Kapolri Suyudi Ario Seto Bertemu Pengurus KWI, Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Kebebasan Beragama
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Suyudi Ario Seto Bertemu Pengurus KWI, Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Kebebasan Beragama
JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memperkuat sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kerja sama antara kepolisian dan tokoh agama dinilai penting untuk menciptakan suasana yang aman, damai, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat dalam menjalankan kehidupan beragama.
Ajakan tersebut disampaikan Suyudi saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor KWI di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Dalam pertemuan itu, Kapolri diterima langsung oleh Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin bersama sejumlah pengurus organisasi tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antara Polri dan lembaga keagamaan dalam mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif.
Suyudi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Ketua KWI beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa Polri membutuhkan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, untuk menjaga stabilitas keamanan nasional. Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sosial.
Kapolri juga menegaskan bahwa kehadiran jajaran Polri dalam pertemuan tersebut membawa pesan perdamaian bagi umat Katolik di seluruh Indonesia. Ia memastikan kepolisian berkomitmen memberikan perlindungan agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan aman, damai, serta tenteram tanpa adanya gangguan terhadap kebebasan beragama.
“Kami ingin memberikan pesan damai kepada umat Katolik yang ada di Indonesia agar bisa menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan tentunya dengan aman, damai, tentram, dan kami, Polri, tentunya menjamin itu,” ujar Suyudi dalam keterangannya kepada wartawan.
Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas hingga berbagai daerah. Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, berbagai potensi persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat.
Salah satu program yang menjadi sarana memperkuat hubungan tersebut adalah Minggu Kasih. Program Polri ini diarahkan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan komunikasi, dialog, serta penyerapan aspirasi. Kapolri berharap kegiatan tersebut dapat memperluas kerja sama antara kepolisian dan umat Katolik, khususnya dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap dengan kegiatan ini, kita bisa lebih menguatkan kerja sama kita di lapangan,” kata Suyudi.
Selain memperkuat kolaborasi, Kapolri juga membuka ruang bagi KWI dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai masukan, informasi, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian. Menurutnya, komunikasi dua arah diperlukan agar aparat dapat memahami kondisi yang terjadi secara langsung dan mengambil langkah penanganan secara lebih cepat serta menyeluruh.
Suyudi menjelaskan bahwa informasi dari masyarakat merupakan salah satu bahan penting bagi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengayoman. Dengan adanya komunikasi yang terbuka, kepolisian diharapkan tidak hanya bertindak ketika persoalan telah berkembang, tetapi juga mampu melakukan langkah pencegahan melalui koordinasi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama.
“Dengan masukan-masukan itu, kami bisa melakukan upaya-upaya penanganan yang lebih cepat, lebih komprehensif dan tentunya dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut menyinggung pentingnya menjaga kebebasan masyarakat dalam menjalankan agama dan kepercayaan. Ia mengaitkan komitmen tersebut dengan Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama serta kepercayaannya masing-masing.
Menurut Kapolri, jaminan keamanan dalam menjalankan ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab negara yang harus diwujudkan melalui pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Polri berkomitmen membangun kerja sama dengan lembaga keagamaan agar potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial yang berkaitan dengan kehidupan beragama dapat ditangani secara tepat.
Sementara itu, Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyambut baik kunjungan Kapolri beserta jajaran. Ia mengapresiasi langkah Polri yang membuka ruang komunikasi dengan para pemimpin agama. Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian, gereja, dan masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Antonius juga mengajak masyarakat memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bekerja bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan. Ia menilai terciptanya lingkungan yang aman, tenteram, dan damai akan memberikan pengaruh positif terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk perkembangan ekonomi masyarakat.
“Mari masyarakat beri kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun bangsa dan negara, masyarakat yang aman,” ujar Antonius.
Ia menjelaskan bahwa Gereja Katolik Indonesia memiliki jaringan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah melalui keuskupan-keuskupan. Jaringan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis serta mendorong kerja sama dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Antonius menegaskan, Gereja Katolik Indonesia yang terdiri dari 38 keuskupan, termasuk keuskupan TNI-Polri, berkomitmen berjalan bersama kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat dalam membangun kehidupan yang aman serta damai. Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari peran gereja dalam mendukung kesejahteraan umum dan menjaga persatuan bangsa.
Pertemuan Kapolri dengan jajaran KWI turut dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan, Astamaops Kapolri Komjen Roycke Harry Langie, serta Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir. Sementara dari pihak KWI, Ketua Antonius Subianto didampingi sejumlah pengurus dan perwakilan organisasi.
Melalui pertemuan tersebut, Polri dan KWI menyampaikan komitmen untuk memperkuat komunikasi serta kerja sama dalam menjaga keamanan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi berlanjut melalui koordinasi dan kegiatan nyata di lapangan. Dengan keterlibatan tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan, upaya menciptakan kehidupan yang damai serta menjamin kebebasan beribadah di Indonesia diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar