Tiga Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR Nilai Program Latsarmil Tetap Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi Menyeluruh
- calendar_month 42 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tiga Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR Nilai Program Latsarmil Tetap Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi Menyeluruh
Meninggalnya tiga peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif. Meski menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut, sejumlah anggota DPR RI menilai program pelatihan tidak seharusnya dihentikan, melainkan perlu dievaluasi secara menyeluruh agar pelaksanaannya menjadi lebih aman dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyatakan bahwa tujuan pembentukan calon manajer koperasi desa merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa. Karena itu, pelaksanaan pelatihan dinilai tetap perlu diteruskan, namun dengan sejumlah perbaikan, khususnya pada aspek keselamatan peserta, pemeriksaan kesehatan, serta metode pelatihan yang diterapkan.
Menurutnya, evaluasi menjadi langkah yang paling tepat setelah terjadinya insiden tersebut. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah proses seleksi kesehatan peserta sebelum mengikuti latihan yang melibatkan aktivitas fisik cukup berat. Pemeriksaan kondisi kesehatan secara menyeluruh dinilai penting untuk memastikan setiap peserta benar-benar siap mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa membahayakan keselamatan dirinya.
Selain pemeriksaan kesehatan, TB Hasanuddin juga menyoroti materi pelatihan yang diberikan kepada para calon manajer koperasi. Ia menilai pembentukan disiplin melalui kegiatan dasar kemiliteran dapat memberikan manfaat sebagai bagian dari pembinaan karakter. Namun demikian, porsi terbesar pelatihan seharusnya tetap difokuskan pada peningkatan kemampuan manajerial, tata kelola koperasi, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi modern yang dikelola secara profesional. Para calon manajer dipersiapkan agar mampu mengelola koperasi secara transparan, akuntabel, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha produktif.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa insiden meninggalnya peserta akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Latsarmil. Pemerintah berkomitmen melakukan peninjauan terhadap standar operasional pelaksanaan pelatihan, termasuk prosedur kesehatan, intensitas kegiatan fisik, mekanisme pengawasan, hingga penanganan medis selama proses pendidikan berlangsung.
Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa kejadian tersebut tidak akan menghentikan pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih. Program strategis tersebut tetap akan berjalan sesuai rencana dengan berbagai penyempurnaan agar tujuan pembangunan ekonomi desa dapat tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan seluruh peserta pelatihan.
Sejumlah pengamat juga menilai bahwa pembentukan sumber daya manusia yang profesional memang memerlukan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan integritas. Namun, metode pelaksanaan pelatihan harus disesuaikan dengan karakter peserta yang berasal dari kalangan sipil serta mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing individu. Dengan demikian, pelatihan dapat menghasilkan calon manajer yang kompeten tanpa meningkatkan risiko keselamatan peserta.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan sebuah program nasional tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang baik, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaannya. Evaluasi yang komprehensif terhadap seluruh tahapan pelatihan diharapkan mampu mencegah kejadian serupa di masa mendatang sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan bagi calon pengelola koperasi desa yang akan menjadi ujung tombak penguatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Jurnalis : Sofia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar