Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Edukasi Keselamatan Lewat Radio
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Edukasi Keselamatan Lewat Radio
SURABAYA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas terus dilakukan jajaran kepolisian. Kali ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelabuhan Tanjung Perak memilih media radio sebagai sarana untuk menyampaikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui siaran langsung Radio Wijaya FM pada Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Sayfudin Rodji bersama Kanit Keamanan dan Keselamatan hadir untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta membangun kebiasaan berkendara yang aman.
Pemanfaatan media penyiaran radio menjadi salah satu pendekatan kepolisian untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui saluran komunikasi tersebut, informasi mengenai tujuan dan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 dapat disampaikan kepada pendengar, termasuk masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas pekerjaan maupun kegiatan lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk pendekatan edukatif yang dilakukan kepolisian dalam membangun kesadaran berlalu lintas. Tidak hanya mengandalkan pengawasan dan penegakan aturan di jalan raya, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak turut mengedepankan penyampaian informasi agar masyarakat memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Radio Menjadi Sarana Komunikasi Dua Arah dengan Masyarakat
Kasihumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa sosialisasi melalui Radio Wijaya FM merupakan salah satu upaya untuk memperluas jangkauan penyampaian pesan keselamatan berkendara. Menurutnya, media radio memiliki peran penting dalam membantu kepolisian berkomunikasi dengan masyarakat melalui informasi yang mudah dijangkau.
Ia menyampaikan bahwa melalui siaran tersebut, Satlantas tidak hanya menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinteraksi secara langsung dengan petugas kepolisian.
Pendengar radio diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, maupun berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi lalu lintas. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memberikan gambaran mengenai persoalan yang dihadapi pengguna jalan dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Iptu Suroto, berbagai informasi dan tanggapan yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian. Dengan demikian, pelayanan di bidang lalu lintas dapat terus ditingkatkan, termasuk dalam menindaklanjuti persoalan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau yang dikenal dengan istilah Kamseltibcarlantas.
Komunikasi dua arah tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Melalui keterbukaan dalam menerima masukan, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di jalan raya, sementara kepolisian dapat memberikan penjelasan serta edukasi mengenai aturan dan keselamatan berkendara.
Operasi Patuh Semeru Tidak Hanya Berorientasi pada Penindakan
Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 menjadi salah satu momentum bagi kepolisian untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan. Namun, upaya menciptakan ketertiban lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pengawasan maupun penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan persuasif melalui edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan di Radio Wijaya FM, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengajak masyarakat agar senantiasa menaati peraturan lalu lintas ketika menggunakan kendaraan. Kepatuhan terhadap ketentuan berkendara diharapkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi, bukan sekadar dilakukan karena adanya petugas kepolisian atau berlangsungnya operasi.
Kesadaran tersebut dinilai penting karena keselamatan di jalan raya berkaitan dengan perilaku seluruh pengguna jalan. Pengendara kendaraan bermotor perlu memahami bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk menciptakan keteraturan sekaligus melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika melakukan perjalanan, baik untuk jarak dekat maupun perjalanan jauh. Kedisiplinan dalam berkendara perlu diterapkan secara konsisten agar potensi terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan.
Kepolisian juga menekankan bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya menjadi kewajiban ketika Operasi Patuh Semeru berlangsung. Lebih dari itu, kepatuhan harus tumbuh sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Tekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, kepolisian berharap tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Edukasi yang disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai pentingnya keselamatan selama berada di jalan raya.
Iptu Suroto menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran pengguna jalan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap penurunan jumlah kecelakaan, khususnya kecelakaan yang mengakibatkan korban mengalami dampak serius.
Menurutnya, penyampaian pesan keselamatan melalui radio dapat membantu menjangkau kelompok masyarakat yang beragam. Dengan penyebaran informasi yang lebih luas, diharapkan semakin banyak pengguna jalan yang memahami pentingnya menaati peraturan serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya kepolisian, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan menghindari perilaku yang dapat membahayakan keselamatan.
Bangun Budaya Berkendara yang Aman dan Bertanggung Jawab
Kegiatan edukasi melalui Radio Wijaya FM menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi publik dapat menjadi bagian penting dalam mendukung program keselamatan lalu lintas. Dengan memanfaatkan media yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pesan mengenai pentingnya disiplin berkendara dapat disampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan pertanyaan dan masukan juga menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk memahami berbagai persoalan lalu lintas dari sudut pandang pengguna jalan. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat terus mendorong terbentuknya kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami aturan secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam setiap aktivitas di jalan raya.
Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, kepolisian ingin mendorong terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan kondusif. Sinergi antara aparat kepolisian, media, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan berkendara yang mengutamakan keselamatan serta mengurangi risiko kecelakaan.
Dengan demikian, edukasi keselamatan melalui siaran radio bukan sekadar kegiatan penyampaian imbauan, melainkan juga sarana membangun komunikasi dan kesadaran bersama. Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas diharapkan menjadi budaya yang terus diterapkan oleh seluruh pengguna jalan, bahkan setelah rangkaian Operasi Patuh Semeru 2026 berakhir.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar