Polisi Evakuasi Enam Aktivis Greenpeace dari Puncak Monumen Bundaran HI, Satu Orang Mendapat Penanganan Medis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Evakuasi Enam Aktivis Greenpeace dari Puncak Monumen Bundaran HI, Satu Orang Mendapat Penanganan Medis
JAKARTA – Enam aktivis Greenpeace Indonesia dievakuasi oleh aparat gabungan dari puncak Monumen Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah para aktivis membentangkan spanduk berukuran besar di atas monumen yang merupakan salah satu ikon ibu kota.
Proses evakuasi melibatkan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, unsur TNI, petugas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat. Petugas dikerahkan untuk memastikan seluruh aktivis dapat diturunkan dengan aman dari lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan bahwa keenam aktivis tersebut terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki. Berdasarkan keterangan kepolisian, keberadaan mereka di atas monumen terdeteksi sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB ketika spanduk berisi pesan aksi lingkungan dibentangkan di kawasan Bundaran HI.
Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi untuk mengevakuasi para aktivis sekaligus memastikan kondisi mereka tetap terpantau. Dalam proses tersebut, aparat juga menyiagakan enam unit ambulans untuk mengantisipasi kebutuhan pertolongan medis bagi para peserta aksi.
Salah seorang aktivis perempuan dilaporkan mengalami kondisi lemas ketika turun dari monumen. Petugas segera memberikan perhatian medis dan membawanya menggunakan ambulans ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya. Lima aktivis lainnya juga dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Reynold menegaskan bahwa keselamatan seluruh orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut menjadi prioritas utama. Menurutnya, petugas berupaya memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal di atas monumen selama proses evakuasi berlangsung.
Ia juga menyampaikan bahwa penanganan terhadap para aktivis dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Kepolisian menyatakan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi pelaksanaannya tetap harus memperhatikan keselamatan, ketertiban, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi Dalami Cara Aktivis Naik ke Atas Monumen
Selain melakukan evakuasi, kepolisian berencana mendalami kronologi kejadian, termasuk bagaimana keenam aktivis tersebut dapat mencapai bagian atas Monumen Selamat Datang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar kawasan Bundaran HI.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai rangkaian peristiwa, termasuk akses yang digunakan para aktivis hingga berada di puncak monumen. Kepolisian masih melakukan pendalaman sebelum menentukan langkah selanjutnya sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Monumen Selamat Datang di Bundaran HI merupakan salah satu penanda penting Kota Jakarta yang memiliki nilai sejarah dan telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya. Karena itu, setiap kegiatan di kawasan tersebut perlu memperhatikan ketentuan perlindungan terhadap bangunan atau struktur bersejarah serta menjaga keamanan masyarakat.
Kepolisian mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, tetapi pelaksanaannya harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat lainnya dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Aksi Greenpeace Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup
Aksi tersebut berkaitan dengan perhatian Greenpeace Indonesia terhadap persoalan lingkungan, krisis iklim, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Melalui pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut, para aktivis mendorong pemerintah agar mengambil langkah nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan dan tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakat.
Isu krisis iklim menjadi perhatian berbagai kalangan karena dampaknya dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko bencana, perubahan pola cuaca, gangguan terhadap sektor pertanian, serta tekanan terhadap kehidupan masyarakat. Upaya penanganannya membutuhkan kebijakan yang terencana, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan berbagai pihak.
Di sisi lain, penyampaian aspirasi melalui aksi publik juga menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah. Namun, kegiatan tersebut tetap perlu mempertimbangkan faktor keselamatan serta perlindungan fasilitas umum dan situs yang memiliki nilai sejarah.
Peristiwa di Bundaran HI ini kembali menyoroti pentingnya keseimbangan antara kebebasan berekspresi, keselamatan publik, dan pelestarian cagar budaya. Penanganan yang mengedepankan keselamatan serta proses pemeriksaan yang transparan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peristiwa tersebut.
Hingga proses evakuasi selesai, seluruh aktivis berhasil diturunkan dari puncak monumen. Kepolisian selanjutnya melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut, sementara kondisi para aktivis menjadi perhatian dalam penanganan awal setelah mereka dievakuasi.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar