Hasil Tes Urine Sopir Pajero yang Terlibat Kecelakaan Maut di Jakarta Selatan Dinyatakan Negatif
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasil Tes Urine Sopir Pajero yang Terlibat Kecelakaan Maut di Jakarta Selatan Dinyatakan Negatif
JAKARTA – Kepolisian mengungkap hasil pemeriksaan urine terhadap pengemudi Mitsubishi Pajero Sport yang terlibat kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan seorang remaja berusia 14 tahun meninggal dunia di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pengemudi tersebut dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, pada Senin (19/10/2026). Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan urine telah dilakukan terhadap pengemudi sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mendalami peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Minggu dini hari.
Meski hasil tes urine menunjukkan negatif, kepolisian masih melanjutkan pemeriksaan terhadap pengemudi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Hasil tersebut menjadi salah satu bagian dari proses penyelidikan dan tidak serta-merta menjawab seluruh pertanyaan mengenai faktor yang menyebabkan kendaraan tersebut terlibat dalam insiden maut.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di Jalan D, kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kecelakaan melibatkan mobil Mitsubishi Pajero Sport, seorang pejalan kaki, sebuah Toyota Avanza yang sedang terparkir di tepi jalan, serta mobil Hyundai yang melaju searah.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, mobil Pajero Sport tersebut melaju dari arah barat menuju timur. Dalam perjalanan, kendaraan itu menabrak seorang remaja laki-laki yang berada di pinggir jalan sebelah kiri. Setelah kejadian tersebut, mobil juga menyerempet Toyota Avanza yang terparkir sebelum akhirnya menabrak bagian belakang mobil Hyundai di depannya.
Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Peristiwa ini menambah perhatian masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
Selain memeriksa pengemudi, kepolisian juga menelusuri informasi mengenai adanya barang yang diduga berupa tembakau sintetis di dalam kendaraan tersebut. Namun, pihak kepolisian menyatakan belum dapat memastikan jenis maupun kepemilikan barang yang dimaksud. Pengemudi juga disebut tidak mengakui bahwa barang tersebut merupakan miliknya.
Karena itu, dugaan mengenai barang yang ditemukan di dalam mobil masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Temuan tersebut tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh zat terlarang, terlebih hasil pemeriksaan urine yang telah dilakukan menunjukkan hasil negatif.
Pengemudi diketahui telah diamankan warga setelah kejadian, sebelum kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan oleh petugas untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa dan faktor-faktor yang diduga berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami sejumlah aspek yang berkaitan dengan kejadian, termasuk kronologi kecelakaan serta kondisi kendaraan dan pengemudi. Hasil penyelidikan lebih lanjut diperlukan agar penyebab insiden dapat diketahui secara menyeluruh berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Pengemudi kendaraan bermotor diharapkan selalu menjaga konsentrasi, mematuhi peraturan lalu lintas, serta memastikan kondisi diri dan kendaraan dalam keadaan layak sebelum berkendara.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Setiap dugaan yang berkaitan dengan kecelakaan maupun temuan barang tertentu perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Hingga keterangan terakhir disampaikan pada Senin (19/10/2026), kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus kecelakaan yang menewaskan remaja tersebut. Hasil tes urine pengemudi yang negatif menjadi salah satu informasi dalam proses penyelidikan, sementara penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar