Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro dan Mahasiswa Gelar Deklarasi di HI
JAKARTA – Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat menggelar deklarasi kebangsaan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus memperkuat semangat persatuan, kepedulian sosial, dan kontribusi generasi muda bagi kemajuan bangsa.
Deklarasi yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu diikuti sekitar 100 mahasiswa. Acara tersebut turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Para peserta berkumpul untuk menyampaikan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman latar belakang, pandangan, dan kepentingan. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak menjadikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun ruang digital.
Peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah menyatukan tekad untuk menjunjung tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional.
Semangat persatuan tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan masa kini. Perkembangan teknologi, perbedaan pandangan di ruang publik, serta maraknya informasi yang belum terverifikasi menjadi sejumlah hal yang membutuhkan kedewasaan dan tanggung jawab generasi muda.
Pemuda Diajak Mengedepankan Persatuan dan Dialog
Dalam kegiatan tersebut, para peserta membacakan deklarasi pemuda dan pemudi Indonesia yang menekankan pentingnya persaudaraan, sikap saling menghormati, serta komitmen menjaga persatuan nasional. Deklarasi itu juga mengajak generasi muda untuk menjadikan dialog sebagai jalan penyelesaian perbedaan dan perselisihan.
Peserta menyatakan komitmen untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan yang ada. Mereka juga menegaskan tekad untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, menjaga kedamaian, memperjuangkan keadilan, dan berkontribusi dalam mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut menyoroti pentingnya membangun kepercayaan antarkelompok masyarakat. Perbedaan pendapat dinilai sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu disikapi dengan bijak, tanpa menghilangkan rasa hormat terhadap sesama warga negara.
Melalui deklarasi ini, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan peran aktif dalam membangun lingkungan yang inklusif dan terbuka terhadap perbedaan. Generasi muda juga didorong untuk mengembangkan kepedulian sosial serta terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Polda Metro Jaya Tekankan Makna Deklarasi
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang hanya sebagai acara seremonial. Menurutnya, deklarasi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara mahasiswa, masyarakat, serta aparat keamanan.
Ia berharap semangat yang disampaikan dalam deklarasi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Generasi muda, menurutnya, memiliki peran penting dalam menghadirkan berbagai kegiatan positif dan memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.
Polda Metro Jaya juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat. Komunikasi serta kerja sama dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ruang kolaborasi antara generasi muda dan berbagai unsur masyarakat. Melalui interaksi yang terbuka, diharapkan muncul gagasan serta inisiatif yang dapat mendukung kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Raffi Ahmad Ajak Generasi Muda Melawan Hoaks dan Provokasi
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut mengapresiasi semangat mahasiswa yang mengikuti deklarasi. Ia berharap ikrar yang disampaikan tidak berhenti pada ucapan, tetapi dapat tertanam dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Raffi juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pemuda pada masa kemerdekaan. Di era digital, masyarakat dihadapkan pada persoalan penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, serta provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan, sementara perbedaan pandangan sebaiknya disikapi melalui komunikasi yang sehat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Semangat berbeda-beda tetapi tetap satu diharapkan terus menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Setiap warga negara, termasuk mahasiswa dan generasi muda, memiliki peran dalam menciptakan ruang sosial yang lebih sehat, saling menghormati, dan bebas dari permusuhan akibat informasi yang menyesatkan.
Sumpah Pemuda dan Tantangan Generasi Digital
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai arti penting persatuan di tengah perubahan zaman. Generasi muda saat ini memiliki akses yang luas terhadap teknologi dan informasi, sehingga dapat berperan dalam menyebarkan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta mendorong berbagai perubahan positif.
Namun, kemudahan akses informasi juga membawa tanggung jawab yang besar. Penyebaran informasi tanpa pemeriksaan, komentar yang merendahkan orang lain, dan konten provokatif dapat memicu kesalahpahaman serta memperlebar perbedaan di masyarakat.
Oleh sebab itu, literasi digital menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu diperkuat. Mahasiswa dan pemuda diharapkan mampu memilah informasi, menghargai perbedaan pendapat, serta menggunakan ruang digital untuk menyampaikan gagasan yang membangun.
Selain itu, semangat Sumpah Pemuda dapat diterapkan melalui kegiatan nyata, seperti aksi sosial, pengembangan pendidikan, kegiatan lingkungan, kewirausahaan, dan berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kontribusi tersebut dapat menjadi bentuk pengabdian generasi muda dalam mendukung kemajuan bangsa.
Perkuat Kolaborasi antara Mahasiswa dan Masyarakat
Kegiatan deklarasi di Bundaran HI juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarelemen masyarakat dalam menjaga persatuan. Mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan melalui gagasan kritis, kreativitas, serta keterlibatan dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, hubungan yang baik antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan dapat dibangun melalui komunikasi terbuka serta sikap saling menghormati. Perbedaan pandangan perlu diberikan ruang untuk disampaikan secara bertanggung jawab, sejalan dengan prinsip kehidupan demokrasi.
Momentum peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, persatuan dibangun dengan menghargai keragaman dan mencari titik temu demi kepentingan bersama.
Melalui deklarasi tersebut, para peserta diharapkan dapat membawa semangat kebangsaan ke lingkungan masing-masing. Komitmen menjaga persaudaraan, menolak provokasi, dan berkontribusi bagi masyarakat diharapkan tidak hanya muncul saat peringatan berlangsung, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadikan Semangat Sumpah Pemuda sebagai Tindakan Nyata
Deklarasi yang digelar Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan elemen masyarakat di Bundaran HI menjadi salah satu upaya memperkuat kembali pesan persatuan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak untuk menumbuhkan patriotisme, kegigihan, dan empati dalam menghadapi berbagai tantangan.
Semangat kebangsaan diharapkan dapat diwujudkan melalui perilaku yang menghargai perbedaan, kepedulian terhadap sesama, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Generasi muda juga diharapkan berani menyampaikan gagasan secara konstruktif dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan Indonesia.
Pada akhirnya, makna Sumpah Pemuda tidak hanya terletak pada peringatan sejarah, tetapi juga pada kemampuan setiap generasi untuk meneruskan nilai persatuan dalam konteks kehidupan masa kini. Dengan kerja sama, sikap saling menghormati, dan komitmen bersama, pemuda Indonesia diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun masa depan bangsa yang damai, adil, dan berkelanjutan.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar