa 1.000 Al-Qur’an kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program bertajuk Menabur Kebaikan Merajut Kedamaian yang dijalankan oleh Kapolres Bogor.
Penyaluran Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan. Bantuan itu juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan sosial antara kepolisian dengan tokoh agama serta lingkungan masyarakat di Kabupaten Bogor.
Arfan menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana untuk memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Menurutnya, pelayanan publik yang baik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh agama yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama juga diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat. Melalui komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan, berbagai persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan dapat dibicarakan dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Polres Bogor berharap hubungan baik dengan para tokoh agama dapat terus terpelihara sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh pelayanan kepolisian yang lebih responsif. Kepolisian juga menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di wilayah Kabupaten Bogor.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar